Desember rupanya; Tidak banyak harapan seperti November sebelumnya, sebab segala semoga yang terpanjat di bulan lalu belum terpenuhi sepenuhnya.
Sudah cukup dengan masih diberi sadar dan sabar, serta nafas yang lancar.
Seringkali ketakutan membuatmu enggan bergerak, menepi dan menepi lagi saat kuasa melawan kehendak. Menolak tegas pada tegak langkah untuk beranjak, memberi kebuntuan pada jalan pikir sebab pandangan terbatas jarak.
Puan... Engkau tidak pernah berubah, mengabdikan diri pada rasa yang yang berlawanan arah, memungkinkan sesuatu yang jelas enggan menjadi mungkin perihal rasa yang berubah, meyakinkan diri sendiri perihal tujuan hidup pada kasih yang salah.
Selesai bertutur setalah sembuh, sukar yang menjadi kerangka kata setelah selesai luka bersimpuh, yang membuahi makna pada tiap abjad kala duka meluruh; Kini tiada lagi rima dan jemari saling menyentuh, melumuri relung dengan coretan sakit yang menolak kambuh.
Malam selalu memberi arti, menjembatani angan dalam pikir yang tak kunjung berhenti, menekan resah dalam rintik yang mematuk diri, merekam ingat akan pergi yang erat mengikat nadi.
Nada dini hari, nanti.
Saat kamu mulai mengerti perihal bagaimana hidup berjalan, banyak diantaranya tidak baik-baik saja;
dan saat kamu mulai mengerti cara bagaimana memahami keadaan, saat itu kamu akan menerima.
Ada-ada saja nuansa rasa...
Yang telah lama memendam kelam berharap padam; malah menolak temaram.
Yang lama membiasakan kesendirian sebab kelukaan; malah menerima kedatangan.
Bagaimana cara hati bekerja, mengapa rasa begitu mudah menerima hanya dengan tatapan mata ?
Manusia...