semoga lu matinya susah. waktu ditarik nyawanya, diulur biar kesakitan dulu, gak mati mati tapi kesiksa.
biadab, dzalim. semoga lu dan semua orang dzalim di belakang lu, mati dalam keadaan terlaknat.
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
Jokes lawas Idul Adha:
*ngomong ke orang berbadan gemuk
“Ngumpet begoo, ntr dipotong lo..”
Semua orang tau ini becandaan doang. Tapi ternyata ada satu orang yg nganggep ini serius, dia takut dan akhirnya pergi ke Perancis. 😔
Parade di kota yang punya transportasi bagus itu kayak gini, terpusat, semua berdiri di pinggir jalan.
.
Kalau di kota yang gak punya kultur transportasi, orang mau datang harus bawa motor, jadi sekalian naik motor aja paradenya.
.
Makanya harus nonjok ke atas.
Izin quote, sebagai orang yg 28 tahun hidup di Bandung, setuju!
Bandung itu JELEK secara pengelolaan kota dan kondisi kotanya saat ini, tapi warga Bandung ketolong sama PERSIB. Aing teh bukan bobotoh yg selalu nonton Persib di stadion, bukan bobotoh yg ga pernah kelewat pertandingan persib, tapi ngeliat progress club kebangaan warga Bandung dan Jabar 3 tahun kebelakang ini, selalu ada rasa HARU, BANGGA, dan MENYENANGKAN di tiap perayaannya.
Yash, Persib adalah Identitas, Budaya, dan Hiburan kita.
Prabowo itu tau kok gimana dampak kurs dollar ke ekonomi kita. Menkeu tau. Menko Ekonomi tau. Mendag tau. Gubernur BI tau. Fucking hell, bahkan mahasiswa ekonomi semester II pun tau.
Dia terang2an bilang gitu karna yakin kalo (at least 58%) WNI emg setolol itu lmaoooo
Pada 1975-1979 ada diktator di Kamboja yang anti orang pintar, namanya Pol Pot.
Orang yang dianggap pintar dieksekusi. Termasuk dosen, guru, dokter, insinyur, pengacara, seniman, orang yang bisa bahasa asing, bahkan orang yang pakai kacamata (dianggap banyak baca).
Orang pintar tidak disukai diktator karena orang pintar cenderung mempertanyakan kebijakan, sementara diktator membutuhkan kepatuhan mutlak.
Orang pintar juga memiliki alat analisis untuk membongkar kebohongan atau kegagalan pemerintah.
Orang pintar juga mampu menciptakan narasi tandingan yang dapat menggerakkan kesadaran masyarakat.
Diktator kerap menyerang orang pintar (yang jumlahnya sedikit) sebagai alat populis untuk merangkul kelas pekerja (yang jumlahnya banyak) dengan mengatakan bahwa kaum elit terpelajar adalah penyebab penderitaan mereka.
Secara umum, rezim mana pun yang dipimpin orang yang memiliki sifat diktator biasanya akan menunjukkan bibit-bibit anti intelektualisme.
Bobotoh, kita akui saja kalo Jakarta EMANG DI ATAS Bandung, TAPI bukan dalam sepak bola
Lebih ke:
1. Transportasi publik yang lebih maju
2. UMR yang lebih tinggi
Sekian
Nonton Dune, ngertiin POV Fremen.
Nonton Star Wars, ngertiin POV Rebel.
Nonton Hunger Games, ngertiin POV Katniss.
Giliran di depan mata liat Hamas di Palestina atau liat Hizbullah di Lebanon, tiba-tiba jadi gak paham kok gerakan ini bisa ada.
Ya menurut ngana?
Polanya kemungkinan gini:
• Buzzer ngebocorin harga bahan bakar nonsubsidi padahal confidential
• Pemerintah melihat reaksi masyarakat
• Pasti protes karena kenaikannya signifikan
• Pas pengumuman kenaikan, tidak seperti yang beredar (bisa lebih rendah)
• Pemerintah mengklaim keberhasilan karena kenaikan tidak separah yang dikhawatirkan
Pengambilan kebijakan berdasarkan hasil tes ombak 🙏😂