IPK itu bukti kuat kalau kamu bertanggung jawab secara akademik, yes rajin.
Tapi entah kenapa orang Indo ini punya fetish terhadap street smart.
Diskursus soal IPK ini seakan selalu mau ngerendahin orang raji . “Temenmu yg nilainya tinggi sekarang udah jadi apa?”
Jadi banyak banget yang meromantisasi “ni orang IPK kecil tapi sekarang sukses”.
Lah soalnya orang IPK kecil kalau sukses berisik banget.
Mana ada orang IPK tinggi begitu sukses yang dibahas IPKnya dulu. 🤣🤣
Semoga kalian tidak perlu know the hard way kalo 112, 113, 118, dan 119 gabisa diakses kalo kalian gapunya pulsa.
I did, and i fucking hate this country
Terlepas kasusnya, gokil ye Bahasa Indonesia really is a beautiful and unique language to learn and understand. One word in Indonesia can be defined into different meanings depending on how each person perceives it. Meaning, the brain plays a key role in comprehending information
Ternyata lebih enak jadi mba2 operator produksi di pabrik daripada mba mba admin kerja di BUMC. Mba2 pabrik kerja pake tenaga, kalo capek tinggal reflexy atau pijet, gajinya UMR + tunjangannya banyak, kalo lagi butuh banyak duit ambil lemburan,
kalo lg ga begitu butuh ga usah lembur, jam kerja normal 5 hari kerja (kecuali lembur), bonus nya banyak, beberapa PT ada asuransi. Mba2 admin emang kerjanya duduk dibawah AC tp gaji mepet UMR, tunjangan ga ada, bonus ga ada, ada juga yg 6 hari kerja,
Kerjanya pake otak, kalo burn out lari nya ke psikolog. Kalo otak capek bisanya badan juga ikutan capek jd tetep pijet juga (pengeluaran kesehatan jd double). Mba2 pabrik cuma butuh interaksi sama temen2 se divisi nya dan leadernya.
Mba2 admin butuh interkasi sama temen2 divisinya, divisi lain, atasan nya, bos nya, bahkan ada yg sama vendor dan client nya juga. Termyata jadi mba2 admin itu energi nya lebih terkuras banyak tapi gaji nya minim
Coba mba2 pabrik keluar lah pencapaian2 mu 😊
cc:threadfathrth
Jangankan ke luar negeri, sambang jalan-jalan ke provinsi lain di Indonesia aja belum tentu.
Padahal masih satu pulau Jawa, tapi ada aja orang Jabar yang belum pernah ke Jatim, dan sebaliknya, orang Jatim yang belum pernah ke Jabar maupun Banten.
Kalau di luar negeri, jarak yang kurang lebih sama (Inggris–Jerman) memang sudah perlu pemeriksaan paspor, apalagi sejak Brexit.
“Aku rela mati demi kamu” is such a weak and pity words. I dont wanna listen that.
I prefer “rela hidup demi kamu”. Because living is hard, and you choose that to stay for me.
kalo suka versi bahasa indonesianya, berarti memang editornya dan pengalih bahasanya keren banget.
catat namanya, follow social media-nya kalo ada, cari info buku apa aja yg dia terjemahkan.
menurutku, alih bahasa aset besar di setiap penerbit.
belum bisa digantikan AI.
Menarik diskusinya. Menurut saya memang latar sejarah, konteks dan budaya yg membuat Pram menulis perempuan seperti itu. Harus menjadi 'maskulin' untuk bisa melawan. Kita tahu bagaimana patriarkinya budaya Jawa terhadap perempuan. Rata-rata, cerita yg ditulis Pram berlatar Jawa
Pram menulis karakter perempuan dengan realitas di atas dan melihat karakter perempuan kuat dalam diri ibu dan neneknya.
Neneknya mengajarkan bagaimana perempuan mesti mandiri dan pekerja keras. Ibunya mengajarkan bagaimana menghormati diri sendiri. "Makanlah keringatmu sendiri, jadilah majikan atas dirimu sendiri."
Semua itu terpatri oleh Pram, dan menghasilkan karakter perempuan yg maskulin.
Mase, yang dibilang 'Kepentingan nasional' itu label, bukan bukti.
Food estate Kalimantan era Jokowi juga kepentingan nasional , tapi hasil BPK audit: perencanaan tanpa data valid, lahan terbengkalai, pelaksanaan 'tidak sesuai peraturan dalam semua hal yang material'.
Food estate Soeharto juga kepentingan nasional , jutaan hektar rusak.
Sekarang 2,5 juta hektar Papua lagi.
Pertanyaan 'siapa yang untung' itu akuntabilitas, bukan serangan.
Atau sampean mau bilang proyek negara kebal evaluasi mase?😁😁
Gausa jauh2 bahas soal Habibie yang pinter,
Lha kemarin dapet calon presiden lulusan Ekonomi & Kebijakan Publik, sama lulusan Hukum & Politik, pada gamau 😭
Let alone ada cawapres yang lulusan doktor Hukum Tata Negara, pernah ngerasain semua posisi Trias Politika. Langka banget loh itu.
Belom 2 tahun yang lalu pula loh WKWKWK
Sbnrnya gpp kalo mau nulis isu misogini, patriarki, dan ketimpangan power kayak gini. TAPIII, harus ada konsekuensinya. Jgn diromantisasi!! Kalo narasinya trs bela karakter & semua yg di cerita tetap memaklumi, jatuhnya malah tone-deaf & bikin isu beratnya kerasa cuma jd estetika
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
Nnton lengkap video pak prabowo dari awal meski udah seliweran cuplikan soal "rakyat desa ga butuh dollar"
Tpi buatku, yg bikin sedih saat dia memberikan banyak pujian untk pejabat & diri sendiri,
tpi becanda soal "tangan petani yg kasar",
katanya kira2 " saat salaman dgn warga setempat, tangan mreka kasar, bahkan ibu2 nya jga tangannya kasar. Sya harus cuci tangan dengan minyak khusus"
Sumpah, emng rakyat ini becandaan doang buat dia...
cc:threadmega
@TheEconomist You're posting some many tweets about Prabowo and Indonesia recently.
I know part of the reason is for the traffic, but please do continue. Please.
The entire Indonesian media/press is under hostage, with threats of violence. Only foreign media can criticize his regime now.
Bagaimana kalo ternyata seseorang mengikuti kegiatan silent reading hanya krn ingin merasa terhubung dgn orang lain? utk ikut bahkan hrs mengerahkan segenap keberaniannya.
Di dunia yg semua orang merasa selalu butuh ngomong, baca diam juga sesekali perlu.