homofobia, classis, rasis, dan segenap ideologi menindas lain, menuntut tiap-tiap individu minoritas menjadi representasi atas kelompoknya. apapun kesalahan yang mereka lakukan, dosa itu gak akan ditanggung sendiri, tapi harus dilimpahkan kepada kelompok.
misal ada satu laki-laki gay, melakukan pelecehan, maka semua laki-laki gay adalah pemerkosa. apabila satu orang timur minum dan berulah, maka semua orng timur adalah pemabuk dan tukang bikin rusuh.
hal ini tidak terjadi pada mayoritas. dosa terorisme tidak ditanggung semua muslim(kecuali di dunia barat di mana islam adalah minoritas), dosa laki-laki pemerkosa tidak ditanggung semua laki-laki, dan sebagainya, dan sebagainya.
logika asosiasi pendek begini sama persis dengan bagaimana negara memandang masyarakat: pendemo adalah pembuat masalah. maka polisi akan menghukum seluruh demonstran berdasarkan kesalahan paling buruk yang dilakukan individu. lalu kemudian, kita dituntut untuk melihat hal paling baik yang dilakukan satu polisi atau politisi, lalu memukul rata semuanya berdasarkan kesolehan insignifant tersebut.
logika penindas, di mana pun dan di aspek kehidupan apapun, sama saja.
barusan, aku nge-unfollow satu orng di instagram dengan bio bertuliskan begini: ideolog, penulis, melawan sejak dalam pikiran. ybs bahkan menulis tentang kapitalisme.
lalu postingannya begini.
Arif kecelakaan. 1 ton telur tumpah.
Warga yang datang bukan mengangkat , tapi mengambil.
Sampai 1 peti, 2 peti. Sampai habis.
Arif rugi Rp26 juta. Itu modalnya.
Orang yang menjarah bukan jahat dari lahir.
Mereka miskin dari sistem yang sudah lama membiarkan mereka begitu.
Tapi korbannya tetap Arif , pedagang kecil juga.
Kemiskinan yang dikelola buruk akhirnya memakan sesamanya sendiri.🥲
Yang punya ide, yang melaksanakan, dan yang mendukung, semuanya idiot. Negara diobrak-abrik oligarki dan militer mereka malah cosplay jadi fasis? Goblok.
Kalian ga curiga kah, gerakan anti lgbt yg tiba2 meluas & masif ini digerakkan oleh siapa & untuk apa ? Screenshot di kanan bisa jadi clue siapa sebetulnya sasaran utamanya. Dari info yg gw denger, ada kubu yg ga sabar nunggu 2029 dan menggunakan segala cara utk menumbangkan gemoy dgn cara “organik” melibatkan masyarakat. Btw penempatan si buna (yg adalah utusan geng oslo) di samping gemoy dari awal tugasnya mencitrakan bhw si gemoy itu lgbt, spill sana sini, & sengaja gemulai di depan kamera
Btw, ternyata banyak orang yang clueless tentang berita sama sekali.
Ada loh yang gak tau kalau Nadiem divonis kemarin.
Ada loh yang gak tau kalau mahasiswa demo MBG itu karena pemborosan anggaran 1.2 triliun per hari.
Ada loh yang gak tau kalau Dadan ditangkap kejaksaan karena korupsi BGN.
Gimana caranya biar orang-orang tuh ngikutin, ngerti konteks, sampai tau apa yang sebenarnya terjadi itu susah.
Apa lagi di grassroot. Yang di pikirannya hari ini makan apa dan besok makan apa.
Semua itu abstrak buat mereka.
Aldi Taher menurut gw sekarang lo harus stop ya kata gw.
Sumpah, kata kata ini yang keluar dari pembaca Al-Quran gw tanya?
Ini kata kata yang keluar dari mulut orang yang memuliakan ibunya?
Kemarin lu udah blunder soal nyuruh korban pelecehan buat nikah, sekarang ini lo senggol Baskara Putra.
Tolong dong siapapun jadi admin sosmednya Aldi Taher. Semakin kesini males gue ngeliat dia blunder mulu.
Udah bagus branding lo kemaren ya Aldi Taher, fokus jualan aja sama entertain. Kurang2in ngatain orang.
🇮🇩 Pajak buku di Indonesia : 12%
🇲🇾 Pajak buku di Malaysia : 0%
🇬🇧 Pajak buku di Inggris : 0%
🇮🇳 Pajak buku di India : 0%
Di mana bumi dipijak, di situ rakyat dipalak 🙏🏻
Akun @cabinetcouture_idn di Instagram yang spill harga outfit pejabat sudah diblokir oleh Komdigi.
Di keterangannya tertulis dibatasi atas permintaan legal Komdigi.
Ini mengingatkan pada Nepal.
Sebelum kerusuhan Gen Z pecah, akun-akun medsos ramai membongkar gaya hidup keluarga pejabat lewat hashtag #PoliticiansNepoBabyNepal, #NepoKids, dan #NepoBabies: outfit mahal, mobil, liburan luar negeri, sekolah elite.
Isunya cepat melebar karena publik melihat keluarga elite hidup terlalu nyaman, sementara anak muda biasa susah kerja dan banyak yang harus jadi pekerja migran.
Saat itu pemerintah Nepal memblokir 26 platform medsos, yang justru menjadi pemantik kemarahan GenZ hingga terjadi kerusuhan.
Pejabat Indonesia seharusnya belajar dari Nepal.
Alih-alih membatasi akun yang menaruh price tag pada gaya hidup elite, mereka seharusnya lebih peka untuk tidak mempertontonkan kemewahan di tengah hidup warga yang makin berat.
Di zaman medsos, pemblokiran tidak membuat isu hilang, tapi justru membuat publik makin ingin tahu apa yang sedang ditutup-tutupi.
Tahun 2023 Rocky Gerung pernah nyebut Jokowi "bajingan tolol" sampai dipolisikan PDIP.
Bandingin sama kritiknya ke Prabowo? Main aman di evaluasi kebijakan yang masih terjaga jaraknya kritik nyalahin ke level menteri aja.
Ya bukan kebetulan jg, kalau ditelusuri lingkaran intelektual yang membesarkan Rocky. Dari 1987 dia udah jadi kepala Sekolah Ilmu Sosial di bawah Yayasan Padi dan Kapas, yayasan bikinan Dr. Sjahrir, ekonom yang jadi rekan dekatnya selama puluhan tahun.
2025 yayasan itu direaktivasi jadi Yayasan Padi Kapas Indonesia, digerakkan Luhut, Pandu Sjahrir (anak Dr. Sjahrir), dan Chatib Basri, dengan Rocky ikut hadir lagi di panggungnya.
Yang jarang diketahui publik, lingkaran ini ternyata udah bersinggungan sama keluarga Prabowo sejak lama, meski bukan lewat Rocky langsung. Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo, adalah pemilik perusahaan konsultan Indo Consult.
Dr. Sjahrir, sosok sentral di lingkaran intelektual Rocky, pernah kerja di Indo Consult selama 6-7 tahun di bawah bimbingan langsung Sumitro. Jadi jauh sebelum Rocky dan Prabowo saling kenal secara politik, lingkaran yang membentuk cara berpikir Rocky itu udah pernah berada di bawah pengaruh keluarga Djojohadikusumo.
Dari situ, kelihatan bahwa relasi Rocky-Prabowo bukan sekadar kedekatan personal dua individu, tapi tumpang tindih dua lingkaran elite lama, satu jalur intelektual-ekonom lewat Yayasan Padi Kapas, satu jalur politik-bisnis lewat Indo Consult.
Dalam istilah zaman sekarang, Rocky itu bagian dari "family and friends"-nya Prabowo, bukan pengamat netral yang kebetulan pernah bersinggungan.
genuinely hard to stomach, that in addition to all their crimes, the fact that isr*el has been relentlessly bombing palestine, releasing tonnes of Co2 in the air & has absolutely had a hand in an accelerating global warming, yet there are not and will be no consequences for them
Kalian masih bisa mengakses laman komisaris BUMN yang disembunyikan dengan WayBackMachine yang disediakan archive[dot]org.
Silakan cek gambar yang saya captured di bawah.
Kaget bukan kepalang, ternyata laman komisaris di beberapa situs BUMN benar-benar telah dihapus (atau di-private?).
Sebagai profesional yang pernah bekerja di KADIN (Kamar Dagang dan Industri), saya pernah punya pengalaman dengan komisaris-komisaris BUMN yang tak berkompeten seperti ini.
Tapi belum pernah saya lihat mereka sekuat tenaga menghilangkan jejak komisaris itu di laman resmi, atau meminta surat kabar menarik tulisan soal komisaris problematik itu.
Jadi, menghapus jejak seperti ini adalah pengalaman baru bagi saya.
Tapi pertanyaan yang menarik: kenapa birokrasi mereka justru melakukan itu? Logikanya, jika penyakitnya adalah meletakkan orang salah di sebuah jabatan, ya, tinggal dicabut saja orang itu.
Namun, birokrasi BUMN punya logika terbalik: yang dilakukan ketika ada penyakit justru menyembunyikannya, seperti kata Mas @aik_arif.
Pertama, pihak BUMN pasti tahu bahwa komisaris seperti ini tidaklah kompeten, lawong “orang titipan”. Tapi, kan, publik belum tentu tahu kalau mereka tidak kompeten.
Dengan menyembunyikan nama-nama mereka di laman resmi, maka risiko sorotan media dan tekanan publik akan berkurang drastis.
Tentu saja menghapusnya secara terbuka akan memicu problem lain. Makanya, informasi di laman resmi akan disembunyikan, karena inilah “cara termurah” untuk mengurangi sorotan publik tanpa harus mengubah struktur sebenarnya.
Terus, kalau sudah viral seperti sekarang bagaimana?
Kedua, jabatan komisaris BUMN, seperti rahasia umum, sering digunakan bukan hanya untuk kompetensi profesional, tapi juga untuk kepentingan politik, loyalitas, atau “balas budi”.
Tapi kita ini, kan, gampang terdistraksi.
Laman komisaris disembunyikan, tinggal didiamkan sebentar, maka ketika ada isu yang lebih besar, secara alamiah perhatian publik soal komisaris ini akan hilang dari peredaran karena publik lebih menyorot perkara lain itu.
💚 ini suami istri padahal kalo mereka kaga nyemplung ke dunia pólitik gw yakin duitnya tetep masih banyak, gw heran apa lagi yg mereka cari di dunia ini. haus dunia bgt herann