Dok, gapapa kok klo portonya gk banyak yg estetik. Yg penting, selalu melayani sebaik mungkin, sesuai kaidah disiplin-etikolegal, dan masih ada cerita2 hangat dari pasien, Dokter hebat π»
Sandwich gen yg pusing budgeting utk keputusan2 besar dlm hidupnya, sambil tiap hari melihat postingan sosmed penuh pencapaian org sekitar, ternyata beneran ada π
Jadi akademisi di LN dgn beasiswa LN, tinggal dan beranak di sana, sekolahin anak di sana, ttp kirim bulanan ke Indo, pulang kampung tiap hari raya, buat kajian akademik utk topik2 di Indo sesuai keilmuan. Too good to be true...
Guys, terakhir nih sebelum tidur.
Aku enggak ada urusan sama mbak-mbak LPDP itu. Dan enggak mau tahu juga urusannya.
Mau dia disuruh ganti rugi, balikin duit, atau apapun istilahnya, terserah!
Tapi, intinya, kalian harus tahu suara orang yang kecewa atau bahkan di tahap menyesal jadi WNI itu berasal dari pemerintah yang enggak becus menjalankan negara.
Setiap berganti rezim, bukannya makin benar, rakyat makin sengsara.
Sedikit saran, itu energi galaknya boleh juga nanti setelah si mbak-mbak itu habis diproses, dialihkan ke pejabat-pejabat yang kerjanya enggak bener.
Soalnya pejabat itu gaji, tunjangan, dan anggaran apapun yang dia pakai, itu duit pajak rakyat, duit keringat rakyat. Kalau dia kerja enggak benar, itu artinya dia ngeludahin rakyat.
Sekalian juga sama aparat.
Mari kita kawal semua orang-orang yang makan dan hidup pakai duit pajak rakyat untuk bisa berkontribusi dan kerja benar untuk menyejahterakan rakyat.
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
Barangkali, beberapa anak sulung ingin bilang ini pada orang tuanya:
Dengan menjadikan aku pengganti kalian untuk adik-adikku, bebanku ganda, karena aku juga akan jadi orang tua untuk anak-anakku.
Mungkin, anak2 Ibu mmg harus mengambil peran yg berbeda. Anak sulung yg rebel, beku, tertutup, nanti harus menjamin Ibu bisa MCU setiap Hari Ibu. Sementara, utk urusan romantisasi, mungkin dipegang anak kedua, tiga, empat saja π