⠀⠀
⠀⠀ ⠀⠀ ⠀⠀ 𝙃𝙖𝙖𝙖𝙖𝙖𝙖𝙖𝙞.ᐟ 💗
aku.ᐣ oh.ᐟ nama aku 𝗰͟𝗹͟𝗮͟𝗿͟𝗮. aku suka warna 𝑝͟𝑖͟𝑛͟𝑘 🎀 aku suka 𝑚͟𝑒͟𝑟͟𝑎͟𝑗͟𝑢͟𝑡 🧶 aku suka yang 𝑙͟𝑢͟𝑐͟𝑢͟-𝑙͟𝑢͟𝑐͟𝑢.ᐟ
⠀⠀ ⠀⠀ ⠀⠀ 𝙎𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙡.ᐟ
⠀⠀
Menatap lekat bagaimana paras itu terlihat sempurna. Tanpa cacat. Tumbuh dari gadis lugu dengan pipi lucu, menjadi seorang gadis yang amat cantik.
Teramat cantik hingga membuat dadanya bergemuruh, nyaris terasa seperti amarah.
“Aku boleh duduk bareng kamu nggak? Aku tadi masuk kelas terus liat kamu lucu bangeeeet, aku jadi mau kenalan,” ujarnya, “oh, iya. Aku Clara, kalo kam—IHH, TAS KAMU JUGA LUCU BANGEEET. Kamu semua semuanya lucu, yaaa? Oh, ya, sorry, kamu siapa namanya?”
|| @MUDBL00M.
“Aku boleh duduk bareng kamu nggak? Aku tadi masuk kelas terus liat kamu lucu bangeeeet, aku jadi mau kenalan,” ujarnya, “oh, iya. Aku Clara, kalo kam—IHH, TAS KAMU JUGA LUCU BANGEEET. Kamu semua semuanya lucu, yaaa? Oh, ya, sorry, kamu siapa namanya?”
|| @MUDBL00M.
Tentu saja bukan masalah! Ia bisa duduk di samping orang itu. Berbagi pusat perhatian rasanya tidak terlalu buruk.
⠀⠀ ⠀“Haaaaai!” Senyum cerah dan lebar—sangat lebar, begitu lebar, amat lebar—kembali muncul, menyapa gadis yang duduk di tempat incarannya.
tetapi juga validasi! Validasi, validasi, validasi—itu penting, sangat penting, paling penting! Clara harus tahu bahwa ia cantik dan tidak seperti ondel-ondel di siang bolong!
|| @erugone
atau merasa muak sebab penampilan tak kunjung seperti yang ia bayangkan—tetapi karena menyadari bahwa di sampingnya ada sesosok manusia lain yang bisa dimintanya 𝘷𝘢𝘭𝘪𝘥𝘢𝘴𝘪.
⠀⠀ ⠀Duh, tentu saja! Pertanyaan itu hadir fungsinya bukan semata-mata untuk meminta pendapat—