Mama saya sakit ginjal, sudah 4 hari di rawat di ICU RS Hermina Serpong, tidak sadar sejak hari ke 2, kami sudah menghubungi 29 rumah sakit rujukan namun belum mendapatkan juga, apakah ada yang bisa bantu saya untuk mendapatkan rumah sakit yang ada alat CRRTnya dgn BPJS?
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
Baru gue sadar, ternyata gue emang nggak punya temen yang bener-bener deket wkwkwk. Soalnya temen-temen gue juga punya temen lain yang jauh lebih deket sama mereka. Paham nggak sih? Jadi intinya gue emang sendirian aja. Gue cuma jadi pilihan cadangan buat semua orang kali ya 🥲
Maaf nih gue harus terpaksa bilang
Emang ada kok cewek yang mager banget buat keluar rumah. Lu kasih dia wifi kenceng, makanan cukup, sama AC nyala 24 jam, dia bisa betah ngendon di rumah sebulan juga santai aja.
Jadi nggak usah kasihan, malah dia lebih enjoy dan bahagia kalau di rumah. Percaya deh 😹 apalagi kalau kulkas penuh.
TRUST ME, NGL
kalau mau marah, marahlah pakai bahasa manusia. jelasin bagian mana yang bikin lo gak suka. silent treatment itu salah satu bentuk marah paling tega. sejahat-jahatnya manusia, ngediemin orang sampai bikin dia overthinking dan ngerusak pikirannya sendiri itu kejam banget.
SEBARIN! 🫵🏻
Buat yg blm bisa bedain nyeri dada krn serangan jantung vs heartburn krn GERD.
Prinsipnya:
1. Klo rasanya kek dada diremes2, terasa penuh, atau kek ada yg berdiri di atas dadamu (seringnya gbisa ditunjuk lokasi nyerinya), curigai serangan jantung!
2. Klo nyeri dadanya terasa panas membakar, muncul biasanya setelah makan, saat rebahan, dll (biasanya di area ulu hati hingga naik ke dada), curigai sbg heartburn
Meski gejala khasnya kek gitu, kedua kondisi bisa overlap jg gejalanya.
Pokok klo nyeri dadanya dialami baru pertama kali, memberat, g bisa ditunjuk lokasinya di dada sebelah mana, apalagi klo disertai sesek, keringat dingin, mual, atau nyerinya menjalar ke lengan kiri/rahang, SEGERA KE UGD! 🫵🏻
Nyeri dada baru harus dianggap serius sampai terbukti bukan!
❌ Mandi malam itu bahaya. Bisa rematik!
✅ Mandi malam justru ningkatin kualitas tidur, bantu ngontrol tensi, dan sama sekali ga bikin rematik
❌ Air rebusan mi instan ga sehat!
✅ Aman kok
❌ Terkilir bisa sembuh klo diurut
✅ TIDAK. Risiko komplikasi bisa meningkat
❌ Makan ikan, luka susah sembuh
✅ Selama ga ada alergi, makan ikan justru bikin luka cepet sembuh
Apalagi mitos2 aneh yg pernah mentemen tauuu?
“pulang sekarang! kayak ga punya rumah aja”
sementara itu di rumah:
berisik, ga tenang, selalu disalah-salahin, berantem, individualis, keras kepala, jadi samsak emosi, jadi sapi perah, gabisa menyampaikan pendapat dan perasaan, komunikasi buruk, sering adu argumen, patriarki
Anak-anak tidak pernah membenci rumah. Mereka hanya mulai menyadari ada luka di sana. Mereka mulai menemukan obat di tempat lain. Mereka mulai paham bahwa ada dunia lain yang tidak menyakiti mereka meski semuanya orang asing.
Ternyata kunci hidup damai itu bukan pinter ber-argumen, tapi pinter “iyain” orang bebal. Lagian ngapain gue repot-repot benerin logika orang yang kapasitas otaknya emang cuma buat dengerin suara sendiri.
buat temen-temen yg juga lagi lewatin masa sulit semoga hati dan hari nya diberi ketenangan dan selalu dipermudah di setiap langkahnya, semoga lingkungan nya juga mendukung bukan meninggalkan kita yg sedang terpuruk
Menurut psikologi, anak yang tumbuh di lingkungan dengan orang tua yang mudah marah sering belajar hidup dalam mode “siaga”. Mereka terbiasa membaca situasi, menebak-nebak suasana hati, dan berusaha tidak membuat kesalahan sekecil apa pun. Bukan karena mereka perfeksionis sejak lahir, tapi karena dulu kesalahan kecil saja bisa berujung pada kemarahan besar.
Akibatnya, saat sudah dewasa pun pola itu sering masih terbawa. Mereka jadi orang yang sangat berhati-hati, mudah merasa bersalah, dan sering overthinking sebelum bertindak. Bahkan ketika tidak ada lagi yang memarahi, tubuh dan pikirannya masih menyimpan memori lama: takut mengecewakan, takut disalahkan, takut dianggap tidak cukup baik.