Teruntuk raga yang lelah diburu waktu.
Yang terengah-engah memenuhi semua ambisi-ambisiku.
Yang sering bersahabat dengan larutnya malam.
Yang menyembunyikan sedih dalam setiap ocehan.
Menunggu-nunggu datangnya waktu itu.
Sepanjang tahun masih terus berjuang.
Terima kasih!
Kalau nomor tiga, penerbit enggak oke. Bisa revisi naskahmu sendiri, lalu ulang dari nomor pertama kembali. Bisa juga ulang naskah baru, dari nomor pertama kembali. Gitu.
Pertama: selesaikan naskah buku.
Kedua: kirim ke penerbit.
Ketiga: kalau penerbitnya oke, lanjut editing, bikin sampul, layout, dan siapkan program promosi.
Keempat: Bisa buka PO (pre-order) kalau mau
Kelima: Naskah naik cetak.
Keenam: Buku bisa dijual/ diedarkan.
Tak perlu menjelaskan apa yang kamu perjuangkan,
Tak perlu memberi tau apa yang sedang kamu korbankan,
Aku hanya menunjukan apa yg ingin kamu lihat,
Senyum palsu adalah caraku berlari dari masalah ku.
Sesekali mengeluh itu normal, tapi ingat harus kembali semangat
Kerja keras itu biasa aja. Capek kerja itu biasa banget. Kalau kamu bukan anak orang kaya raya, kerja keras itu bukan hal yang perlu dibuat derita, sebab ada banyak derita lain yg akan datang jika kamu malas-malasan.
Kehidupan itu netral,
Bagai canvas kosong,
Jika kau bermasalah dengan peristiwa di hidupmu, masalah itu ada pada dirimu,
Karena canvas kosong akan memperlihatkan sebuah gambar yang kau lukis, dan gambar yang kau lihat adalah cerminan sifat dari kesadaranmu.
@radenrauf Sidoi sering kerasukan, sering di rukiah bapaknya, uda di pertahanin dengan terima kekuranggan dia, pas sembuh malah di putusin, katanya "pacaran haram" mau di halalin aku masih 15 thn, tau gitu pas kesurupan ku tinggal aja dia, nyasar-nyasar lu