@kompascom Dari peristiwa di Garut, kita bisa membayangkan informasi macam apa yang diberikan TNI kepada orang Indonesia atas apa yang terjadi di Papua.
Pajak: dikorupsi
Bensin: dioplos
Buka usaha: dipalak
Lapor pol*si: dimintain duit
Kasih kritik: kena uu ite
Ngelawan begal: jadi tersangka
Punya kasus: dijadiin duta
Hukuman koruptur: dikorting
Nyari kerja di luar negeri : gak nasionalis
Tebak negara apa di atas?
Sebuah pertanyaan dari diskusi bersama:
Kalau di Indonesia kita dipaksa tidak percaya dengan realita dan fakta lapangan serta bukti konkrit tentang adanya penyalahgunaan wewenang kekuasaan dari institusi resmi lalu kebenaran dibungkam dan dipaksa menjadi cerita realita baru untuk warganya, lalu sebenarnya di mana kita tinggal? Indonesia atau Israel??
Aku gak pernah mengerti, apa semua memang mencoba meng-eksklusif-kan diri untuk dianggap berharga dengan menyepelekan yang baru memulai belajar.
Bukankah mereka sebelum seperti sekarang pun ada fase tidak mengerti & belajar untuk tahu?
Tabiat manusia mungkin memang begitu, lebih lebih di zaman serba narsistik seperti sekarang.
Semua ingin dianggap eksklusif untuk mendapat eksposur lebih tentang ke-istimewa-an dirinya buat orang lain
Barangkali dia merasa untuk yang ter- dari orang lain
Pada hari senin 3 November 2025 Ratusan Siswa yang tergabung dalam Aliansi Pelajar Se-Yahukimo di Dekai,Provinsi Papua Pegununga menggelar Aksi Damai Menolak Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan menuntut Pendidikan Gratis.
#prabowogibran#justice
@irwndfrry Dari wali murid juga sama saja, ada omongan "hari gini sekolah gak naik kelas, pindah sekolah sini aja udah pasti naik kelas" padahal kemampuan anak memang belum mampu.
@irwndfrry Pasangan saya guru sd negeri, dan ya sekomplek itu sistem pendidikan di lapangan
Tekanan dari kepsek mengharuskan ngasih nilai tinggi meskipun kemampuan anak minim dengan dalih supaya gampang masuk smp karena susah kalo lewat zonasi