"ada orang pinter bilang, ada yg lebih genting dari perut lapar" dan tanggapan dia, "saya kira gak ada yg lebih genting dari perut lapar" WALLAHI WE'RE FINISHED, FIX MBG GAK AKAN DI STOP YA GUYSSS ๐
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
โEMANG GUE PIKIRINโ dan disambut tepuk tangan yang meriah
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
Nah, berarti sudah clear ya.
Kalau nanti ada gimmick model Bahlil seperti itu lagi dan masih banyak yang kena juga, berarti pendidikan politik kita memang sudah no hope ๐ฅฒ
inget banget dosen saya cerita pernah ikut proyek perbaikan jalan di salah satu daerah. dosen saya mengajukan bahan material terbaik yang masa pakainya panjang biar ga setiap tahun ada proyek perbaikan untuk menghemat anggaran daerah. tau ga apa tanggapan pemdanya?
mereka bilang jangan pake bahan yang bagus-bagus banget nanti kalo jalanannya ga rusak, kita ga akan dapat anggaran dari perbaikan jalan ini per tahunnya (jadi emang sengaja dipilih bahannya yg kualitas rendah biar tiap tahun ada proyek perbaikan jalan).
wess angell
Ini cara main lama yang biasa dimainkan sebelumnya.
Mereka memproduksi hoaks yang sengaja dibikin sebagai ragebait, lalu dilempar dan disebarkan lewat buzzer ke publik.
Tujuannya:
1. Membuat masyarakat bingung membedakan mana berita asli dan mana yang palsu
2. Menjebak orang ikut menyebarkan, lalu berisiko kena UU ITE
3. Menutupi isu lain yang lebih besar (pengalihan isu).
Hati-hati.