+ "Pertama kenapa kau tidak menghubungiku? Lalu kenapa menghindar? Aku menunggumu Kachan!"
Aku melangkah maju mendekatimu, meski aku sampai harus menengadahkan kepala untuk menatapmu.
"Kalau aku berbuat salah katakan saja, jangan menghindar." +
+ aku melihat sekitarku mulai sedikit orang yang berlalu-lalang.
"Kachan? Kenapa kau diam saja? Ooiii!! Kachan? Apa kau mendengarku?"
Aku melihat kau tidak melepas headphone-mu. Ugh, sudah pasti tidak mendengar ya?
"Oiii!! KACHAN!" +
+ lantas aku melaksanakan rencanaku yang lain— yakni aku membenturkan keningku pada keningmu. Tapi kenapa rasanya sakit sekali?!
"Aduh! Aduh! Sakit! Kepalamu itu batu ya? Sakit sekali rasanya, padahal aku pelan tadi!"
Aku mengusap keningku.
@voltsvakr
+ jadi setinggi ini?? Aku menatapmu lekat, melihat mata hijau mint-mu.
"Kachan! Sebelum aku bertanya, ada yang ingin aku sampaikan terlebih dahulu. Sampai kapanpun kau tetaplah Kachan untukku."
Aku segera mengatakan hal itu dengan senyuman, +
+ Tapi aku mampir dulu ke minimarket, membeli susu dan camilan.
Aku perlu tenaga untuk menyusun strategi menghadangmu! Judulnya, 1001 cara menangkap Kachan!
Fufu! Bukankah aku ini jenius?!
"Hehehe." Aku sampai tertawa pelan.
@voltsvakr
+ [Chat:Ana]
- Ana, aku gagal
- Kachan sudah pergi
- Bagaimana di sana? Apa Akira marah karena aku mendadak pergi?
- Sampaikan permintaan maafku!
Setelah itu aku memasukkan ponsel ke dalam tas, aku berjalan dengan lesu menuju apartemenku. +
+ Aku mulai gelisah, jemarimu memainkan ujung pakaianku sambil beberapa kali aku melihat sekitar.
"Sepertinya Akasaka tidak bisa datang ya," ucap Ana dengan menatap Akira.
@voltsvakr
+ Ana seperti memahami sesuatu karena hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Saat makanan datang kami pun menunggumu sambil makan, tapi hingga piring kosong dan beberapa menit berlalu— kau belum juga menunjukkan diri di kafetaria. +