IHSG dalam 11 tahun:
• Nominal: naik 33%.
• Dalam USD: flat.
• Setelah adjust inflasi: -6%.
Pelemahan Rupiah dan Inflasi menghapuskan gain nominalnya setiap tahun.
Currency risk adalah risiko yang harus ditelan oleh investor global.
Bahkan Risk-free rate mengalahkan IHSG dalam 11 tahun terakhir.
Tanpa volatility.
Tanpa drawdown.
• IHSG nominal CAGR: +2.6%/yr.
• BI7DRR compounded: +5.1%/yr.
Selisih 2.5% per tahun.
Kenapa ini penting?
Equity harus earn its premium compared to risk-free rate.
Return di atas risk-free rate adalah justifikasi wajib kenapa investor menanggung saham yang lebih berisiko dibandingkan deposito.
Bahkan dalam konteks Emerging Market, equity premium harus ada.
Investor EM menanggung risiko lebih: currency risk, political risk, liquidity risk.
Kompensasinya harus return yang jauh di atas risk-free rate lokal.
Dalam 11 tahun ini, premium itu tidak ada, bahkan negatif.
Bukan berarti ke depannya akan sama.
Tapi ini pertanyaan yang harus ada di meja sebelum alokasi investasi berikutnya.
Ke depan bisa berbeda kalau reform narrative-nya deliver.
Happy weekend!
Kemungkinan, market akan terbang dalam kurun waktu 0-18 bulan kedepan.
Let me explain my thesis,
𝙏𝙃𝙀𝙎𝙄𝙎: 𝙋𝙐𝙈𝙋 𝘽𝙀𝙁𝙊𝙍𝙀 𝙏𝙃𝙀 𝘽𝙐𝙍𝙎𝙏
🔶 Pertama, 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗶𝗱𝗲𝗮 𝗮𝗽𝗮 𝘁𝗵𝗲𝘀𝗶𝘀 𝗶𝗻𝗶 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻?
Thesis ini dibangun dengan idea sederhana: adanya 𝗽𝗿𝗼𝗯𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗽𝘂𝗺𝗽 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝘁𝗲𝗿𝗷𝗮𝗱𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗯𝘂𝗯𝗯𝗹𝗲 & 𝗿𝗲𝘀𝗲𝘀𝗶.
Historically, 18 bulan sebelum bubble, US Stock market ngasih annualized return sebesar 5% (Fidelity, 2025).
Bahkan, data dari J.P. Morgan pun menunjukkan bahwa 0 hingga 13 bulan sebelum bubble market memberikan return yang cukup kuat. Contoh, sebelum dot-com bubble tahun 2000, S&P 500 ngasih return sebesar 39% untuk 2 tahun sebelumnya dan 19% untuk 1 tahun sebelumnya (J.P. Morgan, 2019).
Saat ini, US stock market ada di fase 𝗟𝗮𝘁𝗲-𝗖𝘆𝗰𝗹𝗲, dimana:
🔸𝗩𝗮𝗹𝘂𝗮𝘀𝗶 𝘀𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗺𝗮𝗵𝗮𝗹. Contoh, Forward P/E S&P 500 ~19,9x, diatas average 10 tahun. Implikasinya adalah market sudah tidak memiliki banyak ruang untuk naik sehingga butuh narasi untuk pump.
🔸𝗣𝗿𝗼𝗳𝗶𝘁 𝗔𝗜 & 𝗟𝗶𝗾𝘂𝗶𝗱𝗶𝘁𝘆 𝗰𝗼𝗻𝗰𝗲𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗱 di leading companies seperti Magnificent 7. Contoh, earnings growth S&P 500 disumbang ~27%nya hanya oleh Magnificent 7, sisanya hanya menyumbang sebesar 9.8%. Implikasinya adalah market sangat rapuh karena terlalu bergantung pada narasi AI dan segelintir leading companies.
🔸𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗨𝗦 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗲𝗺𝗮𝗵 𝗻𝗮𝗺𝘂𝗻 𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗽𝗲𝗰𝗮𝗵. GDP melambat, payroll yang lemah, unemployment di angka 4.4%, LEI (leading economic indicator) masih turun, namun claims masih relatif oke di angka 210 ribu. Implikasinya adalah market masih punya "nafas" untuk pump.
🔶 Lalu, 𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗷𝗮𝗱𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗿𝗲𝘀𝗲𝘀𝗶?
Jawabannya: Gatau.
Gw pribadi punya acuan personal kapan resesi akan terjadi. Probabilitasnya:
1. 6-12 bulan kedepan: 25%-35%
2. 2027-2028: 40%-50%
3. 2030: 60%-70%
Untuk 12 bulan kedepan, gw pakai acuan dari New York FED yield curve & DSGE model:
🔸 Yield curve bilang kalau 12 bulan kedepan kemungkinan resesinya sebesar ~21%
🔸DSGE model bilang kalau resesinya sebesar ~36%
Untuk 2027-2028 & 2030, tinggal diperbesar aja probabilitasnya. Semakin panjang periodenya maka besar kemungkinan semakin buruk data ekonomi yang dihasilkan.
🔶 Jika thesis ini berjalan dengan baik, 𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗰𝗮𝗿𝗮𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗮𝘂 𝗺𝗮𝗿𝗸𝗲𝘁 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗰𝗮𝗵?
Ada beberapa tandanya:
🔸𝗟𝗮𝗯𝗼𝗿 𝗺𝗮𝗿𝗸𝗲𝘁 𝗯𝗲𝘁𝘂𝗹-𝗯𝗲𝘁𝘂𝗹 𝗽𝗲𝗰𝗮𝗵. Mayoritas data ekonomi betul-betul jelek (unemployment, initial jobless claims, JOLTS, dll).
🔸𝗘𝗮𝗿𝗻𝗶𝗻𝗴𝘀 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗲𝗰𝗲𝘄𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗔𝗜 𝗹𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀
🔸𝗖𝗿𝗲𝗱𝗶𝘁 𝘀𝗽𝗿𝗲𝗮𝗱𝘀 𝗺𝗲𝗹𝗲𝗯𝗮𝗿. Private credit, High-yield spreads, jika mayoritas credit menunjukkan adanya stress tinggi, ini tanda besar bahwa market sudah pada titik panasnya. (Contoh: The Great Recession 2008)
🔶 𝗜𝗿𝗮𝗻 𝗢𝗶𝗹 𝗦𝗵𝗼𝗰𝗸
Iran oil shock yang terjadi akhir-akhir ini juga berpengaruh dalam memperkuat thesis ini.
Historically, setelah terjadinya Iran oil shock tahun 1979 dan oil shock 1990, S&P 500 mengalami kenaikan sebelum burst resesi tahun 1980-1981 (The Fed hawkish dikarenakan inflasi sudah tinggi sebelum Iran Oil Shock terjadi di angka >11%) lalu melanjutkan bullrunnya hingga tahun 2000 (Pada Oil Shock tahun 1990, The Fed dovish, tidak menaikkan suku bunga).
🔶 Lalu, 𝗮𝗽𝗮 𝗶𝗺𝗽𝗹𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶𝗻𝘆𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗮𝗿𝗸𝗲𝘁 𝗰𝗿𝘆𝗽𝘁𝗼?
Jelas, anchor utama dari market crypto masihlah US stock market.
Jika S&P 500 rally, besar kemungkinan market crypto akan mendapat fase rallynya Begitupun sebaliknya.
Apakah akan recovery hingga ATH?
Saya gatau.
Namun, terlepas dari apakah akan balik ATH atau tidak, jika memang ada rally, mengapa tidak kita sambut dengan baik?
Rally tetaplah rally, jauh lebih baik daripada terus menerus kapitulasi dibawah.
🔶 𝗣𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽
So, seperti itulah penjelasan singkat thesis gw. Jadiin referensi, bukan kepastian.
𝗦𝗲𝗺𝗼𝗴𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗺𝗮𝗻𝗳𝗮𝗮𝘁.
Lawan terbesar Amerika di konflik ini bukanlah Iran, melainkan WAKTU.
Belakangan ini banyak pemerintahan di berbagai belahan dunia udah mulai ngencengin ikat pinggang buat antisipasi dampak perang berkelanjutan & disrupsi supply chain global.
Tapi tau gak, semua tindakan preventif itu bukan cuma fearmongering, tapi memang ada presedennya yang mungkin generasi kita maupun orangtua kita belum pernah ngalamin: STAGFLATION.
Sini kubongkar sejarah singkatnya biar kita sadar & bisa siap-siap hadapi kemungkinan terburuk sembari mendoakan yang terbaik.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Guys ada beberapa momen di wawancara Najwa dengan Prabowo yang gw rasa perlu lebih banyak orang cermatin.
Bukan yang bagus-bagusnya. Tapi yang mengejutkan dan jujur tidak nyaman untuk didengar dari seorang presiden.
Pertama soal demonstrasi dan bom molotov.
Najwa kasih data ratusan mahasiswa dan aktivis ditangkap pasca demo. Penangkapan terbesar sejak reformasi. Dan aktor yang menyuruh tidak pernah terungkap.
Prabowo tidak jawab soal kenapa aktornya tidak pernah diusut.
Dia malah balik tanya ada yang ribut tidak soal bom molotov? Ada yang ribut tidak soal gedung DPR mau dibakar?
Najwa bilang banyak Pak yang protes.
Prabowo bilang enggak ada itu.
Dan mereka debat soal apakah ada yang protes atau tidak. Di depan kamera. Dengan nada yang semakin meninggi dari sisi Prabowo.
Presiden dan jurnalis berdebat soal fakta apakah ada pemberitaan atau tidak bukan soal substansi pertanyaannya.
Pertanyaan aslinya tidak pernah dijawab. Kenapa aktor intelektualnya tidak pernah ditangkap.
Kedua soal kritikan yang dianggap regime change.
Najwa tanya apakah semua kritikan terhadap pemerintah bermuara pada keinginan untuk regime change.
Prabowo bilang tidak semua tapi ada.
Lalu dia sebut Asia Tengah. Color revolution. Disinformasi dari negara-negara tertentu.
Dan kalimat ini yang menurut gw paling mengkhawatirkan.
'Kita ini bukan anak kecil. Kadang ada peristiwa yang dibuat seolah-olah. Itu namanya false flag operation.'
Ini diucapkan dalam konteks kasus Andri Yunus yang pelakunya sudah terbukti dan dikonfirmasi sendiri oleh Mabes TNI sebagai anggota Bais TNI.
Bukan spekulasi. Bukan rumor. Sudah dikonfirmasi institusi militer negara sendiri.
Tapi presiden membuka kemungkinan bahwa itu bisa jadi false flag.
Dan itu bukan pernyataan yang kecil. Karena kalau presiden sendiri meragukan fakta yang sudah dikonfirmasi institusinya sendiri bagaimana publik bisa percaya bahwa penyelidikannya akan tuntas.
Ketiga soal 'kalau tidak suka bisa turun ke jalan.'
Ini yang paling bikin gw diam sebentar.
Di tengah diskusi soal kekhawatiran ruang demokrasi yang menyempit Prabowo bilang kalimat ini.
'Kalau memang rakyat tidak suka sama saya bisa turun ke jalan ramai-ramai.'
Konteksnya dia sedang bilang bahwa rakyat yang mendukung dia tahu kalau rusuh semua yang rugi.
Tapi framing-nya bisa dibaca dua arah.
Satu dia percaya diri karena merasa dukungan rakyat masih kuat.
Dua ada nada yang terasa seperti tantangan. Di saat yang bersamaan dengan konteks mahasiswa yang baru saja mengalami penangkapan massal terbesar sejak reformasi.
Ajakan untuk turun ke jalan dari seorang presiden — di tengah diskusi soal intimidasi terhadap pengkritik itu pilihan kata yang sangat tidak biasa.
Keempat soal 'saya korban juga.'
Ketika Najwa tanya soal ruang bersuara yang menyempit dan kasus-kasus intimidasi terhadap jurnalis dan aktivis Prabowo bilang satu kalimat yang gw tidak bisa lewatkan begitu saja.
'Saya ini korban juga.'
Lalu langsung pivot ke harga pangan yang terkendali di Ramadan.
Gw tidak tahu maksudnya persis. Korban dalam konteks apa. Diserang secara politik? Difitnah?
Tapi menyebut diri sendiri sebagai korban di saat yang sama ketika aktivis HAM yang luka bakar 24 persen dan korneanya rusak sedang dirawat di rumah sakit itu pilihan framing yang sangat tidak tepat waktunya.
Gw tidak bilang semua yang Prabowo katakan malam itu salah. Ada yang bagus. Ada yang jujur. Ada yang berani.
Tapi ada beberapa momen yang seharusnya tidak keluar dari seorang presiden di forum publik.
Karena kata-kata presiden itu bukan sekadar pendapat pribadi. Itu sinyal. Dan sinyal yang salah efeknya jauh lebih luas dari kata-katanya sendiri.
2026 ini MEMECOIN belum bersinar lagi.
Namun, kalau nanti dikasih kesempatan bagi memecoin untuk naik lagi, coba pelajari dulu playbook yang saya buat di sini.
Minimal potensi rungkad kalian menurun. Karena kalau ngasal, ya resikonya loss terus