MeMe pilpres
Membaca Memilih
Melihat Mencoblos
AB : aku bosan
GP : gagal presiden
PS : presiden selanjutNya
๐ฎ๐ฉโค๐ฎ๐ฉโค๐ฎ๐ฉโค๐ฎ๐ฉโค๐ฎ๐ฉโค
Kubu SBY dibuat marah.
Kubu ibu Mega dibuat marah.
Kubu JK dibuat marah.
Semakin ramai kemungkinan semakin senang dia, makanya diawal dia sengaja lempar isu orang besar, lalu ternaknya nuduh sana sini, tujuan biar namanya terus jadi pembicaraan.
Dia lupa karma, kelak akan jadi musuh bersama.
Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Pendanaan Rp5 Miliar terkait Ijazah Jokowi, Siap Lapor ke Bareskrim
https://t.co/CROVF0E7Nd
Jutaan orang-orang ini kemana sekarang.. ??
Yang bayar kalian sudah jadi PENGUASA ya sekarang ?
Paham ya yang mengendalikan dan yang menjadi provokasi siapa dan dari partai mana.. ๐
Kini alam sedang mempertontonkan siapa sebenarnya yg menjadi antek Zionis yg menjual HARGA DIRI bangsa nya ๐ฅ
Anak SMA ga bisa jawab soal hitungan matematika dasar.
Ini bukti lagi 10 tahun kegagalan rezim Jokowi.
Pak Prabowo, kegagalan ini jgn dilanjutkan, PR Indonesia ini harus diselesaikan.
Sumber https://t.co/oxZolCiVEq
Prof. Saiful Mujani Dituduh Makar
Saiful Mujani, seorang guru besar ilmu politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayarullah Jakarta dan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dituduh makar.
Pernyataannya dalam rekaman video dipotong-potong sedemikian lupa kemudian diunggah akun Instagram @ leveenia seorang tenaga ahli di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dengan tuduhan makar karena dinilai mengajak publik menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Saya mendapatkan video utuh dari pernyataan Prof. Saiful Mujani di sini https://t.co/Sc0EQfcKtY dengan durasi 4 menit 25 detik. Bandingkan dengan potongan video yang diunggah akun instagram leveenia hanya 35 detik.
Berdasarkan video utuh yang saya tonton, Prof. Saiful Mujani memang menyampaikan pandangan kritis terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.
โBerikut adalah ringkasan konteks dari ucapan tersebut untuk membantu kita agar bisa menilai apakah ucapan itu bisa dituduh makar atau kebebasan berpendapat:
โArgumen ketidaklayakan: Prof. Saiful Mujani menyatakan bahwa presiden saat ini sudah tidak bersikap presidensial dan menganggap memberi masukan agar pemerintah menjadi lebih baik adalah hal yang sia-sia karena masukan tersebut tidak akan didengar [01:00].
โKritik terhadap mekanisme formal: Ia menyinggung soal impeachment (pemakzulan), namun merasa mekanisme formal melalui DPR sulit diharapkan karena kondisi politik saat ini [02:27].
โSeruan Konsolidasi Rakyat: Ia membandingkan situasi saat ini dengan peristiwa 1998. Ia menyatakan bahwa perubahan besar hanya bisa terjadi melalui tekanan rakyat (seperti demonstrasi besar), bukan melalui prosedur formal undang-undang [03:19].
โPernyataan spesifik: Prof. Saiful Mujani mengatakan, "Yang jalan hanya ini: bisa enggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo? Sudah, hanya itu. Kalau nasihati Prabowo enggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan diri kita dan bangsa ini" [03:49].
โAnalisis dari Sudut Pandang Hukum dan Kebebasan Berpendapat:
โKebebasan Berpendapat: Sebagai seorang akademisi dan guru besar ilmu politik, pernyataan Prof. Saiful Mujani dapat dilihat sebagai kritik politik dan analisis mengenai jalan keluar dari kebuntuan demokrasi.
Dalam negara demokrasi, mengusulkan pergantian kepemimpinan melalui konsolidasi opini publik atau aksi massa yang damai (seperti referensi beliau ke demonstrasi di Amerika atau peristiwa '98) umumnya dianggap sebagai bagian dari hak menyatakan pendapat.
โDefinisi Makar: Di Indonesia, delik makar (aanslag) dalam KUHP biasanya dikaitkan dengan niat dan perbuatan nyata untuk menggulingkan pemerintah yang sah dengan cara-cara yang melanggar hukum, kekerasan, atau tindakan inkonstitusional.
โPembeda Utama: Apakah ucapan tersebut sekadar wacana dan kritik terhadap kinerja pemerintah, ataukah ada tindakan konkret yang bertujuan untuk menggulingkan kekuasaan secara paksa di luar koridor hukum.
โSecara keseluruhan, Prof. Saiful Mujani membingkai pernyataannya sebagai upaya "menyelamatkan bangsa" karena menganggap jalur formal (impeachment) sudah tersumbat [04:15].
Menganalisis apakah sebuah ucapan termasuk makar atau tidak, memerlukan ketelitian hukum, terutama dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 (KUHAP Baru) yang mulai efektif per Januari 2026.
Lanjut...
Pak @prabowo ini bagaimana, disaat harga Avtur & semua layanan naik tinggi akibat perang Teluk mengapa biaya haji 2026 justru TURUN Rp 2 Jt dibanding tahun 2025?
Ayo buser kebencian, serang, harusnya dinaikkan bukan diturunkan
BBM aja ada usul dinaikkan, gak tau motifnya apa?
Berapa byk yg hilang ntah kemana wujudnya sampai skg gegara kasus korupsi !!!!!!
Utamanya menyangkut @PDI_Perjuangan
Mau tau gk????๐๐๐๐๐
Yg ini ya?๐
Skrng @KPK_RI@KejaksaanRI berani ga periksa Gibran?
Itu hadiah yg dibagi2, anggaran acara mancing mania anggaran dari mana?
Jika dari sarjan, maka posisi Gibran sama seperti Ono Surono, harus diperiksa. Jika hasil korupsi semua harus ditangkap jgn pandang bulu.
Dari kemarin byk termul yg minta sy bahas Ono Surono yg rumahnya di geledah KPK.
Ok sy bahas, tp termul jgn ngamuk ya.
Penggeledahan KPK itu dilakukan terkait informasi Sarjan kasih uang ke Ono Surono.
Siapa Sarjan, Sarjan adlh termul teman kalian terdakwa kasus korupsi. Orang Jokowi dan Gibran, ini fotonya.
Sdh lama dengar isu ada misi unk menghancurkan PDIP dari dalam dan luar, apakah ini terkait? lihat aja nanti.
Ada pengusaha nyuruh naikin BBM jangan2 dia sudah banyak nimbun ato stock melebihi kewajaran
Secara pemerintah lebih memilih untuk tersenyum melihat situasi global jadi teringat kisah nabi Yusuf as pada musim paceklik dmn 7 thn musim kemarau ๐คญ
Sungguh org itu ANEH gk pake bgt