Potongan Video alm Faisal Basri melintas di TL.
Isinya soal prediksi krisis ekonomi dan politik Indonesia yg akan terjadi di tahun 2026 ini. Pemaparan Faisal Basri tsb terjadi 4 bulan sebelum beliau wafat.
Saya pun menemukan video penjelasan lengkapnya.
Apa saja isinya?
Nanik S Deyang : Kepala BGN baru
Rekam jejaknya:
2018: Orang yang menyebarkan foto hoaks Ratna Sarumpaet di Facebook, menyebarkan kronologi "penganiayaan" fiktif via broadcast WhatsApp, dan membawa langsung Ratna menemui Prabowo untuk melaporkan kebohongan itu. Diperiksa polisi dua kali. Bersaksi di persidangan.
2019: Wakil Ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi.
September 2025: Nangis di depan kamera minta maaf soal ribuan anak keracunan MBG. Di saat yang sama, aktif menyerang balik pengkritik program di media sosial.
Juni 2026: Diangkat jadi Kepala BGN , lembaga yang ngurus makan puluhan juta anak Indonesia setiap hari.
Latar belakang gizi? Nol.
Keamanan pangan? Nol.
Yang ada: loyalitas politik sejak 2018.
Ini bukan soal kompetensi vs loyalitas lagi.
Ini soal siapa yang dipercaya ngurus makanan anak-anak lo , dan jawaban pemerintah adalah: orang yang ikut sebar hoaks 2018.
Salah satu buku yg turut mempengaruhi saya untuk (kembali) menekuni pertanian adalah Revolusi Sebatang Jerami karya Fukuoka.
Masanobu Fukuoka (福岡 正信) nampak sbg ekstrimis ekologi saat mulai menulis bukunya dg pengakuan begidig: usai puluhan tahun jadi ilmuwan pertanian, ia justru membuang semua ilmunya.
Di sawah kecilnya di pulau Shikoku, ia berhenti membajak, berhenti menebar pupuk, berhenti menyemprot racun. Yang ia lakukan cuma menabur benih padi dan gandum, lalu menutupnya dengan jerami. Tanah yang awalnya tandus karena bahan kimia, pelan-pelan pulih. Cacing kembali, air tanah naik, gulma dan hama datang lalu pergi sendiri karena keseimbangannya kembali. Saya membayangkan, apa ini mungkin?
Narasi Fukuoka bukan soal "cara menanam", tapi soal cara berpikir. Ia menggambarkan alam sebagai guru. Saat petani sibuk mencabuti gulma, alam justru memakai gulma untuk menjaga kelembapan dan menyuburkan tanah. Saat kita membajak, kita memotong jaringan jamur dan akar yang mengikat tanah. Revolusi yang ia maksud bukan revolusi mesin atau pupuk, tapi revolusi kesadaran: berhenti melawan alam, mulai bekerja sama.
Hasilnya paradoks. Sawahnya tak pernah "terawat" rapi seperti sawah tetangga, tapi hasil panennya stabil dan tanahnya makin hitam subur tiap tahun. Buku ini jadi tamparan untuk pertanian modern yang kecanduan input kimia. Fukuoka bilang: kalau kita terus memaksa alam sesuai maunya manusia, alam akan balas dengan hama, banjir, dan tanah mati.
Ngeri ya? Tentu saja saya tak langsung menirunya. Namun bagaimanapun, semangat blio rasanya turut memberi energi dalam langkah saya bertani.
Thanks pak tua.
Gibran Ke Mana?
KELILING INDONESIA GUYS.
Jadi Prabowo keliling dunia.
Gibran keliling Indonesia.
Ada 164 tempat yang sudah dikunjungi sejak dia menjabat.
30 Provinsi sudah dikunjungi dari total 34.
Ngapain? Bagi-bagi bantuan di mana-mana.
Diam-diam ngumpulin suara buat mereka.
Sumber: Wikipedia + berita.
فضيحة تاريخية يجب أن يشاهدها العالم أجمع
الوزير الإسرائيلي يُخاطب الجنود الإسرائيليين قبل دخولهم غزة قائلاً: "أمسكوا بالأطفال الرضع في غزة وحطموا رؤوسهم على الصخور"
Apa yang dialami Cinta Laura ini pasti pernah kita alami. Gemes-gemesnya pun sama. Dan ya makasih Cinta udah speak up (bahkan hidden mention maskapai yg dimaksud).
Slh satu kejadian paling mengerikan dlm sejarah manusia terungkap. Momen saat anak kecil yg lg bawa wadah air buat keluarganya yg dikepung + kehausan malah dibom, sampai tewas dan tubuhnya hancur. Video yg ga bisa dilupain sama dunia.
--
Qodrat Mohon Nyate Sapi minang Paris Arafah Nabi Ibrahim
15 menit aja pak,
Bukan 2 jam ke mall. Bukan weekend ke Dufan. Bukan mainan Rp 500 ribu.
15 menit aja Duduk di lantai. Tatap mata. HP ditaruh jauh. Main apa aja.
Yang terjadi di otak anak selama 15 menit itu, menurut riset, lebih kuat dari 3 jam Bapak di rumah sambil scroll HP.
Dan aku bisa buktikan.
SPPG Bojongkaso Agrabinta, Cianjur, Jawa barat nunjukin video distribusi MBG di jalur yang rusak berlumpur
dari video ini justru nunjukin lebih butuh perbaikan fasilitas umum (jalan) daripada dapur MBG kan 😂😂😂 unik banget skala prioritasnya
cr ig TVRInasional
mau bahas soal kota asalku ah
hal paling underrated dari kota Padang menurutku itu komunitas “Minang China”-nya. mereka tuh beda bgt dibanding stereotipe chindo yg biasa orang bayangin di kota-kota besar.
di banyak tempat, komunitas chindo cenderung hidup dalam ‘bubble’ sendiri: sekolah sendiri, circle sendiri, bahasa sendiri, lingkungan sendiri, dll.
sedangkan di Padang? banyak Tionghoa yg udah nyampur bgt sama kultur lokal.
- ada yg logatnya Minang bgt
- ada yg lebih fasih bahasa Minang dibanding Mandarin
- bahkan ada varian dialek sendiri yg disebut “bahasa minang pondok”
bagi gue ini menarik bgt. karena mereka tuh bukan sekadar “orang China yg tinggal di Padang”, tapi udah jadi subkultur baru.
yg bikin makin unik, “Minang China” sering punya akses sosial yg beda dibanding outsider lain. karena mereka ngerti:
- cara komunikasi orang Minang
- basa-basi adat
- pola negosiasi
- kultur dagang
- ritme sosial lokal
jadi posisinya unik: bukan sepenuhnya outsider, tapi juga bukan fully insider. mereka ada di zona tengah.
dan menurut gue kawasan Pondok di Padang itu salah satu contoh toleransi paling underrated di Indonesia.
karena toleransinya tuh bukan toleransi formal tipikal slogan klasik. tapi toleransi organik hasil hidup berdampingan ratusan tahun: saling dagang, saling kenal, saling bantu, sampai akhirnya kultur mereka pelan-pelan melebur.
ironisnya, karena pembaurannya terlalu kuat, banyak Tionghoa-Padang generasi skrg malah udah ga bisa bahasa Mandarin 😭
jadi mereka tuh kayak:
“terlalu Indonesia untuk dianggap Chinese penuh, tapi jg tetep punya identitas khas sendiri.”
dan menurut gue itu fascinating bgt secara sosial maupun budaya. 🤝