🚨 NEW : Aliansi suporter Chelsea, Man United, Man City, Liverpool, serta PSG di Kenya menggelar parade bus terbuka di Nairobi untuk merayakan kekalahan Arsenal di final Liga Champions. 🫵😹
Eric Omondi (komedian Kenya yang sekaligus fans Man United) disebut yang memprakarsai acara ini.
Ia yang menyewa bus terbuka, membawa DJ, sound system, dan menghias bus bertuliskan “Champions of Europe”.
📸 via @oyimzy
Liverpool FC can confirm Arne Slot is to depart his role as head coach with immediate effect and that the process to appoint a successor is under way.
He leaves with a Premier League title to his name and our deepest gratitude and appreciation.
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Pernah liat di thread. Berita internasional, kunjungan presiden RI yg maraton, multi negara.
Ada org luar komen dlm english. Intinya krg lbh dia blg:
"Percuma gencar promosiin investasi di negerimu. itu bos gojek yg konsepnya revolusioner, buka jutaan lap kerja, idenya ditiru bnyk negara, malah masuk pengadilan krn tuduhan berbau kriminalisasi,
pdhl dia asli bangsamu sndri.
Mana ada investor mau percaya naruh duit di negerimu dg kondisi hukum yg tdk pasti. Mending ke SG, MY, atau vietnam"
cc:alrogritm
Guys, ada teknologi yang sedang disiapkan hampir semua bank sentral di dunia termasuk Bank Indonesia dan kalau lo tidak memahaminya sekarang, lo akan terkejut ketika tiba-tiba lo menyadari cara lo menggunakan uang sudah berubah total tanpa lo sadari.
Namanya CBDC Central Bank Digital Currency. Di Indonesia wujudnya disebut Rupiah Digital.
Apa itu CBDC dan bedanya dengan yang sudah ada:
CBDC bukan mobile banking.
Bukan e-wallet.
Bukan kripto.
Mobile banking dan e-wallet seperti GoPay atau OVO adalah saldo digital yang dikelola oleh lembaga keuangan swasta bukan uang langsung, tapi klaim terhadap uang yang disimpan di bank. Kalau banknya bermasalah, saldo lo ikut bermasalah.
CBDC adalah uang digital yang diterbitkan langsung oleh bank sentral setara dengan uang kertas dan uang logam, tapi dalam format digital. Nilainya sama persis dengan rupiah biasa, statusnya sah secara hukum, dan tidak bergantung pada perantara swasta.
Secara konsep ini terdengar bagus.
Tapi di sinilah cerita yang sebenarnya dimulai.
Kenapa banyak negara membuatnya dan alasannya masuk akal:
Pertama, efisiensi transaksi. Transfer internasional hari ini masih bisa butuh berhari-hari dan biayanya mahal karena melalui banyak perantara.
Dengan CBDC, transaksi lintas negara bisa selesai dalam hitungan detik dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Kedua, inklusi keuangan. Masih ada jutaan orang Indonesia yang tidak punya rekening bank karena lokasi terpencil, tidak punya dokumen lengkap, atau biaya administrasi.
Dengan CBDC, secara teoritis seseorang cukup punya perangkat digital untuk langsung terhubung ke sistem keuangan resmi.
Ketiga, transparansi dan antikorupsi. Setiap transaksi CBDC tercatat dalam sistem digital secara teoritis membuat pencucian uang dan korupsi jauh lebih sulit karena aliran dana bisa dilacak.
Keempat, persaingan geopolitik. Ketika sektor swasta dengan mata uang kripto dan fintech mulai menggeser peran bank sentral, negara-negara berlomba mengembangkan CBDC agar tetap mengendalikan sistem moneter mereka sendiri.
Tapi ini yang jarang dibahas dan ini yang paling penting:
CBDC bukan sekadar uang yang lebih canggih. CBDC adalah uang yang bisa diprogram.
Dan inilah perbedaan yang mengubah segalanya.
Uang tunai yang lo pegang sekarang adalah netral.
Lo bisa pakai untuk beli apa saja, kapan saja, di mana saja, kepada siapa saja tanpa ada yang bisa menghentikan atau mengaturnya dari luar.
CBDC membuka kemungkinan di mana uang bisa diberi aturan yang mengikutinya. Beberapa skenario yang secara teknis memungkinkan:
Uang bisa diatur hanya bisa digunakan untuk jenis pembelian tertentu. Bayangkan subsidi pemerintah yang hanya bisa dipakai untuk beli bahan pokok, tidak bisa untuk rokok atau judi di atas kertas terdengar bagus. Tapi siapa yang menentukan kategorinya?
Uang bisa diberi tanggal kadaluarsa untuk mendorong konsumsi. Kalau tidak dipakai dalam 30 hari, hilang. Pemerintah bisa memaksa perputaran ekonomi dengan cara ini.
Uang bisa dibatasi secara geografis hanya bisa dipakai di wilayah tertentu.
Dan yang paling mengkhawatirkan: akses seseorang ke uangnya sendiri bisa dihentikan secara instan tanpa proses hukum, tanpa peringatan, tanpa prosedur administratif yang panjang.
Kasus nyata di Nigeria bukan teori kosong:
Nigeria adalah salah satu negara pertama yang meluncurkan CBDC secara resmi pada 2021 dengan nama eNaira. Dan yang terjadi sangat instruktif.
Untuk mendorong masyarakat pindah ke sistem digital, bank sentral Nigeria membatasi penarikan uang tunai secara drastis.
Hasilnya: terjadi kelangkaan uang tunai di berbagai wilayah, sementara sistem digital eNaira belum cukup siap dan dipercaya masyarakat.
Protes pecah di berbagai daerah bukan karena menolak teknologi, tapi karena pilihan mereka untuk bertransaksi secara bebas tiba-tiba dipersempit.
Ini menunjukkan satu hal yang sangat penting: ketika sistem keuangan digital terpusat dan uang tunai dipersulit, masyarakat kehilangan pilihan untuk bertransaksi secara bebas.
Dan ketergantungan pada sistem yang dikontrol satu pihak menjadi sangat tinggi.
Efek psikologis yang tidak kentara tapi nyata:
Ada konsep yang disebut chilling effect efek pendingin.
Ketika seseorang tahu setiap transaksinya dipantau, dia akan mulai mengubah perilakunya bukan karena melanggar hukum, tapi karena tidak nyaman diawasi.
Lo akan lebih berhati-hati beli buku apa, menyumbang ke organisasi mana, membeli barang apa karena semuanya tercatat dan berpotensi dinilai oleh sistem atau otoritas.
Electronic Frontier Foundation dan ACLU di Amerika sudah lama memperingatkan ini: catatan keuangan adalah data yang sangat pribadi.
Pembelian buku, donasi ke kelompok tertentu, pembelian materi protes semua ini bisa menjadi bukti yang digunakan untuk melacak, memprofilkan, bahkan menangkap seseorang jika sistem memungkinkan akses tanpa prosedur hukum yang ketat.
Yang menentukan semua ini bukan teknologinya tapi siapa yang mengendalikannya:
CBDC bukanlah teknologi yang secara otomatis buruk.
Teknologi adalah netral. Yang menentukan apakah CBDC menjadi alat pembebasan atau alat kontrol adalah dua hal: regulasi yang mengaturnya, dan sistem politik negara yang menerapkannya.
Di negara dengan sistem checks and balances yang kuat, dengan peradilan yang independen, dengan mekanisme pengawasan yang benar-benar bekerja CBDC bisa menjadi sistem keuangan yang lebih efisien dan inklusif.
Di negara dengan kekuasaan yang terpusat, peradilan yang lemah, dan tidak ada mekanisme pengawasan yang efektif CBDC memberikan otoritas kemampuan kontrol atas ekonomi individu yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah manusia.
Apakah uang tunai akan hilang?
Belum tentu dalam waktu dekat dan banyak bank sentral, termasuk desain CBDC yang lebih matang, memposisikan uang digital sebagai pelengkap bukan pengganti uang tunai.
Tapi ada dinamika yang perlu diperhatikan: ketika masyarakat semakin terbiasa dengan digital dan uang tunai semakin tidak praktis digunakan uang tunai bisa menghilang bukan karena dilarang, tapi karena ditinggalkan.
Dan uang tunai hari ini adalah satu-satunya bentuk uang yang benar-benar anonim. Begitu perannya menyusut, ruang untuk bertransaksi tanpa jejak ikut menyempit.
CBDC hampir tidak terhindarkan sebagai bagian dari arus digitalisasi global. Pertanyaannya bukan lagi apakah ini akan terjadi, tapi bagaimana desainnya, siapa yang mengendalikannya, dan apa batasan yang diberlakukan untuk melindungi privasi dan kebebasan individu.
Sebagai warga negara, ini adalah pembahasan yang harus lo ikuti bukan hanya urusan teknisi atau ekonom. Karena pada akhirnya yang dipertaruhkan adalah hubungan antara lo sebagai individu dengan uang lo sendiri dan sejauh mana negara bisa mengatur, membatasi, atau menghentikan akses lo terhadapnya.
Dongeng yang lebih gila dari Leicester City di Premier League. 🤯
Inilah juara liga Swiss musim 2025/26, FC Thun, yang gilanya? Mereka adalah tim promosi yang baru saja kembali ke Swiss Super League musim lalu setelah menghabiskan lima tahun berkompetisi di divisi kedua.
Saat memulai musim 2025/2026, target realistis klub hanyalah bertahan di liga karena mereka memiliki skuad dengan anggaran termurah kedua di liga.
Eh bukan hanya bertahan, mereka tampil sensasional dan malah bablas menjadi juara liga.
Ini menjadi trofi mayor PERTAMA dalam 128 tahun sejarah mereka. 🏆🇨🇭👏
Top 10 UMK Terendah 2026
1. Banjarnegara → Rp 2.327.813
2. Wonogiri → Rp 2.335.126
3. Sragen → Rp 2.337.700
4. Blora → Rp 2.345.695
5. Pangandaran → Rp 2.351.250
6. Banjar → Rp 2.361.241
7. Kuningan → Rp 2.369.380
8. Ciamis → Rp 2.373.644
9. Rembang → Rp 2.386.305
10. Temanggung → Rp 2.397.000
Note: banyak pekerja masih di bayar setengah dari umk seharusnya.
Kalo penyelidikan udah selesai, MOTOR BOLEH DIAMBIL GRATIS. jangan mau suruh bayar. Lu cukup bawa Ktp, STNK sama BPKB (kalo udah lunas) buat ambil motor ntu.
Kalo dikenakan biaya, tanyain dasar hukumnya apa, laporin ke atasan penyidik, masih ngeyel juga laporin aja ke propam, polda sekalian. Pungli tuh. Telpon 110, nomor itu busa buat pengaduan pungli, telpon langsung depan dia yang minta duit.
Ini tuh dulu buatan istri pak Soeharto. Supaya ibu negara gak kesepian, biar ada kegiatan.
Jadi dibuatlah perkumpulan istri2 dari abdi negara. Bhayangkari buat istri polisi. Persit buat istri tentara
Jadi, ini warisan Orba yang masih dipake sampe sekarang.
Tujuannya? Ya buat ajang pamer kalo suaminya abdi negara.
Buat para people pleaser, saya menemukan kutipan yang bagus banget dari Quora.
"Jangan terlalu menimbang rasa sungkan.
Hingga ubi yang kau tanam di ladangmu sendiri enggan kau nikmati demi menjaga perasaan seekor babi."
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Gak mandi
Mandi itu pola konsumsi kapitalistik. Beli pasta gigi, sampo, sabun dll. Kerapihan juga merupakan tekanan sosial untuk bisa membaur ke peradaban. Wangi dan bersih hanyalah konstruksi sosial buktinya binatang tidak butuh sabun lalalalalala.
Dalam zine ini sy ingin menyampaikan bahwa gedebrasgedebrus wawawafufufafalalalolo