Guys, di tengah semua kekacauan geopolitik dan krisis minyak yang lagi kita bahas ada satu berita kecil dari Jepang yang mungkin luput dari perhatian banyak orang.
Tapi dampaknya bisa mengubah segalanya dalam jangka panjang.
ENEOS perusahaan minyak terbesar Jepang baru berhasil produksi bahan bakar sintetis tanpa minyak bumi untuk pertama kalinya.
Bukan dari kilang.
Bukan dari sumur minyak.
Tapi dari CO₂ di udara dan air.
Teknologinya disebut e-fuel dan ini pertama kalinya berhasil diproduksi di fasilitas demonstrasi mereka di Yokohama.
Skalanya masih kecil tapi signifikansinya besar.
Sekarang mereka baru bisa produksi 1 barel per hari. Seukuran satu drum.
Tapi target mereka 10.000 barel per hari pada 2040.
Dan yang bikin ini menarik bukan angkanya.
Tapi momentumnya.
Berita ini bahkan di-repost langsung oleh Menteri Keuangan Jepang Katayama sinyal bahwa ini bukan sekadar proyek lab kecil.
Ini dapat perhatian di level pemerintahan.
Konteksnya penting banget.
Jepang adalah negara yang 90% minyaknya lewat Selat Hormuz yang sekarang dalam kondisi tertutup akibat konflik Iran.
Iran bahkan baru nawarin safe passage ke kapal Jepang dan Jepang menolak karena tekanan Washington.
Di tengah situasi itulah kabar ini muncul. Dan pesannya jelas
Jepang lagi cari jalan keluar dari ketergantungan minyak.
Dan mereka mulai serius.
E-fuel itu sebenernya apa?
Simpelnya ini bahan bakar yang dibuat dari menangkap CO₂ dari atmosfer, dikombinasikan dengan hidrogen yang dihasilkan dari elektrolisis air, lalu diproses menjadi bahan bakar cair yang bisa langsung dipakai di mesin yang ada sekarang.
Nggak perlu ganti mesin.
Nggak perlu infrastruktur baru.
Langsung kompatibel dengan kendaraan dan pesawat yang sudah ada.
Itu yang bikin e-fuel beda dari listrik atau hidrogen yang butuh revolusi infrastruktur besar-besaran.
Dan ini yang paling menarik dari timing-nya.
Seseorang yang men-quote berita ini bilang sesuatu yang bikin gue mikir
Dalam timeline yang sedang kita jalani sekarang, proses meninggalkan minyak tampaknya mulai terjadi bersamaan dengan proses meninggalkan dolar Amerika.
Dan itu bukan kebetulan.
Krisis Hormuz mendorong negara-negara Asia cari alternatif energi.
Dominasi dolar yang mulai dipertanyakan mendorong negara-negara cari alternatif mata uang cadangan.
Dua pergeseran besar ini berjalan bersamaan dan keduanya menunjuk ke arah yang sama: dunia lagi dalam proses restrukturisasi besar.
Ini masih di tahap eksperimental.
1 barel per hari bukan angka yang mengubah dunia hari ini.
Tapi setiap revolusi energi besar dalam sejarah dimulai dari lab kecil yang awalnya dianggap nggak masuk akal.
Dan Jepang yang posisinya paling terjepit soal energi di kawasan ini rupanya sudah mulai bergerak.
A Spanish scientist have cured pancreatic cancer in mice. The most deadly cancer out there.
People ignoring it and making fun of his birth defect.
A cure in animal models is a huge step closer to a possible cancer treatment in humans.
Thank you, Dr. Mariano Barbacid!
Warga Desa Meunasah Lhok, Pidie Jaya, Aceh, menemukan bangkai gajah sumatera yang tertimbun kayu dan lumpur pada Sabtu (29/11). Temuan ini mengejutkan karena gajah jarang muncul dekat permukiman.
Hewan dilindungi itu diduga hanyut dari kawasan hutan akibat arus deras dan material banjir besar setelah luapan Sungai Meureudu pada Selasa (25/11). Petugas dan warga meyakini gajah terseret banjir hingga terbawa ke area dekat perumahan.
📸: Dok. Antara.
Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik https://t.co/LTFgN0m78w di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu.
#focus #bantusumatera #news #oneliner #prayforsumatera #sumut #sumaterautara #bencanaalam #aceh #sumbar #prabowo #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan
Entah berapa ribu orang lagi yg harus menderita sampai tuan2 mendengar dan menghentikan program bakar uang negara yg bikin sakit generasi emas yang tuan2 elu2kan itu. Keras kepala betul. Macam batu.