W flashback ternyata salah satu hal yang tidak bisa ku kompromi memang silent treatment.
Dulu ada teman yang kualitasnya bintang empat, secara mood, humor, topik ngobrol, sampai frekuensi yang nyambung - begitu kecentok dia diam, tetap ku lepas.
andai gua cantik sesuai standar masyarakat, gw cmn perlu joget brazil atau lypsinc lagu yg ga gw hapal trus boom viral dmn mn lalu dpt endors dari glad2glow scora scintific trus tinggal slow living
jadi inget. bulan pertama tinggal di Timor, seorang teman main ke kos. warlok. kami sedang makan, lalu dia bilang begini, โlu tidak bisa tidak pakai ac, ya?โ aku pikir, Kupang panas betul dan aku belum bisa mnyesuaikan diri. jadi aku iya kan. lalu, dia tany lagi,
as a malaysian, i don't even know why i'm waiting eagerly for prabowo to fall. maybe it's because i love the country, i love the people & i love the language, but i hate the fact that prabowo and his regime have made indonesia lose its charm.
prabowo, you've lost big time when people from other countries (like me) are starting to feel deep hatred towards you...
Ada satu yang menarik perhatian gue di demo hari ini: mahasiswa UI yang satu ini.
Begitu dikasih mic, pembawaannya langsung kayak reporter lapangan beneran. Ngomongnya runtut, kalimatnya rapi, hampir nggak ada filler.
Salut broo ๐๐ป
fathimah azzahra:
temen-temen mahasiswa diam dulu, saya tidak ingin ada kericuhan. ketika kepolisian menggunakan mokomnya, kita harus diam karena kita harus mencontohkan kepada mereka menghargai orang lain. dan kedua selain mencontohkan, saya ingin mendengar bagaimana mereka dalam berorasi
@BetaEpsilonPhi Dulu pas SBY jadi presiden, kami kira Indonesia akan mendapat presiden yg lebih baik ke depannya. Krn memang setelah Soeharto, hanya Megawati doang yg ampas, itu pun hasil dari Gusdur dilengserkan.
Ehh, SBY-JK malah jadi standar minimum. Kemunduran total.