udah disumpahin se-Indonesia, dikatain se-Malaysia. gak ada introspeksi diri, NPD sampai ke akar-akarnya 😭
lu tau gak sih, Wok? kerja lu lambat banget, sampai karhutla aja harus ditangani negara lain.
udah gak jelas, asal-asalan lagi. MBG lu bikin harga pangan melonjak + keracunan massal, kopdes bikin anggaran boncos, ormas lu malah ngebunuh rakyat, kabinet lu doyan foya-foya.
jangan semua sifat iblis lu ambil juga dah, Wok. minimal sisain dikit kek sisi positifnya 😭
jangan kayak mola-mola, udah lah gak guna, punah pun tak mau.
Orang-orang tuh ngerti gak sih kalo kita bilang Karhutla gara-gara pemerintah tuh ya bukan Wowo dateng diem2 ke Kalimantan trs jatuhin korek di hutan anjrittttt😭😭😭
Tapi pemerintah sbg PEMBUAT KEBIJAKAN gagal membentuk regulasi yang bisa mencegah/mitigasi bencana gitu LOH
KALIAN HARUS TAUU!!
apa yang terjadi di Gunung Ungaran :
> menteri ESDM bahlil lahadalia terbitkan SK izin eksplorasi panas bumi 55 MW di gunung ungaran dan telomoyo tanpa sosialisasi terbuka ke warga setempat
> lokasi pengeborannya parah banget. terletak persis di dekat kawasan situs cagar budaya bersejarah candi gedong songo
> WALHI dan warga soroti ancaman fatal rencana pengeboran 2.200 meter yang berpotensi mematikan sumber mata air vital masyarakat
> ekosistem hutan lindung lereng gunung dipertaruhkan demi proyek BUMN (PLN & Geo Dipa Energi) tanpa memikirkan risiko longsor dan ekologis
> rakyat yang disuruh nanggung risiko bencana alam dan krisis air, sementara izin proyek diterbitkan ugal-ugalan di atas kertas
RIP SUAKA MARGASATWA KERUMUTAN!
Rumah Harimau Sumatera Lenyap Jadi Arang!
Mencekam dan membagikan kebiasaan lama yang tak pernah usai: Suaka Margasatwa Kerumutan di Riau salah satu benteng pertahanan terakhir ekosistem alam dan habitat Harimau Sumatera kini luluh lantak dibakar oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab!
Pohon-pohon hijau yang tinggi menjulang berubah jadi hamparan arang hitam. Tak ada lagi naungan bagi satwa langka, semuanya ludes dilahap si jago merah karena keserakahan manusia.
📍 Realita Pahit & Rincian Krusial yang Harus Dibuka ke Publik:
1. Pembunuhan Pelahan Harimau Sumatera & Satwa Endemik
Kerumutan bukan sekadar HUTAN KAYU BIASA, melainkan kawasan konservasi benteng habitat Harimau Sumatera yang statusnya sudah Sangat Terancam Punah. Saat rumah mereka dibakar, satwa ini terdesak keluar menuju permukiman warga yang ujung-ujungnya berakhir dengan konflik, perburuan, atau kematian.
2. Pola Lama: Bakar, Lenyap, Lalu Jadi Perkebunan Sawit?
Kita semua tahu pola sistematis ini: Hutan lindung/suaka dibakar -> statusnya dianggap rusak/kritis -> lalu tiba-tiba diusulkan alih fungsi jadi kawasan perkebunan kelapa sawit atau konsesi industri. Butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk memulihkan ekosistem gambut dan hutan Kerumutan, itu pun JIKA tidak diubah statusnya secara senyap oleh oligarki!
3. Di Mana Ketegangan Penegakan Hukum?
Riau kembali membara, dan yang dikorbankan adalah ruang hidup masyarakat adat, kualitas udara, serta keanekaragaman hayati. Penangkapan eksekutor lapangan saja TIDAK CUKUP jika aktor intelektual dan pemodal di balik pembakaran kawasan konservasi ini tidak diseret ke meja hijau dan dimiskinkan!
Semoga masih ada keajaiban bagi harimau dan satwa-satwa lainnya untuk selamat dan menemukan ruang baru. Namun, sampai kapan kita cuma bisa ngucapin PRAY FOR KERUMUTAN?
Apakah kasus Kerumutan ini bakal menguap begitu saja seperti karhutla tahun-tahun sebelumnya? Suarakan dan tanyakan keberadaan penegak hukum
Selamat pagi, Sahabat Kompas!
Hari ini kami terbit dengan wajah yang berbeda. Kami kembali menampilkan infografik interkatif di atas lembar kalkir. Perwajahan ini merupakan bagian dari rangkaian liputan #JurnalismeData "Membara di Area Konsesi". Pastikan Anda mendapatkan koran kami.
#AdadiKompas
Ada yang spesial di Harian Kompas hari ini:
Cover transparan kembali 🔥
Kita bisa lihat peta titik kebakaran, dikontraskan dg peta konsesi lahan. Jelas sekali di area karhutla terjadi. Dan siapa yang paling punya agenda untuk membakar lahan di Kalimantan
#PrayforKalimantan
ini dia kadisdik kalimantan tengah yang lagi viral, gara-gara bocoran zoom meetingnya menyarankan supaya anak sekolah gak diliburkan terkait asap dan polusi akibat karhutla, demi mbg tetap jalan.
laknat! 😭
Kompas hari ini membuat ilustrasi utk menunjukkan bahwa area kebakaran kebanyakan di konsesi sawit. Ini jelas berarti Kalimantan dibakar oleh sistem kapitalisme perkebunan monokultur sawit.
Kadisdik Provinsi Kalimantan Tengah:
- Ketika sekolah libur dikarenakan asap, akan mengakibatkan dapur dapur MBG mati, kantin kantin mati
- Anak - anak yang harusnya di rumah malah ke kafe kafe dan membuat masalah ketika dipulangkan
- Nanti kita yang PUSING Bu...
Jadi Bapak Ibu saya mohon kebijaksanaannya....
Apa benar nih Pak Kadisdik?
BUAT MALU ‼️
SUDAH MASUK DAN DISIARKAN OLEH MEDIA ASING ‼️
Kebakaran Hutan di Kalimantan, sudah banyak mendapat sorotan dari luar negeri, tidak hanya ASEAN saja tapi media asing mulai menyoroti langsung masalah karhutla ini, bahkan media sekelas Al-Jazeera meliputi dan memantau langsung kondisi di Rasau Jaya, Kalimantan Barat.
KEMENTERIAN PERTAHANAN JEPANG pun juga langsung merespon dan menurunkan 3 helikopter dan 600 personel militer untuk membantu dan mengatasi karhutla di kalimantan.
Betapa geramnya negara luar melihat kondisi dan realita penanganan kebakaran hutan ini ‼️
Seekor orang utan ditemukan terkulai lemas di perkebunan kelapa sawit dekat lokasi karhutla di Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8). Ia pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang hendak berangkat ke ladang.
Orangutan itu kemudian diberi nama Sampurna, sesuai dengan nama desa tempat ia ditemukan.
Dokter hewan kemudian memberikan oksigen dan cairan infus untuk membantu kondisinya. Sampurna juga diduga mengalami infeksi saluran pernapasan.
Sampurna akan menjalani perawatan di pusat rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan kembali.
📸: Dok. Reuters.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | galfot | R102 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan