Tersangka pemerkosaan dan pembunuhan di Padang Pariaman.
Indra Septiarman, residivis kasus narkoba tahun 2017 dan pencabulan tahun 2013.
Contoh nyata jika pelaku kejahatan dimaklumi hanya karena masih dibawah umur, dia hanya akan mengulangi kejahatan yang sama dikemudian hari
The same thing happens with fashion.
Sewing and liking fashion are seen as feminine activities, but 99% of the great designers are men. It's only "a girl's thing" if she's not financially rewarded for it.
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
Look at the replies and quote tweets. One had 57k likes. 57k. Let that sink in. When Winnie was raped she was hospitalised with 39 injuries. Her rapist was out in 4 years. Every single like is a danger to women.
PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP 7 DOSEN ‼️‼️‼️
TELAH BEREDAR PERCAKAPAN ANTARA IRFAN KHALIS (lagi), RAFI MUHAMMAD, DIPATYA SAKA WISESA, MUNIF TAUFIK, DAN SIMON PATRICH BUNGARAN PANGARIBUAN
BYSTANDER:
MUHAMMAD KEVIN ARDIANSYAH (ketua angkatan)
MUHAMMAD VALENZA RABBANI PUTRA HARISMAN
Melawan rape culture bisa dimulai dengan tidak membiarkan dan menormalisasikan istilah dan jokes seksis misoginis. Cth:
-Cewe pulen
-Tobrut
-Make cewe
-Analogi lelaki kucing perempuan ikan
-Pashmina jahat
-Bungkus cewe
Stop menyamakan perempuan seperti barang.
@bendotbinal@chiquidida Ya semuanya di cancel. Bukan malah menormalisasikan. "Karya" Pfft, pelecehan dianggap karya. "Bikin gini dipikir gampang apa?" Soalnya kalo bikin yg berkualitas, otak kaum kayak lu gak bakal nyampe
@Ash_Archangel@chiquidida Pelecehan never be a joke. Bukan malah masih dinyanyiin. Kalo sadar itu lagu gak bener, stop. Bukan dilanjutkan, dinormalisasikan, dan dibela dgn kata2 "tu mah"
@chiquidida Gila sih, najis banget sama yg ciptain itu lagu cabul, terus sama² orang² yg nyanyiin itu lagu, ku baca lirik nya aja jijik banget mau muntah🤮 @itbofficial kok bisa lagu semenjijikan ini berasal dari mahasiswa kalian? Gak malu kah punya mahasiswa otaknya sekotor itu hah😑