Saya sudah melewati Twitter dalam berbagai fase sejak 2011.
Perkenalkan, saya Fauzan.
Dari cuman sekadar tempat ngobrol sama teman kampus, tempat ngobrol komunitas, sempat off karena banyak konten 18+, sampai kembali lagi untuk mencari penghasilan tambahan, Twitter (kini X) bagi saya selalu menghadirkan perspektif berbeda.
Jadi kalau kamu mau menyelam dan melihat puluhan ribu post saya dari 2011 sampai sekarang, mungkin kamu bisa ikut merasakan perjalanan hidup saya.
Kini, sebagai seorang mantan jurnalis dan copywriter dengan pengalaman 10 tahun lebih, serta dorongan kuat untuk mendalami AI untuk meningkatkan produktivitas, post saya nanti akan sangat berbeda.
Saya akan banyak menulis tentang AI, teknologi, produktivitas, dan filosofi: topik-topik yang kini sedang saya gemari. Saya harap usaha saya di sini bisa membuahkan hasil, mungkin dari payout X, atau tawaran menulis freelance, atau apapun itu, saya terbuka akan segala kemungkinan.
Untuk kawan-kawan yang sudah mengikuti saya sejak 2011, feel free to unfollow jika usaha saya di sini mungkin terasa "gaduh". In this economy, saya akan tetap ikhtiar dan berusaha untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Namun untuk kalian yang mengenal saya, lalu melihat post ini; mungkin kalian sedikit tersenyum, tetapi kalian membiarkan dan mungkin sedikit memahami, saya mengucapkan terima kasih.
(YaAllah panjang, untuk teman perjuangan lain, ayo saling follow dan berkembang bareng-bareng)
Percaya atau engga, followers yang kalian dapetin dari hasil ngonten itu bakal lebih setia daripada hasil mutualan brutal, karena mereka follow kalian untuk baca postingan kalian.
Challenge:
Pitch people in one paragraph tentang diri kalian atau akun kalian supaya mereka tertarik follow kamu
Misal:
Hai, aku Jeya. Kalo kamu yang pengen jago bahasa Inggris tapi lebih suka belajar sambil rebahan, aku bahas English hacks yang simpel, nyambung sama kehidupan sehari-hari, dan ga bikin ngantuk. 1 konten aku setara dengan 1 bab buku sekolah kamu 😉
Your turn! 👇🏻👇🏻👇🏻
Jadi gue nebak, selera, keputusan, dan human touch kita bakal jadi skill paling penting yang berguna di masa depan.
Ini makanya kalau ada yang nanya, "masih penting ngga sih belajar programming?"
Jawaban gue, masih penting.
Karena dengan kita belajar, kita bisa terus mengasah kemampuan kita untuk membedakan mana output yang jelek, mana yang bagus.
Jangan mau kehilangan "human touch" unik lo.
Jadilah manusia yang punya selera paling mahal, dibantu teknologi yang paling efisien.
Unpopular opinion: AI tidak akan menggantikan peran manusia dalam bekerja.
Di era di mana AI sudah begitu canggih, proses eksekusi dan skill produksi akan menjadi murah.
Ketika itu terjadi, selera dan keputusan manusia akan semakin menjadi komoditas yang bernilai mahal.
WELCOME TO THE TASTE ECONOMY
Keterlibatan manusia akan menjadi semakin penting karena ia memiliki selera yang tidak dimiliki oleh para AI.
Selera ini yang akan menjadi pembeda, mana produk yang benar-benar disukai, mana produk yang bener-bener dengan cinta oleh manusia, mana produk yang sekadar dibuat berdasarkan prompt AI.
Coba bayangkan, kalau kita semua bisa bikin produk saas dengan 1 prompt saja, kira-kira, dari jutaan produk yang dihasilkan AI tersebut, mana yang paling baik?
Tentu saja yang selera manusiawinya paling kelihatan.
Nggak cuma menuju frontier, open weight model harus sangat ringan dan bisa digunakan di local machine manapun untuk kita mencapai sovereign AI.
Ketika itu bisa tercapai, ucapan Amodei tentang "a country of geniuses in data center" akan menjadi kenyataan.
The fact that open weights models are being discussed credibly at this level of capability should be a huge update for many.
The implications of open models getting to frontier performance ensures that you can always have sovereign AI, have the ability to post train for your specific workflows, cost optimize for various workloads, and actually afford to do much more with AI (which opens up meaningfully different applications).
Huge win for the applied AI layer.
Kalau saya: minta chatbot lain untuk ubah permintaan kita dalam bentuk prompt bahasa Inggris.
Kalau modelnya pintar, biasanya dia bakal buat prompt-nya pakai framework tertentu.