Barusan baca pesan: Jangan menggantungkan kebahagian pada orang lain. Manakala orang itu pergi, maka kebahagiaan kita hilang. Nasehat yg sangat menampar sy, krn ternyata sy mengharap orang lain unt kenahagiaan sy. Awalnya sy kira, dia mau bersama sy, namun skrg faktanya embuh.
Untuk mengetahui siapa yg benar" cinta, bukan siapa banyak membuat kata" yg berkesan, melainkan lihatlah siapa yang terus bertahan meski banyak hadapi tantangan. Sesimpel itu.
Yg menyakitkan adalah saat kamu berjuang mendapatkannya, tapi dia berjuang agar kebersamaannya dg mu tdk ketahuan. Tapi kamu baru menyadarinya setelah kamu sdh sangat jauh melangkah & dia jauh melepaskan mu. Hidup ini keras. Tak semua orang baik & tulus seperti kamu, kawan.
Orang kadang tak sadar, bhw ucapan mereka yg ringan & mungkin disampaikan sambil lalu, ternyata sangat diperhatikan, bahkan dipegang sbg pedoman bagi orang lain. Krn itu, hati" lah dg ucapan kita, krn siapa tahu ada yg sdg memegangi ucapan tsb sbg janji yg ditunggu hingga mati
Tak ada yg nyangka, tak ada yg ngira. Rasa itu tumbuh bgt sj. Tapi kini Q sadari, Q bukan siapa" & tak punya apa", kecuali cinta & niat membuatmu bahagia. Q ngerti kalo akhirnya kau berkata, akan mundur dr duniaku. Tak apa.Hanya sj, ijinkan aku tetap mencintaimu tanpa kehadiranmu
Di antara banyak orang yg kukenal, mengapa hanya satu yg terus terbayang-bayang di kepalaku, selalu tersimpan rindu di hatiku. Aku ingin membencimu, namun aku tak mampu. Aku juga teringat pesanmu, jangan ada benci di antara kita. Sekarang aku harus bagaimana?
Bila kau mau mempermainkan orang, pilihlah orang yg seperti dirimu, jangan sama orang yg tulus yg mungkin akan memaafkan kesalahanmu berulang kali. Kalau kamu masih sj memainkan orang yg tulus itu, berarti hati nurani mu sdh mati.
Bila tak bisa mencintai, jangan menyakiti. Bila tak bisa baik, jangan jahat. Bila tak bisa bantu, jangan ganggu. Bila tak bisa menepati, jangan berjanji. Hidup itu cuma sekali, jangan buat orang lain menderita. Bayangkan kalau kamu dilukai orang. Tak mau kan?
Kalau akhirnya kamu minta aku berhenti setelah aku mencintaimu sepenuh hati, mengapa dulu engkau mendekati? Kenapa tak sejak dulu kau jauhi aku sj? Saat itu aku sdh berdamai dg keadaan & berpikir bhw duniaku cuma itu, tak ada yg lain. Skrg, apa tanggungjawab mu thd keadaan ku?
Aku tak mundur, cuma ikuti ucapanmu. Thanks sdh mengucapkan, drpd terus di PHP. Mestinya sejak awal kau mengatakan, agar aku membatasi diri, bahkan kadung jauh melangkah, bersiap tinggalkan semua, hanya mengira akan diberi harapan. Aku tak sadar, ternyata aku terlalu culun.
Setelah sekian lama, sdh waktunya utk merenung & berfikir dg jernih. Bukan bermaksud mundur, namun bila bukan prioritas, unt apa berharap apalagi mengejar. Silahkan ikuti kata hatimu, tak usah pikirkan sakit & kecewaku. Mungkin sdh jd takdirku bhw kau hadir unt hancurkan hidupku
Sudah bertahun aku mengenalmu, tapi rasanya masih sj ada hal yg tak ku mengerti. Kurasa kadang dekat, sedekat nadi, tapi kadang jauh spt sdg di luar negeri. Saat kutanyakan, kau selalu bs menjelaskan. Tapi mengapa aku merasa hanya sbg selingan?
Kadang ku bertanya" sendiri
Apa sikapmu sebenarnya?
Apakah hadir unt mempermainkan
Ataukah unt sebuah kesungguhan?
Aku sdh beranjak tua
Jangan libatkan tuk bersandiwara
Aku terlalu renta tuk berubah"
Serius lah bila memang sungguh" tuk bersamaku, jangan text aku saat senggang sj