Aku sama nandomo sibuk banget ya. Sampe gak tau bang mamat dah punya anak. Selamat ya bang. Pindah ke jepang sini bang, ga ada yg bangunin sahur pake teriak teriak gitu. Adzan pun gak ada :')
Pada akhirnya rasain moment memandang bayi yang sedang tidur lelap sambil diiringi suara alat musik, nyanyian dan teriakan orang orang membangunkan sahur, jujur deg degan 😏
Gini ya Nil.. walaupun saya ragu, kamu bisa nulis itu, namun saya akan kasih pelurusan.
1. Stop jualan angka Rp769 Triliun seolah-olah itu prestasi heroik pemerintah. Sesuai Amandemen UUD 1945, anggaran pendidikan WAJIB minimal 20% dari APBN. Kalau APBN kita naik, ya otomatis angka nominalnya naik. Itu namanya kewajiban, bukan kemurahan hati.
2. Di poin 2/ kamu bilang MBG 'menambah postur' tapi di poin 1/ angka Rp769 T itu sudah termasuk Badan Gizi Nasional (Rp223,5 Triliun). Ini namanya Creative Accounting. Uang makan siang dimasukkan ke kantong pendidikan supaya kewajiban 20% tadi terpenuhi secara angka, tapi fungsinya melenceng. Kenapa nggak pakai pos Anggaran Perlindungan Sosial saja?.
3. Naik dari Rp203 T ke Rp211 T (naik Rp8 T) itu tipis banget kalau dibandingin sama inflasi dan jumlah guru honorer yang masih luntang-lantung. Anggaran Badan Gizi malah dapat Rp223 T. Masa anggaran makan lebih besar daripada anggaran gaji dan kesejahteraan guru se-Indonesia? Prioritasnya di mana?
4. Klaim 'revitalisasi terbesar sepanjang sejarah' sebesar Rp23,06 T itu sebenarnya jomplang banget kalau dibandingin sama anggaran makan Rp223,5 T. Jadi, anggaran buat memperbaiki bangunan sekolah yang ambruk di pelosok cuma 10% dari anggaran makan siang? Prioritas macam apa ini?
5.Lucu kalau bilang hapus birokrasi tapi malah bikin lembaga baru bernama Badan Gizi Nasional dengan anggaran fantastis. Itu kan nambah birokrasi baru namanya! Kalau mau efisien, mending perbaiki sistem yang sudah ada daripada bikin pos anggaran raksasa yang rawan penyimpangan.
6. Stop pakai istilah moralistik seperti 'Pahlawan'. Ini urusan tata negara dan penggunaan APBN, bukan drama kolosal. Rakyat bayar pajak supaya negara punya sistem pengawasan (BPK, KPK, Inspektorat) yang bekerja. Kalau ujung-ujungnya rakyat yang harus 'pasang badan' jagain nasi kotak biar nggak dikorupsi, ya buat apa kita bayar gaji pejabat dan lembaga pengawas? Hotline , baik. Tapi lembaga resmi juga yang harus jadi yang paling aktif.
@ditaannisap_@SeputarTetangga Di jepang harga paha ayam filet juga 60ribuan kalo di convert ke rupiah. Tapi penghasilan warga disini minimal 20jutaan 🙏🏻
Banyak yg mengagung2kan. Jepang begini, jepang begitu kereen. MPASI nyaa kereenn, anak anak disana terdidik ga trantruman. Lalu dibandingin sama endonesa raya. Kamu berharap apa dari membandingkan negara maju dengan negara yg rerata IQ nya 78?
2025 sangaat panjang untuk diuraikan. Ada bayi dari darah daging kami yg lahir setelah lama kami menanti, ada adik yang menemukan jodohnya, ada suami yg harus pergi kuliah jauuh di negara orang, ada bencana yang bikin ngilu hati, lalu diakhiri dengan kami berkumpul kembali
di negara rantau. Dan harus meninggalkan mamak dan suadara2 di tanah kelahiran. Gak lupa ada banyak pejabat yg gak tau diri. Kalau dijabarkan kayaknya gak cukup air mataku. Sedih dan bahagia nyampur di 2025. Semoga rasa syukur yg tak pernah berhenti terus jadi pengingat kalau
Kalau enggak mau dikritik (wicis nggak bener karena artinya anti-kritik), minimal minta jubir lebih komunikatif, responsif, dan nggak baperan supaya komunikasi ke luar nggak tersumbat. Bukan ngasih label melulu ke kelompok kritis~~
Aku gak tau entah sejak kapan gak kuat lihat lihat video atau foto mengenaskan. Kayak video foto orang2 palestina yg ditindas zionis, atau kecelakaan darah kececeran. Sekarang udah di tahap sakit kepala lihat video korban banjir, over thinking seharian.
@ikaaika_ Gedeg banget ama temen sala** dengan bacot "bantuan bolak balik sudah dikirim kemarin ke aceh hari ke sumut, kita sebaiknya jauhi akun2 yg mencela pemimpin" bacot bangeeett, pemimpin luu spek iblis 🫵🏻
Entah lah takdir belajar dalam defenisi duduk di ruang kelas atau belajar jadi guru untuk murid satu satunya yg ada di rumah. Nambah murid ada rencananyaa, tapi syaratnya harus di penuhi Bapak Kepala Sekolahnya. Karena gurunya harus waras, ga boleh gilak 🙄
Proses menuju diterima sebagai mahasiswa PhD nandomo ini lama sekali. 2023, dimulai sejak belajar bahasa inggris. Bahkan sejak dimulaipun dia sudah banyak excuse-nya, meyakinkan kalau gapapa ga bisa study abroad. Masih bisa kuliah di IPB dengan beasiswa Dosen. Katanya aku juga
Skenarionya belum kepikiran, utk LDR masih gak dulu. Apalagi kuliah sambil ngasuh bocil. Belum kepikiran. Tapi keinginan itu masih terus ada. Seperti salah satu keinginan yg pernah ku sampaikan sebelum nikah. Belajar sepanjang hayat.