Jika benar informasi yang beredar bahwa tindakan ini dipicu oleh dugaan ART memukul anak majikan, tetap saja penyelesaian melalui kekerasan bukanlah jalan yang tepat. Semua pihak berhak mendapatkan proses yang adil sesuai hukum yang berlaku. Semoga kebenaran segera terungkap dan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk mengedepankan penyelesaian yang bijaksana.
Setelah review laporan keuangan Q126,
Menurut saya yang kondisi nya lagi bagus adalah
$PGEO
$ESSA
$PWON
Fundamental keuangan sehat,
Laba nya bagus
Valuasi lagi di harga wajar
Terutama untuk $PWON,
udah murah, udah cakep
Saya mau cicil $PWON pelan2
Disclaimer on
Apakah secara historis reversal dari bottom harus didukung foreign net inflow?
IHSG naik 7,6% Selasa dan 2,7% Rabu.
Asing? Masih net sell Rp 2,45 T dan Rp 3,13 T.
Banyak yang menyimpulkan Asing masih buang barang atau ini rally ini palsu.
Sounds logical.
Tapi premisnya layak diuji dengan data.
Apakah flow Asing/Domestik ini relevan dalam menentukan ini reversal atau bukan?
Saya backtest 4 crash terbesar IHSG: GFC 2008, Taper Tantrum 2013, koreksi 2015, dan COVID 2020.
Tiga dari empat reversal dimulai saat asing masih net sell.
Di 2013 dan 2015, kumulatif flow bahkan masih negatif di bulan keenam, padahal index sudah naik 15โ16%.
Inflow besar baru datang di bulan ke-5 sampai ke-12, setelah recovery terbentuk.
COVID paling ekstrem: IHSG naik 56% dalam 12 bulan, dan sepanjang itu asing tetap kumulatif net sell sekitar Rp 27 T.
Asing baru berbalik net buy bulanan pertama kali November 2020, saat index sudah jauh di atas bottom.
Apakah ini berarti 8 Juni sudah pasti THE bottom?
Tidak ada yang bisa menjamin itu, termasuk saya.
Yang bisa dikatakan dengan jujur: rebound dua hari ini terjadi di atas turnover yang naik (Rp 21,7 T โ 28,0 T โ 31,7 T), breadth-nya lebar, dan absennya foreign inflow bukan alasan valid untuk mendiskreditkan rally, karena secara historis memang tidak pernah jadi prasyarat.
Satu catatan lagi yang jarang dibahas. Label "asing" di data bursa itu flag pada order broker, bukan beneficial ownership.
Dengan makin umumnya struktur nominee dan jasa "masking" kepemilikan.
Garis pemisah antara "real" foreign vs domestic makin kabur.
Watch the tape, not the nationality flag on it.
@TradingDiary2@prabowo Pidato dan rencananya bagus, semoga eksekusinya jelas dan benar. Tolong lebih banyak mendengar suara rakyat dari pada bisikยฒ pejabat bapak.
Aku baru baca ini,
Hasil survey dari Policy Research Center (Porec)
Judulnya "Siapa yang diuntungkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)"
Silahkan kita baca hasil penelitiannya, yang sebenernya hasilnya tidak mengagetkan namun melegitimasi dan mengkonfimasi asumsi kita.
1. CBRE beli kapal besar bernama HAI LONG 106 (sekarang namanya jadi Gunanusa Hai Long 106) dengan harga sekitar USD 100 juta (Rp 1,6 โ 1,9 triliun).
Kapal ini dijual oleh
Hilog Shipping Holding Limited (HSHL) ini pemilik asli kapalnya.
2. CBRE gak punya duit cash banyak, jadi mereka pakai โconvertible promissory noteโ (semacam surat utang yang bisa diubah jadi saham).
Mereka terbitkan note (utang) ke beberapa pihak terkait untuk bayar kapal secara non-cash (tanpa keluar uang tunai dulu).
Pihak-pihak yang kasih note ini
- HSHL (pemilik kapal) sekitar USD 25 juta
- PT Saga Investama Sedaya (SIS) sekitar USD 12,5 juta
- Yafin Tandiono Tan (Direktur Utama PT Superkrane Mitra Utama/ SKRN) sekitar USD 11 juta
- PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) sekitar USD 6,5 juta
Jadi total note sekitar USD 55 juta untuk down payment.
3. Setelah itu, CBRE mau Rights Issue Rp 1,9 triliun.
Tujuannya
- Bayar sisa utang ke pihak-pihak di atas (konversi utang jadi saham).
- Beli kapal tambahan.
- Modal kerja.
Dalam RI ini
- Pemegang saham lama utama PT Omudas Investment Holdco (pemilik pengendali CBRE, sekitar 61% saham sekarang, dimiliki oleh Suganto Gunawan & Suminto Husin Giman) tidak ikut bayar. Mereka alihkan haknya ke pihak-pihak note holder di atas.
- Akibatnya, pihak-pihak yang kasih note tadi bisa tukar utangnya jadi saham baru dengan harga murah (diskon).
- Uang cash yang masuk ke CBRE sebagian besar dari ritel yang ikut beli saham RI.
Intinya
- Kapal masuk ke aset CBRE.
- Pihak Hilog, Saga, Yafin, dan SKRN jadi pemegang saham besar di CBRE dengan modal yang โmurahโ (hanya tukar utang/note).
- Pemilik lama (Omudas) kepemilikannya terdilusi banget, dari 61% bisa turun jadi sekitar 16%.
- Ritel yang kasih duit untuk โbayarโ kapal.
kalau yg udah cenblu mau dapat 500 an follower cenblu, kalau mau monetized (digaji x)
postingan ini di rt di like di comment dan follow saya dan semua teman2 yg comment di posting ini yg lain akan do the same
saling follow dan folbek akun cenblu yg di reply postingan ini. ingat SABAR jgn marah kalau agak lambat di folbek
soalnya sering kena limit harus dikit2
gitu cara dapat cenblu follower dan impression
dan sebisa mungkin comment di akun2 orang supaya dapat impression tercapai 5jt