Kalo mau jujur membaca sejarah revisi UU KPK, urutannya jelas:
1. Motor revisi: DPR, dgn pengusul utama dr PDIP.
2. Pak Jokowi tdk menandatangani UU hasil revisi.
3. UU tetap berlaku krn mekanisme konstitusi.
4. Perppu sempat diwacanakan, namun batal krn tekanan politik.
Orang lebih suka nyalahin pemerintah pusat sampai lupa mengkritisi pemerintah daerah.
Sebenarnya, banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah. Tapi masyarakat lupa. Jadi saat hidupnya nggak enak, lebih baik menyalahkan Prabowo, atau Jokowi.
Padahal Bupati atau Wali Kotanya juga nggak bisa kerja.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya memerintahkan relawan Bara JP mendukung Prabowo-Gibran dua periode. Arahan itu telah lama disampaikan Jokowi.
"Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu (dukung Prabowo-Gibran dua periode)," kata Jokowi saat ditanya mengenai pernyataan relawan Bara JP mendapat arahan mendukung Prabowo-Gibran dua periode, Jumat (19/9/2025).
Simak berita selengkapnya hanya di https://t.co/rYPtUqfKmI
#HardNews_Viral #NewsOne #CariBeritaditvOne #Jokowi #DuaPeriode #GibranRakabumingRaka #PrabowoSubianto #NO3
Sudah lama sebenarnya saya ingin ngetweet terkait Status “Ijazah Palsu-nya” Pak @jokowi . Karena sudah begitu banyak yang ngetweet-komentar dari dulu sehingga suara kecil dari pulau kecil (Lombok) mungkin tidak akan terdengar dijagad Sosmed.
- Sebuah Utas-
MAZMUR 23 (BAHASA IBRANI)
Gam gam gam ki eleh
Sekalipun aku berjalan
Be be Gey tzalmavet
Dalam lembah kekelaman
Lo lo lo Eira Ra
Aku tidak takut bahaya
Ki atta Imadi
Sebab Engkau besertaku
Shivteha umishanteha
Gada-Mu dan Tongkat-Mu
Hema yi nahamuni
Itulah yg menghibur aku
Satu-satunya Presiden Republik Indonesia yang pernah disebut "Bajingan Tolol" oleh Rocky Gerung, namun tidak membalas dengan ucapan serupa, apalagi langkah politik taktis, adalah Jokowi. Beliau justru memahami itu sebagai bagian dari kebebasan dalam berdemokrasi.
Lawan politiknya senang karena Rocky Gerung telah mewakili kejengkelan mereka. Sementara itu, para pendukung Jokowi tentu saja marah. Namun, melihat Jokowi yang tetap santai, mereka akhirnya ikut santai dan tidak terpancing untuk merespons dengan emosi berlebihan.
Berbeda dengan kasus penjual es teh yang disebut "Goblok" oleh Gus Miftah. Dalam insiden ini, hampir seluruh rakyat Indonesia langsung murka dan mengutuk Gus Miftah, mendesaknya untuk segera meminta maaf kepada penjual es teh.
Kejadian ini mengingatkan saya pada cerita tentang kecoa dan kupu-kupu. Membunuh kecoa dianggap hal yang biasa, tetapi membunuh kupu-kupu yang cantik dianggap kejahatan. Padahal, kedua tindakan tersebut sama-sama melibatkan aktivitas pembunuhan.
Fenomena ini menunjukkan adanya standar moral ganda dalam masyarakat. Hal seperti ini biasa terjadi dalam pikiran manusia yang senantiasa berkonflik antara keadilan objektif dan bias emosional terhadap subjek tertentu.
Standar ganda semacam ini mengajarkan kita bahwa manusia, dalam berpikir dan bertindak, sering kali dipengaruhi oleh persepsi dan nilai-nilai subjektif, bukan oleh prinsip keadilan yang benar-benar netral.