kematian gajah dan harimau di bentang seblat ini bukan kebetulan. habitat mereka terus digerus demi kepentingan ekonomi, sementara pemerintah kelihatan kurang serius melindungi. satwa liar mati satu per satu, besok-besok anak cucu kita cuma bisa liat di buku atau video. sudah saatnya pemerintah beneran bertindak, bukan cuma desak-desak doang.
Jujur gw baca tweet ini lebih dari 2 kali. Ngerti sih maksudnya, tapi ada yang ngganjel dan gw ga bisa langsung tunjuk apanya.
Jadi gw iseng cari: negara lain ngomong apa waktu mata uangnya juga lagi lemah?
Ternyata cara sebuah negara merespons pelemahan mata uangnya bisa tunjukkin banyak hal tentang kondisi ekonomi yang sebenarnya. Dan bedanya jauh.
Di 2021, lira Turki anjlok 44% terhadap dolar AS dalam satu tahun. Bayangin uang tabungan lo tiba-tiba cuma bisa beli separuh dari yang bisa dibeli tahun lalu. Itu yang terjadi ke warga Turki.
Respon Presiden Erdogan bukannya kebijakan strategis, malah fokus cari kambing hitam. Di depan parlemen, dia berulang kali bilang ekonomi Turki sedang diserang "asing." Sambil terus menekan bank sentral Turki untuk tidak menaikkan bunga pinjaman, padahal itu salah satu alat terkuat untuk meredam harga barang yang terus melonjak akibat lira yang melemah. Dalam 2 tahun, dia pecat tiga kepala bank sentral berturut-turut karena ga mau ikut arahannya.
Hasilnya tentu bukan lira yang menguat, tapi harga-harga yang meledak. Harga listrik naik 50-125%. Gas untuk pemanas rumah dan kompor naik 25-50%. Puncaknya di Oktober 2022: harga-harga di Turki naik rata-rata 85% dibanding setahun sebelumnya. Artinya barang yang tahun lalu harganya Rp100.000, sekarang jadi Rp185.000. Lebih dari dua pertiga warga Turki kesulitan beli makanan dan bayar sewa.
Setelah menang pemilu 2023, Erdogan akhirnya ubah arah dan mulai naikkan bunga pinjaman. Harga-harga sempat mereda. Tapi efek dari keputusan lamanya belum selesai. Per April 2026, harga-harga di Turki masih naik 32% dibanding setahun sebelumnya menurut TurkStat, lembaga statistik resmi pemerintah Turki. ENAG, kelompok riset inflasi independen yang dibentuk akademisi Turki, memperkirakan angka sebenarnya tembus 55%. Dan sejak 2018 sampai hari ini, lira sudah kehilangan lebih dari 80% nilainya terhadap dolar.
Pindah ke Jepang, kontrasnya tajam.
Antara 2021 sampai 2024, yen melemah lebih dari 50% terhadap dolar AS, lebih besar dari Turki. Tapi pemerintah Jepang tidak menyalahkan siapapun. Mereka jelaskan ke publik kenapa yen melemah: bunga pinjaman di AS jauh lebih tinggi dibanding Jepang, jadi banyak uang investor mengalir ke sana.
Ketika yen melemah itu, pemerintah Jepang tidak berhenti di satu langkah. Selain turun tangan langsung beli yen pakai cadangan dolar sendiri, mereka juga dorong perusahaan naikkan upah karyawan supaya rakyatnya kuat menanggung beban harga yang naik, dan alokasikan anggaran puluhan triliun yen untuk tarik investasi industri semikonduktor dan energi hijau ke dalam negeri. Mereka juga jujur soal dampak buruknya ke warganya sendiri: kalau yen terus lemah, rata-rata keluarga Jepang harus bayar sekitar 90.000 yen lebih banyak per tahun untuk kebutuhan sehari-hari, beban yang paling berat ditanggung keluarga yang penghasilannya paling kecil.
Di sisi lain, yen yang lemah berefek langsung ke pariwisata. Di 2024, Jepang kedatangan rekor 36,87 juta turis asing, naik 47% dari tahun sebelumnya. Uang yang dibawa turis-turis itu tembus 8,14 triliun yen, rekor tertinggi dalam sejarah Jepang. Di 2025, rekor itu dipecahkan lagi: 42,7 juta turis asing masuk.
Pemerintah Jepang ga cuma senang dan pamer dengan angka itu. Mereka juga keluar anggaran khusus untuk menangani masalah baru yang muncul: terlalu banyak turis di satu titik sampai warga lokal terganggu. Mereka batasi pengunjung di tempat yang sudah sesak, pasang sistem pantau keramaian, dan kampanye agar turis mau menyebar ke daerah yang lebih sepi.
Situasi Jepang hari ini juga masih berat. Per Mei 2026, yen masih lemah di kisaran 159 per dolar, jauh dari level 106 per dolar lima tahun lalu, dan pemerintah Jepang masih gelontorkan puluhan miliar dolar untuk menstabilkan mata uangnya. Pertumbuhan ekonominya diperkirakan hanya 0,5% tahun ini. Jepang masih berjuang. Tapi cara mereka berjuang berbeda: dengan tindakan nyata, komunikasi yang jujur ke warganya, dan mau mengakui masalah baru yang muncul sambil tetap mengelolanya.
Sekarang ke Indonesia.
Minggu ini, Kementerian Pariwisata bilang pelemahan rupiah adalah daya tarik buat wisatawan asing. Wisatawan Malaysia dan China diklaim naik signifikan, bahkan China disebut naik 25%. Itu mungkin benar. Tapi ada yang tidak disebut dalam pernyataan itu: biaya operasional hotel dan restoran yang bergantung pada bahan baku impor ikut naik. Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Bali bahkan terang-terangan minta izin agar bisa jual paket wisata dalam dolar, bukan rupiah, supaya kualitasnya bisa dijaga. Artinya pelemahan rupiah justru melukai bisnis pariwisata dari dalam, sementara narasi resminya merayakan efek luarnya.
Ini bukan soal siapa yang paling jujur. Semua pemerintah punya kepentingan untuk menjaga ketenangan publik.
Tapi ada perbedaan besar antara tiga model ini. Turki pilih kambing hitam dan tutup mata, warganya yang bayar dengan harga-harga yang meledak selama bertahun-tahun. Jepang pilih jujur, akui masalah, alokasi uang dengan "strategis", dan akhirnya ubah kelemahan yen menjadi mesin turis terbesar dalam sejarahnya. Indonesia berada di tengah: tidak menyalahkan siapapun, tapi juga belum sampai ke tahap mengelola sisi buruknya secara serius di depan publik.
Itu yang bikin gw ganjel dari awal. Ada yang sengaja tidak diomongkan, dan itu justru bagian yang paling penting.
Negara yang berhasil lewatin tekanan mata uang bukan yang paling optimis di depan kamera. Tapi yang paling realistis kebijakannya.
PRABOWO TIDAK PEDULI TENTANG ACEH, JIKA DIA PEDULI KONDISI SEPERTI INI TIDAK AKAN BERLARUT-LARUT
sudah setengah tahun ๐ฅน, lumpur tebal masih harus dibersihkan . Lebaran ini, mereka masih harus berjuang membersihkan lumpur sisa banjir sendirian .
Bahkan, jika hujan, air kembali meluap karena sungai masih belum sepenuhnya normal . ada kenangan dan harapan yang terkubur bersama masa depan anak-anak disana, yang ingin merasakan "Rumah". . pertanyaannya, mau sampai kapan? .
Kerja di pemerintahan itu artinya lu kerja buat melayani masyarakat, bukan melayani apalagi menjilat pejabat.
Duit yang dipake buat gaji elu tuh duit masyarakat juga, bukan duit segelintir pejabat.
Jadi, gaada kaitannya kalo lu orang yang kritis terus gaboleh jadi ASN.
Paling benci narasi begini "yang penting kerja" / "gak butuh duit?". Bajingan lo semua, pada lupa kali kelas pekerja itu PALING RENTAN DIEKSPLOITASI. Sejak kapan sih korporat besar itu berpihak ke kesejahteraan pekerja? Gak ada anjir, gaji murah tapi mau hasil mewah. Mikir.
DONโT STOP TALKING ABOUT ACEH!๐จ
siapa bilang Aceh sudah pulih dan ditangani secara merata?
BELUM PULIH!
sedihnya, mereka masih sekolah di tenda yang panas banget kalo siang hari
mata pencaharian merekapun hilang, karena sawah mereka hilang dan tersapu oleh banjir kemarin๐
Presiden kita ini benar benar tidak punya rem untuk tidak mengambur hamburkan uang negara. Coba istana jelaskan ke rakyat secara gamblang tentang hasil nyata dari tiap kunjungan yang dilakukan hampir tiap minggu melawat ke luar negeri? Berapa anggaran negara yg dihabiskan hanya untuk berpergian? Pantaskah itu dilakukan saat rupiah terpuruk terhadap dollar, harga saham merosot dan remuk di mata investor, serta banyak rakyat sedang kesulitan ekonomi karena harga harga kebutuhan yang makin mahal? Apa tidak ada orang di sekeliling presiden yg bisa menasehati agar pak Prabowo lebih punya empati, hingga mendahulukan bekerja berdasarkan prioritas dan akuntabilitas?
BREAKING!
Warga Papua Selatan hari ini resmi gugat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, yang keluarkan Surat Keputusan (SK) No. 591 berisi rencana mengubah 486 ribu hektare tanah adat mereka jadi PSN Pangan dan Bioenergi.
Gugatan ini jadi bukti bahwa โPesta Babiโ adalah realita yang terjadi di Papua Selatan hari ini. Di mana kebijakan negara jadi alat legitimasi pemusnahan ruang hidup masyarakat.
Kenapa warga menggugat?
mohon izin, saya coba jadikan poster sederhana agar lebih mudah dibaca di ipad for kids ๐
mudah-mudahan dibaca juga oleh pak prabowo, biar lebih paham apa dampak kenaikan kurs dolar terhadap masyarakat desa.
nb: sudah disertai solusi juga.
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
prabowo nih ditanyain soal IHSG anjlok bilangnya "rakyat desa ga main saham", sekarang pas rupiah lagi lemah ngomongnya "rakyat desa nggak pakai dollar".
rakyat desa rakyat desa mulu ajg, lu itu presiden bgst, bukan lurah.
Danantara belum menerbitkan laporan keuangan. Tampaknya karena kerugian besar akibat lebih 100 triliun rupiah dananya dipakai bermain di bursa saham. Ini harus diusut. Tapi siapa berani mengingat Danantara adalah kabinet bayangan yang langsung berada di bawah presiden RI.