"semoga suatu hari nanti ada seseorang yang datang, melihat segala kekurangan kita, lalu tetap berkata, nggak apa-apa, aku tetap mau di sini.โ
???
bijak bangat dengarnya. tapi berhenti jadi hipokrit. kamu bisa punya kekurangan tanpa perlu jadi orang brengsek.
ah kesal.
suka bangat dengan tulisan ini. I used to be there. emotionally numb. takut jatuh cinta. padahal, love was never the problem.
however, I dont know whether love should be engineered, to chose who we want to love, or is it just naturally and unexpectedly come as random occasions.
Dari pengalaman relationship gue, justru karena gue sering terluka, gue jadi sadar kalau love itself was never the problem. Sometimes, kita cuma memberikan cinta yang tulus ke orang yang belum tahu cara menerima dan mengembalikannya dengan cara yang baik. Padahal mungkin di luar sana ada banyak orang yang sebenarnya butuh dicintai, but they simply don't know how to love someone back without hurting them.
So no, I don't want my past experiences to convince me that love is bad. Gue tahu rasanya memberikan everything I could, patience, effort, care, understanding and still ending up hurt. Tapi itu nggak mengubah fakta bahwa gue mampu mencintai seseorang dengan tulus.
At this point, gue nggak lagi mencari seseorang hanya karena ingin dicintai. I just believe that if two people meet at the right stage of their lives, with enough maturity and self awareness, love can feel less like a struggle and more like something we both know how to take care of.
Dari pengalaman relationship gue, justru karena gue sering terluka, gue jadi sadar kalau love itself was never the problem. Sometimes, kita cuma memberikan cinta yang tulus ke orang yang belum tahu cara menerima dan mengembalikannya dengan cara yang baik. Padahal mungkin di luar sana ada banyak orang yang sebenarnya butuh dicintai, but they simply don't know how to love someone back without hurting them.
So no, I don't want my past experiences to convince me that love is bad. Gue tahu rasanya memberikan everything I could, patience, effort, care, understanding and still ending up hurt. Tapi itu nggak mengubah fakta bahwa gue mampu mencintai seseorang dengan tulus.
At this point, gue nggak lagi mencari seseorang hanya karena ingin dicintai. I just believe that if two people meet at the right stage of their lives, with enough maturity and self awareness, love can feel less like a struggle and more like something we both know how to take care of.