@sosmedkeras Empathy at its peak.
Bola jadi bener2 penghibur di tengah segala keabsurdan negri ini. Selama lebih dari 2 jam kita lupa mbg, kopdes, pidato2 konyol, rupiah loyo, ekspor asap, penjara mewah, dll.
Thanx, bro.
Saya merasakan hal yg sama. Kelesuan kita lihat di pelbagai sektor, meskipun tentu ada sektor2 tertentu yg tetap "bergairah". Tetapi suasana dominan adalah kelesuan.
".. karena selama ini Menlu Sugiono terlihat sulit membagi waktu dan atensi antara tugas luar negeri di satu pihak dan di lain pihak tanggung jawab penting beliau sebagai petinggi partai.."
a very diplomatic way to say "he's incompetent and failed to do his job"
President Prabowo has just officially removed Sugiono from his post as Indonesia's Foreign Minister and appointed Arrmanatha Nasir as his replacement
Who is he? And what does it mean for Indonesia's Foreign Policy?๐งต
Sebanyak 10 unit bangunan yang disebut memiliki fasilitas 'apartemen' di Lapas Cibinong, Bogor, Jawa Barat, dirobohkan dengan alat berat, Rabu (30/09).
Pembongkaran itu dilakukan atas kesepakatan Komisi XIII DPR RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Baru kali ini gue liat dengan terang-terangan tindak pidana korupsi di dalam Lapas ketauan dan diekspos publik, terus ga lama TKPnya langsung dihancurkan. Padahal itu TKP banyak barang bukti: sidik jari, DNA, dsb.
Ini sih korup sampe pucuk-pucuknya ๐๏ฟผ
Ekonomi macam apa yang sedang kita bangun jika jutaan orang sudah menginvestasikan waktu dan uang untuk pendidikan tinggi, tetapi setelah lulus justru tidak tersedia cukup pekerjaan produktif bagi mereka?
Berita Nikkei ini menunjukkan masalah yang lebih besar daripada sekadar โlulusan universitas sulit mendapat pekerjaan.โ Data BPS menunjukkan pengangguran lulusan universitas mencapai 904.440 orang pada Agustus 2025, sementara pada Mei 2026 angkanya dilaporkan sekitar 1,03 juta. Pada saat yang sama, total pengangguran nasional Mei 2026 masih sekitar 7,22 juta orang.
Sementara itu, Kajian LPEM FEB UI terbaru justru menunjukkan bahwa penyerapan lulusan STEM sendiri melemah pada angkatan 2021โ2023, termasuk dalam pekerjaan formal dan pendapatan awal. Artinya, persoalannya bukan anak muda kurang kompeten. Tapi, ekonomi dan dunia usaha tidak cukup menciptakan pekerjaan produktif.