36/
Bila ada staf khusus, konsultan, atau “tim bayangan” yang punya pengaruh melampaui struktur formal, maka pertanyaannya sangat serius:
Siapa sebenarnya yang mengendalikan kebijakan pendidikan nasional?
Menteri?
Birokrasi negara?
Atau jejaring informal di sekitar kekuasaan?
@CommuterLine ga pernah bener line bekasi lu! ga usah banya kereta mana emang lu ga punya data? kereta aktual nyampe jam berapa seharusnya di jadwal jam berapa?
@CommuterLine bekasi-angke via manggarai pagi td 7.34 dan bekasi-angke berangkat 7.52 ga perlu di cek emang berantakan jadwalnya. kalau besok begitu lagi kebangetan lu
@CommuterLine ini jadwal kereta bekasi pagi-pagi emang jaraknya antar keretanya 20 menitan ya? tadi ada 7.34 lalu ada lagi 7.52 itu pun nunggu jarak jauh jalan
@masjalah Ini menegaskan bahwa suara rakyat tak pernah benar2 diperjuangkan. Jika wajah2 seperti ini kembali muncul di bilik suara, itu bukan kesalahan mereka,itu kelalaian kita. Jangan beri mandat pada mereka yang tak mencerminkan dirinya sebagai wakil rakyat.
Banyak bapak yang saya yakin rela mati untuk anak2nya, tapi sayang sekali yang rela hidup dan rela sehat untuk anak2nya kok minoritas ya di negeri ini? 😥.
suamiku sama sekali bukan patriarkis. tapi aku ga bisa lepas dari pandangan sekitar. kalau dia terlambat, kalau dia ga rapi, kalau dia tidak terawat. aaaa kesal
pak @mas_triadhianto saya yakin bapak bisa menyelesaikan genangan di depan stasiun bekasi.
Dekat kantor bapak, di stasiun pula pak tempat orang datang pergi, kalo cakep teratur ga ngegenang bekasi keliatan lebih keren pak.
@txtdrbekasi
Aku dukung diskursus yg bahas risiko perubahan tubuh wanita saat hamil & melahirkan.
Agar perempuan sepenuhnya paham kemungkinan yg akan mereka jalani, dan bisa menentukan pilihan sesuai kerelaannya masing2.
Dan agar seorang anak hanya dilahirkan oleh ibu yg siap menjadi ibu.
@GrabID ngirim barang pake grabexpress tgl 5 mei, barang ilang dan saldo kepotong. udah report sampe sekarang tetep ga jelas. dibilang udah di email tp ga ada email masuk. dibilang bakal dikirim email klaim dalam 2 hari kerja tp dah lewat tetep ga di email 🤬
8 Kayu Termahal Asal Indonesia yang Jadi Rebutan Dunia🪵🪵🪵
Harga per kg-nya bisa ngalahin emas. Bahkan ada yang harganya setara 67 gram emas per kilo.💰💰
Apa saja jenis kayunya? Dan kenapa dunia berebut harta kita yang satu ini?
Anak yang mendebat Dedi Mulyadi emang cara berpikirnya "salah". Namanya juga anak-anak yang tidak tumbuh di lingkungan ideal. Yang bermasalah justru Dedi, karena mempublikasikan video sehingga anak dihujat publik.
PERTAMA, dalam kasus ini ada prinsip fundamental etika kepemimpinan dan hak asasi manusia yang dilanggar: prinsip non-maleficence — do no harm. Seorang pejabat publik seperti Dedi Mulyadi, yang berposisi sebagai figur otoritas, wajib memastikan bahwa tindakannya, termasuk di media sosial, tidak menyebabkan kerugian psikologis, sosial, atau reputasional terhadap individu yang lebih rentan, apalagi anak-anak.
KEDUA, dalam konteks perlindungan anak, PBB menegaskan bahwa anak-anak berhak atas perlindungan privasi. Mereka berhak mendapatkan perlindungan dari eksploitasi atau penyalahgunaan oleh media.
Memvideokan seorang anak lalu menyebarkannya ke publik, apalagi dalam konteks di mana si anak akan dihujat, jelas melanggar prinsip ini. Di negara-negara maju, tindakan seperti ini bisa berujung pada tuntutan hukum atau setidaknya kritik keras dari komunitas perlindungan anak.
KETIGA, dari perspektif leadership ethics, ada kegagalan besar di sini. Seorang leader, apalagi pejabat publik, harus tahu membedakan mana ruang koreksi privat dan mana yang pantas diumbar ke publik. Alih-alih mengedukasi secara personal dan melindungi integritas si anak, Dedi memilih jalur eksposur yang mempermalukan. Ini menunjukkan:
Kurangnya emotional intelligence,
Kurangnya public responsibility awareness,
Kurangnya media literacy dalam era digital.
KEEMPAT, anak yang tidak tumbuh di lingkungan ideal — sebenarnya adalah potret nyata dari banyak anak Indonesia hari ini: mereka tumbuh dalam ketidaklengkapan informasi, nilai yang bias, pendidikan yang compang-camping. Mereka tidak salah, mereka adalah produk lingkungan. Dan tugas seorang pemimpin bukan mempermalukan produk lingkungan ini, melainkan memperbaiki lingkungannya.