gue tuh males banget sm romcom" skrng karena pasti ada sex scene atau yg menjurus 21+ kyk bisa gasi romcom yg full unyu tanpa gituan, boom tbtb felm ini rilis dan GUE SUKA BANGET. Bahkan kiss scene cmn 1 dan diujung
A reporter asked Lamine Yamal how he handles the pressure of carrying Spain at 18. His answer: my mother had me when she was 16, that's real pressure. My father picked things off the street to bring food home, that's pressure. All I have to do is play football.
That's the whole story of who he is, and most fans only know the surface of it.
Before he was born, his teenage parents fell behind on rent. Two neighbors named Lamine and Yamal covered them, and his father vowed his son would carry both names forever. His legal name is a permanent record of a debt his family couldn't repay in money. In Arabic, the names mean "the trustworthy" and "beauty."
His parents split when he was around 5. His mother raised him in Granollers on a fast food wage. And here's the detail almost nobody knows: that job is the reason he became a footballer. Through work she met the daughter of the youth coordinator at CF La Torreta, his first club. When she worried she couldn't cover the fees, he told her that if the boy wants to play, money will never be the reason he can't.
As a kid, Lamine told his parents: if you're counting on me getting a normal job, we're in trouble. But if I become a footballer, you'll never have to worry again.
He signed with Barcelona at 7. He was right by 15.
Every goal, he flashes 304 with his fingers. The end of 08304, the postal code of Rocafonda, the neighborhood where strangers paid his family's rent before he existed. It gets credited on every goal since.
Today, at 19, he plays for the World Cup. And if he scores tonight, somewhere in the biggest broadcast on Earth, two neighbors will hear their names, and a postal code will flash on 2 billion screens.
habis nyimak podcast nikita willy dan teh qoonit, ada salah satu kalimat yang rasanya kayak nyess banget:
“bahagia itu bisa kita upayakan, bisa belanja, bisa makan, bisa jajan, bisa jalan-jalan, tapi kalau rasa tenang itu cuma bisa Allah swt yang menurunkan”🥹🫶
BUNDANYAA AZKA KEREN BANGEETT!!😭🫶
Kebayang banget jadi ibu 3 anak, ga ada ART, di LN. Dan masih bisa buka kelas online dari tahun 2007, jaman itu lhooo 😭🫶
https://t.co/tZMvjN6nyV
Profil Mohammad Azka Hafizh Adziman (Azka), mahasiswa Oxford, pernah S1 hanya dalam tiga tahun dengan predikat First-Class Honours, setara IPK 4,00/4,00, yang kini jadi peserta Clash Of Champions Season 3:
- Mohammad Azka Hafizh Adziman (Azka) lahir di Bandung, 5 Desember 2004.
- Mahasiswa University of Oxford jurusan Engineering Science dengan spesialisasi Information Engineering.
Berhasil menyelesaikan jenjang S1 hanya dalam tiga tahun dengan predikat First-Class Honours, setara IPK 4,00/4,00.
- Saat ini melanjutkan program integrated master's, yang menggabungkan jenjang S1 dan S2 dalam satu rangkaian studi.
- Akan memasuki tahun keempat untuk menyelesaikan studi magisternya di Oxford Robotics Institute.
- Menjadi salah satu peserta Clash of Champions (COC) Season 3 Batch 8.
- Memiliki prestasi akademik yang menonjol di bidang fisika dan kimia.
- Meraih BPhO Round 1 Top Gold Award (2023).
- Meraih BPhO Round 2 Silver Award (2023).
- Meraih UK Royal Society of Chemistry Olympiad Gold Award.
- Meraih Cambridge Chemistry Challenge Lower Sixth Gold Award (2022).
- Meraih Isaac Physics Senior Physics Challenge Diamond Award (2022).
- Menghabiskan masa kecil dan pendidikannya di beberapa negara, yakni Jepang, Wales, dan Inggris, sebelum keluarganya kembali menetap di Jakarta.
- Kini menjalani aktivitas dengan bolak-balik Inggris–Indonesia selama menempuh pendidikan.
Ni aku kasih gambaran menu sbg mantan karyawannya wkwk
Nasi goreng, nasi goreng spesial, modern, sosis, seafood, kepiting, pete, itu sama aja cuma beda di topping. Spesial telur ceplok, modern telur dadar dan ada sawinya.
Halo, presiden biadab @prabowo. Saat mengundang 7 pemred kenamaan ke Hambalang sampean dicecar perihal keberlanjutan embege di saat negara berpotensi menghadapi problema moneter dan fiskal karena perang yang berkecamuk di timteng. Dengan lantang sampean mengatakan, "Tetap saya jalankan! Lebih baik saya memberi makan rakyat saya daripada uang itu dikorupsi!"
Lihat ini. Pemberian makan sampean tak sesuai target, tak bergizi, yang diamanahkan ketahuan basah korupsi, dan ekonomi negara yang sampean pimpin carut-marut!
Mundur!
Kayaknya ya, semalesnya orang sholat tuh muscle memori bakal inget kalau pandangan harus ke arah sujud ke bawah. Bukan dangak dangak digaspol dangak dangak
Waktu aku keterima beasiswa lanjut S2. Mamaku sibuk nyuciin tas dan bapakku ngelemin sepatuku depan rumah.
Terus ada tetangga iseng biasa basa-basi "ngapain pak banyak banget ini?".
🧓Bapak gue
🧔🏻♂️Tetangga gue
🧓 : "Iya ini benerin barang imel soalnya mau lanjut kuliah s2 biar bisa dibawa gausah beli lagi"
🧔🏻♂️ : "Kuliah s2 kan mahal pak"
🧓 : "Alhamdulillah dapet beasiswa pak dari kementrian keuangan" (bapak gue gatau LPDP taunya itu)
🧔🏻♂️ : "Ohhh iya itu *nyebutin nama anaknya* juga dapet beasiswa lanjut S2-S3 juga bisa tapi ga diambil. Wong semuanya dikasih beasiswa"
*Dia nyebutin beasiswa dari salah satu univ swasta*
🧓 : "Oh ya, saya ga paham. Dia mah apa apa ngurus sendiri"
🧔🏻♂️ : "Iya ngapain, mending kerja. Anak saya aja ga pernah ngambil"
Abis itu bapak gue nanya ke gue. Gue jelasin aja perlahan.
Najis bgt party pooper gabisa liat orang seneng😒😒
Ga lama gue denger obrolan bapak bapak kumpul. Ada satu bapak2 yang cerita abis makan ramen di mall, trs dia rekomendasiin tempat makan itu ke yang lain. Trs bapak gue bilang "oh saya udah pernah coba dulu ditraktir anak saya".
Waktu itu memang kami ditraktir kakakku abis gajian. Terus bapak bapak itu bilang
"Masa sih? Beda kali. Pak mono mah makan mie itu bukan ramen. Emangnya pernah makan ramen? udah pernah ke smb?"
Bapak gue sampe ngomong ngeyakinin dia kaya ga terima bapak gue pernah makan disitu.
"Masa sih pernah kesitu?" Berkali kali nanya ga yakin dan ga percaya bapak gue ke mall. Astaga.
YaAllah memang kami ni hidup dari saya kecil sampe besar bukan orang kaya. Tapi setelah kerja gue dan kakak gue berusaha banget ngasih experience dan nyobain hal yang orang lain biasa coba buat ortu.
Sejak itu kalo pergi ke suatu tempat, gue yang rajin bikin story di wa mama bapak gue. Emang kalo kehidupan kita jadi lebih baik gaboleh apa ya...