kalau aku dalam keadaan marah dan menyeka air mataku, lalu tiba-tiba aku tertawa sebaiknya lari menjauhlah dan bersembunyi. karena saat itu terjadi, aku mulai kehilangan akalku.
8/11/25
mari usaikan sampai disini,
aku memutuskan untuk mematikan hatiku,
sekedar melanjutkan hidup,
menanti ayahku mengajakku pulang,
aku tak peduli pada akhir cerita ini,
karena mau bagaimanapun akhirnya,
aku tetaplah menjadi pihak yang salah,
Aku mati berkali-kali dibunuh dengan tragis oleh rasa sepi dan berusaha memelul diri walau pada akhirnya aku terjatuh, terseok-seok untuk bangkit dan pada akhirnya terjatuh lagi.
Sulit untuk bisa menepis semua sakit dan penderitaan yang datang seorang diri. Sekedar berusaha mematikan hati, aku masih tak mampu untuk berhenti berharap kehadiran dan sosok nya.
Memanfaatkan setiap sudut Kota Jogja yang dipenuhi CCTV. Buaya kok dikadalin, upss🤭 Jiwa-jiwa psikopat yang sudah kukubur ternyata tumbuh semakin subur. Namaku Mawinei kalo aku mau, aku bisa menyakiti tanpa menyentuh.
Ternate itu kecil, penduduknya sedikit. Provinsi kami jauh, bahkan kurang populer, sehingga kabar duka dari kami tertutup oleh riuh Jakarta yang rupa-rupa. Besok, kalau kami marah, nikel kami makan, laut kami telan. Jakarta tidak dapat apa-apa, kecuali surat wasiat.