Ah, kebetulan sekali anda menanyakan. Kami juga ga akan bosan-bosannya untuk mengunggah Arsip Nasional ini.
Ini kalau ada buzzer yang komen, "alah, video dipotong-potong aja jadi bahan cemoohan." bakalan epic banget sih.
Monggo buzzer-buzzer. Pegawe embege juga monggo~
Baru pertama kali nih naik krl jalur tanah abang ke rangkasbitung, yang terkenal paling ngeri. Tingkat kerameannya ok lah, hari libur soalnya. Tapi buset dah kayak gak ada AC nya, cuma blower kipas dari atas. Please lah, ditambah atau dinyalain ac nya. @CommuterLine
Yellow box = area tunggu spesial untuk sepeda motor? Jika marka jalan tidak berguna, dihapus saja. Setiap waktu selalu begini. Kalau dipasang kamera e-tle pasti dapat banyak pelanggaran.
Lokasi di perempatan jalan Perintis Kemerdekaan - Boulevard Raya @DKIJakarta@dishubjakarta
Tebak, apakah ini akan dimiliki: a) masyarakat berpenghasilan rendah, b) kelas menengah para pekerja yang biasanya commuting setiap hari, c) masyarakat kelas atas yang berbondong beli lebih dari satu unit lalu disewakan dengan harga selangit senin harga naik?
KAI akan membangun hunian vertikal sebanyak 8 menara di kawasan bekas rumah dinas KAI di sekitar Stasiun Manggarai.
Proyek hunian vertikal yang dikelola oleh KAI ini akan menyediakan sebanyak 2.200 unit, yang terdiri dari tipe 45 & tipe 52. Setiap menara akan memiliki ketinggian yang sama, yakni 12 lantai.
Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin mengatakan pembiayaan proyek hunian berasal dari arus kas KAI, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), & pinjaman dalam negeri.
Pembangunan hunian ditargetkan dapat selesai pada awal tahun 2027, sehingga serah terima kunci kepada pemilik unit bisa dilakukan.
(https://t.co/VV2DUHdum7)
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Apa udah pernah ada yg bikin studi soal berapa % kemacetan Jakarta itu disebabkan kelakuan pengguna jalan sendiri?
Berhenti sembarangan, muter balik tidak pada tempatnya, lawan arah, terobos lampu merah, dll
Well, sejak 2016 udah disampaikan bahwa naiknya air laut di pantura itu lebij banyak karena penurunan muka tanah. Makanya solusinya buka giant sewa wall. Pada gak percaya malah bayarin mesin propaganda fear mongering. Jadi aja kemana-mana. Hehhehe
@her_fnu@mizukarii@Outstandjing Bener. Makanya gw heran kalo ada yang bilang lawakan mereka itu intelek, kritis dll.... Lah bukannya malah banyakan mesum ya? 😅
ABSOLUTE WASIT, eh CINEMA!
FT: INTER 3-2 Juventus
Jika di X ramai salah satu fans Juve bikin kecewa karena temenan sama anak koruptor, pagi ini ramai Juve bikin kecewa fans item putih dan fans merah item sekaligus 🤭.
DERBY D’ MEDJA HIJAU antara tim yang ga pernah ke Serie B vs alumni terbaik Serie B benar benar absolute bioskop. Paket lengkap gol bunuh diri, balas balasan gol, gol menit akhir dan tentu saja campur tangan wasit yang sangat lovely 😍 (bagi inter).
Cinema dimulai dengan own goal deflect Cambiaso lalu dibales sendiri dengan Cambiaso. Kurang dari 10 menit, dia main dua peran yang negatif dan positif, layaknya Walter White jadi tukang masak sabu sekaligus guru kimia sayang keluarga.
Saat juve terlihat mulai mengerikan secara mentalitas, di situ lah drama terjadi. Derby d medja hijau pasti tidak melupakan peran utama dari seorang wasit; Acting keren dan tepat waktu dari Bastoni, ditambah dengan kebodohan Kalulu, menjadi script yang perfect bagi jagoan utama bernama wasit untuk mengarahkan jalannya cerita. Kartu kuning kedua untuk Kalulu di pengujung babak pertama.
Di babak kedua, kendali ada di Inter. Siapkan tissue, cerita berlanjut seru ketika film action berubah tema menjadi slice of life karena dua produk akademi yang tumbuh besar di lingkungan Inter bahu membahu mencetak gol kedua. Assist Dimarco disambut header efektif Pio Esposito. Menit 76.
Napas menderu, adrenalin merusuh, semangat menggebu, film nampak mencapai klimaks saat il capitano Locatelli mencetak gol di menit 83. Tendangan mematikan ke gawang yang dijaga kiper tangan pendek, sudah tertulis rapih di dalam script. Selebrasi terpuas yang saya lihat di match ini setelah selebrasi Bastoni merayakan kartu merah lawannya.
Namun namanya film, saat sebagian dari kita sudah nyaman dengan ending, pasti ada juga sinefil idealis yang merasa harus ada plot twist. Dan plot twist itu bernama Zielinski.
Tendangan luar kotaknya gagal dihadang oleh Locatelli, hingga bola masuk secara sempurna di gawang Di Goriorio, kiper kualitas biskuit imitasi Oreo. Dari selebrasi, berubah menjadi kekecewaan terbesar bagi Locatelli.
Absolute Cinema. 99% rating Rotten Tomatoes. Certified Fresh. Sangat direkomendasikan bagi sinefil sjw twitter tai ledig yang seakan haram kalo ada film bagus namun mainstream. Pokoknya film bagus harus digatekeep, pokoknya film mainstream itu harus dikritik.
Pertandingan selesai. Inilah sepakbola.
Inilah 5cm per second dalam lapangan hijau, ketika harapan belum tentu sesuai dengan garis tangan.
Inilah knives out, film bikin deg degan plus mikir, lalu buat bersorak ketika plot twistnya sesuai dengan yang diprediksi.
Inilah dokumenter sidang kriminal, ketika sang pengadil bisa menjadi ratu adil, atau menjadi bajingan sekalian.
You judge.
Bastoni's celebration after simulating is an embarrassing image for all of Italian football. A suspension with video proof as a lesson would be needed, but it will never happen (@EdoardoMecca1 )