USTAZ KHALID BASALAMAH
Saya bikin video untuk Ustaz Khalid Basalamah kali pertama itu gara-gara nongol di linimasa saya ucapannya seperti ini:
"Siapa itu Khomaeini? Coba antum baca sejarahnya. Orang Yahudi! Subhanallah. Baru dikatakan Ayatullah. Ayatullah dari mana? Ayatus-Syaithon, iya!"
Setelah itu, saya juga membikin video lagi karena saya mendapati videonya (short) yang ngomong begini:
"Tiga puluh sampai empat puluh tahun lalu, orang Syiah dari Iran masuk ke Mekkah, membantai jamaah haji, dan darah di sekitar Kakbah sampai ke betis."
Dua ucapannya di dua majelis ceramah berbeda ini ngibul dan mengandung dua macam konsekuensi.
Pertama, kalau datang dari kebodohan, ia berdosa karena menyebarkan informasi yang tidak ia ketahui. Kedua, alau datang dari kesengajaan, dosanya lebih besar karena ia tahu salah namun tetap menyampaikannya.
Saya tidak perlu menjadi Syiah untuk merespon ini, lawong ini perkara debunk biasa. Kebetulan saja saya cukup mengonsumsi literatur sejarah.
Ladalah, setelah kedua video itu tayang, saya dapat berita dari kumparan kalau Ustaz Khalid dipanggil KPK. Ketika ditanya kenapa status uang miliaran itu, dia bilang tidak tahu, dan dia mengaku sebagai korban.
Makanya sewaktu menuangkan unek-unek saya dengan rilis KPK yang cukup kontradiktif dan gak klop, saya singgung saja namanya. Saya masih merasa bahwa kasus Gus Yaqut ini seperti kasus Mas Nadiem Makarim (untuk yang terakhir viral di X adalah: Ibam).
Mungkin karena itu, akhirnya algoritma "mendekatkan" saya, di YouTube sebenarnya, dengan video-video Ustaz Khalid. Salah satu yang saya tonton adalah siniarnya dengan dr. Richard Lee, pada Ramadan silam.
Saya percepat video itu 1,5x, dan menemukan beberapa kekeliruan yang sama.
Pertama, dia bilang Syiah itu diciptakan oleh orang Yahudi, namanya Abdullah bin Saba'.
Ini "gosip" lama yang sudah banyak dekonstruksinya. Kenapa dia tidak mau belajar?
Kedua, sikapnya soal Iran juga tidak berubah; dia masih meragukan perjuangan Iran melawan Israel-Amerika.
Ini juga propaganda lama yang direproduksi terus oleh Wahabi/Salafi/Apapun Namanya. Kenapa ia ikut memproduksinya ulang?
Ketiga, Houthi yang ada di Yaman itu datang dari Syiah Iran yang pindah ke Yaman. Untuk dramatisasi, ia menyebut Houthi membantai umat muslim di sana.
Houthi di Yaman itu, sejak mula, dipimpin oleh zuriah Baginda Nabi Muhammad yang berdiam di Yaman turun-temurun, dan tinggal di sana.
Sekarang, Houthi (Syiah Zaidiyah) dipimpin Syarif Syarafuddin Syamsuddin dari kabilah al-Rassi, salah satu Ahlulbait Ring-1 yang penjagaan nasabnya sangat kuat.
Klaim mereka datang dari Iran ke Yaman itu dari mana?
Tapi ada juga sikap Ustaz Khalid yang menarik: dia meledek orang-orang yang menyebut "ajaran" Muhammad bin Abdil Wahhab sebagai "Wahabi".
Singkatnya, dr. Richard nanya soal aliran, salah satunya Wahabi. Ustaz Khalid bilang mereka tidak sesat, dan orang-orang banyak salah sangka tentang aliran ini sejak dari istilah.
Lihat?
Kalau soal Syiah, dia gampang banget nuduhnya. Bahkan dari puluhan pejabat Iran yang wafat sejak Israel-Amerika menyerang, masih diragukan Khalid sebagai keseriusan Iran.
Tapi kalau soal Wahabi, dia ambil langkah defensif: disebut Wahabi pun ia tak mau.
"Ini keliru, karena pendirinya adalah Muhammad, bukan Abdil Wahab. Seharusnya, nisbatnya itu Muhammadiyah atau apa. Wahhabi itu, kan, Tuhan." aw kama qaal.
Busyet.
Kita juga memakai nisbat "Hanabilah" untuk muslim yang menganut mazhab Hanbali. Padahal pendirinya adalah Imam Ahmad bin Hanbal. Hanbal itu nama kakek beliau.
Ibn Taimiyah, nama "Taimiyah" itu bukan bapak cer-nya.
Aliran Karramiyah itu nisbatnya bukan kepada pendirinya, Ahmad bin Karram. Aliran Ibadiyah juga bukan nisbat kepada pendirinya, Abdullah bin Ibad, bukan pula kepada pendiri doktrinernya Jabir bin Zaid.
Foto hanya pemanis. Tadi nonton beliu (Ustaz Husain) di kanalnya.
Ramadhan sudah separo lebih kita jalani. Apakah pertarungan antara kebinatanganmu dan ke-Malaikatanmu sudah selesai? Siapa pemenangnya? Apakah gerbang nafsumu masih menyilakan syetan-syetan karena para syetan bisa lepas dari belenggunya ketika nafsu liarmu terbuka.
7 Anggota badan erat kaitannya dengan 7 pintu jahanam. Maka harus terjaga penuh dari maksiat, jangan sampai nyelonong ke masuk pintu jahanam itu.
1. Mata
2. Telinga
3. Lisan
4. Perut
5. Kelamin
6. Tangan
7. Kaki
Menurut Al Ghazaly ada 3 penanya yang tidak perlu dijawab;
1. Penanya yang memiliki karakter iri dengki
2. Penanya yang tolol ngototan
3. Penanya yang masih belajar tetapi bertanya pada bidang yang belum waktunya memahami.
Mengapa Al Qur'an menyinggung bahwa tak ada pemeluk keputusasaan melainkan hanya orang-orang kafir? Karena kekafiran selalu memberhalakan materialisme. Dan materialisme adalah produk dari kegelapan. Bagaimana ada harapan bagi kegelapan, jika keputusasaan adalah istana ilusinya?
Nak wes ngene iki terus piye ? Maka yang sudah kaya jangan kemaruk, yang berkuasa jangan sewenang-wenang. Cintai fuqorok dan rakyat sebagaimana kalian mencintai keluargamu. Tebarkan salam keselamatan dan keamanan pada sesama. Nak welas asihe wis do ilang terutama welas asihe penguasa marang rakyate,,,,yo fan tadlirissa’ah.
اللهم لا تسلط علينا من لا يخافك ولا يرحمنا. اللهم ارحم امة سيدنا محمد اللهم اصلح امة سيدنا محمد اللهم فرج عن امة سيدنا محمد
Pembredelan atas karya seni kembali terjadi. Kali ini lagu milik band Sukatani berjudul "Bayar Bayar Bayar" yang mengandung kritik terhadap instansi kepolisian. Band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah ini kemudian meminta maaf kepada Kapolri dan mengumumkan penarikan lagu tersebut dari semua platform pemutar musik.
Atas kejadian tersebut, #KamiBersamaSukatani menggema. Publik menggunakan tagar tersebut sebagai dukungan terhadap band Sukatani. Tak hanya itu, publik juga mengkritik institusi Polri yang diduga membungkam kebebasan berekspresi dalam berkesenian.
Apakah pembredelan ini akan terus terjadi? Siapa selanjutnya? Kita semua bisa kena. #IndonesiaGelap #peringatandarurat
Hal2 sederhana ini jangan anda abaikan. Niscaya hatimu akan jernih dengan sendirinya:
- Merapikan sandal dan sepatu, baju dan buku.
- Membersihkan lantai, dinding dan meja kursi
- Membuang kotoran atau menyapu halaman
- Mencuci baju dan hal-hal yang bisa dicuci
Lawanlah dirimu
Saya merasa akhir2 ini ada keresahan di sebagian teman2 nahdliyyin yg bermain medsos. Sebabnya adalah serangan dan "negatif sentiment" terhadap PBNU dan Gus Yahya.
Cuitan kali ini hendak saya tujukan kepada teman2 NU untuk sedikit "ngedem2" dan melerai perasaan mereka.
1. Serangan "virtual" atas PBNU dan Gus Yahya akhir2 ini bisa saya pahami. Ada perkembangan2 krusial menyangkut NU yg bisa menjadi bahan "bakar" untuk serangan: konsesi tambang, keberangkatan lima anak NU ke Israel, bahkan Gus Yahya sendiri jg pernah pergi ke sana, dll.
3. Yang lebih krusial lagi adalah "posisi politik" PBNU yg saat ini dekat dg Pemerintah Jokowi pada saat presiden kita ini sudah tidak lg menjadi "hero" bagi kelas menengah seperti tahun2 lalu. Setiap kubu yg berpihak pada Jokowi saat ini sudah pasti rentan menjadi obyek kritik dan serangan. Ini hal yg biasa dlm setiap pertarungan politik.
4. NU adalah ormas besar. Setiap dinamik apapun yg terjadi di dalam dan pada organisasi ini, pasti akan memantik reaksi dan komentar dari publik. Kita harus memaklumi hal ini. Komentar2 itu, baik positif atau negatif, harus dimaknai sebagai pertanda bahwa "NU matters"; NU penting, karena itu menjadi pusat perhatian.
5. Dalam percakapan personal, Gus Yahya jg kadang membicarakan soal sentimen negatif terhadap NU hari2 ini. Salah satu komentar dia yg saya suka kira2 begini: "Saya ini bukan politisi yg peduli elektabilitas. Jadi, saya kurang begitu peduli pada reaksi publik. Saya hanya melakukan sesuatu yg saya anggap benar dan tepat. Reaksi publik seperti apa, monggo saja."
6. Jadi, teman2 NU tidak usah resah dengan sentimen negatif terhadap NU di medsos hari2 ini. Reaksi seperti ini kita maklumi saja. Jika ada sesuatu yg bisa dijelaskan, ya kita jelaskan, seperti soal kunjungan lima teman NU ke Israel itu. Kalau sudah dijelaskan kok masih dicerca terus, ya dibiarkan saja. Namanya juga netizen. Kalau tidak ada cercaan memang tidak seru.
7. Teman2 NU tidak usah terlalu risau dengan sentimen di medsos. Memang percakapan di medsos tidak bisa diabaikan. Tetapi jg jangan terlalu "terfiksasi" atau terpaku oleh isu di medsos. Isu di medsos cepat datang dan pergi. Dan apa yg terjadi di medsos tidaklah mencerminkan realitas sehari2.
8. Teman2 NU tetaplah aktif seperti biasa, memperkuat organisasi di segala tingkatan. Kritik2 dari luar harus kita anggap sebagai "pupuk" penyubur semangat.
9. Terakhir: belum pernah NU sebagai jam'iyyah solid dan kokoh dari pusat sampai ke bawah seperti di zaman Gus Yahya saat ini. Kaderisasi berjalan begitu intensif saat ini di seluruh Indonesia. Pembenahan lembaga dan banom sedang berlangsung dg serius saat ini.
Dengan segala kekurangannya, PBNU di bawah Gus Yahya berjalan kompak dan solid saat ini. Serangan2 kepada PBNU saat ini justru mengingatkan saya pada era Gus Dur dulu. Di zaman Gus Dur dulu, NU mengalami situasi serupa: menjadi sasaran kritik dari begitu banyak pihak, karena Gus Dur berani mengambil keputusan yg kadang kontroversial, dan berani berpikir "non-linier".
Alhamdulillah, "bakat" berani bertindak non-linier ini diwarisi anak2 NU sejak dulu hingga sekarang. Ini positif karena bisa menghidupkan diskusi, perdebatan, polemik, kontroversi. Suasana jadi hidup. Islam pun jadi dinamis.
Kalau ingin tidur nyaman dan tidak kontroversial, ya diam saja dan jadilah sosok yg menyenangkan semua pihak. Tetapi dengan begitu, anda tidak menjadi apa2.
Sekian.
With @hendra_HS and Mohammad Ahsan reaching the final of the #AustraliaOpen2024 it means that Hendra Setiawan has now contested at least one international tournament men’s doubles (MD) final EVERY year for 23 CONSECUTIVE years.
His first was the final of the 2002 Singapore Satellite with Joko Riyadi when he was just 17 years old.
His latest in Sydney aged 39y 9m 22d.
A total of 77 MD finals with 4 different partners – the #AustraliaOpen2024 being his 40th career final with Mohammad Ahsan.
I believe his achievement of consistently contesting finals over such a long period of time, not only places Hendra Setiawan as one of the GOAT badminton players, but also one of the all-time great athletes across all sports.
Even the great @rogerfederer “only” contested finals each year for 20 consecutive years!
It is simply amazing what Hendra has achieved.
#GillsFunFact
📷@badmintonphoto@INABadminton
#Badminton #ABO2024 #HSBCBWFWorldTour #BWFWorldTour
#HSBCbadminton #Longevity
Di negeri ini sedang mau mantu. Siapa yg mantu, siapa yg jadi penganten, siapa yang jadi punokawan, siapa pengiring pengantin wanita dan siapa pengiring pria. Siapa undangan dan siapa penonton.
Sebelumnya udah nikah siri lalu resmi (2 putaran) atau langsung resmi (1 putaran)
😄