Mengapa rindu tak bs lembut denganku. Ia sering dtg tiba", membekap & membanting ku dg keras, tak pernah memberikan kesempatan untk bernafas. Mengiris" hati, membuat mata perih, lalu tiba" bbrp butir air keluar darinya & membasahi pipiku. Kamu jahat membawa semua rasa yg kupunya
Tiada peduli jarak yg membentang
Bertemu hrs dihadang gelombang
Meski bnyk aral melintang
Itu semua tak menggoyahkan
Ku punya rasa, ku punya cinta
Hatiku tetap terisi tentangmu
Sampai tutup usiaku.
Di sini hujan. Smua basah. Persis spt hatiku yg jg basah. Biasanya, saat hujan, Q bnyk berdoa. Hatiku memang remuk, tapi Q tak berdoa buruk ttg mu, spt pesanmu wkt itu. Q justru berdoa baik ttg mu, ter msk mohon Allah menjadikan mu sbg takdir ku. Sesayang itu lho, Q pd mu.
Akan kulakukan, bila menjauh membuatmu lbh bahagia. Q sadar diri kok. Biarlah semua jd kenangan. Tak usah pikirkan bgmn remuk & limbungnya aku yg terlanjur memiliki rasa sebegitu dlm & sdh kadung memahat semua janji mu dlm hati. Terimakasih orang baik.
Aku tak kenal Jalaluddin Rumi, tapi aku sdh lakukan apa yg dipesankan olehnya. Aku mendoakannya sembari menangis dlm hati. Aku tak tahu lagi apa yg akan terjadi pd diriku, mengapa trs mencintai meski dia tak bersamaku, bahkan mungkin tak peduli lg. Aku terus mencintainya.
Iedul Fitri kali ini benar" sepi. Aku terhuyung, dehidrasi di tengah gurun. Bintang yg ku jadikan pegangan, menjaga jarak bahkan menutup diri. Ku mengerti, ia hrs mengorbit mataharinya sendiri. Sampai hari ini aku msh terus berdoa unt mu, unt kita, dg derai air mata.
Mungkin kau tak pernah tahu, Mataku sering basah tak kusadari. Tak kuasa menahan rindu yg tak terperi.Pd mu yg jauh di timur pelangi. Kupeluk dirimu dg doa. Tulus kupanjatkan meski jiwaku terluka.Andai waktu dpt diputar ulang, ku akan berlari terbang,ke arahmu mengajakmu pulang
Nahan haus & lapar, Q bs. Nahan marah, Q jg bs. Tapi Q tak bs menahan diri unt rindu & trs memikirkan mu bahkan meski kamu mengabaikan Q. Anehnya, meski kecewa, otakku Q trs sj memikirkan mu & sampai kini msh trs berdoa bs hidup bersamamu. Q ingin Tuhan mengabulkan doaku.
Tidak kah kau tahu, aku selalu kalah, meski tiap hari ku perangi dan ku padamkan perasaan rindu yg terus tumbuh dalam hati. Aku tak tahu lagi apa yg harus kulakukan. https://t.co/9BHukux9gO
Petuah ini benar adanya. Jodoh itu bukan qadar, tapi hanya takdir. Mereka yg sdh menikah belum tentu jodoh permanen, buktinya berpisah.
https://t.co/vypui0TxPm
Perang terbesar di muka bumi sepanjang sejarah manusia itu bukan Perang Badar, Perang Uhud, PD I, ataupun PD II melainkan perang melawan diri sendiri. Perang memadamkan rasa marah, kecewa, sedih, maupun perasaan terhina yg bercampur jd satu.
https://t.co/lUdO3mSnx4
Dunia tak hanya fakta, tapi juga ada fatamorgana. Apakah selama ini aku mengalami delusi? Ku cubit kulitku, pastikan aku tiada bermimpi. Aku spt tak percaya, bhw peristiwa yg ku alami, ternyata bukan ilusi. Apa yg hrs kulakukan? Tlg, beri aku bimbingan
Aku terlambat membaca postingan ini setelah terlalu dalam mencintainya. Entah bagaimana caranya harus mengobati. Mampukah luka bs disembuhkan, ataukah menjadi akan abadi yang akan kubawa sampai mati.