gue beneran bingung deh sama kapitalisme tai anjing ini, harga nya ga masuk akal, beneran di luar nalar gitu loh, coba dah yang ngerti bisnis dan dunia fnb, tolong jelasin ke gw ini KOK BISA 40REBU??? logikanye begimane?? inipun gue gatau udah sm tax atau belum anj??
jgn dengerin bpk ini ygy, terusin aja ngebotinya, saya di ruang jenazah butuh bayaran dari ngurus bangke boti2 kalah dari b20 yg gak diurus keluarga, atau ditolak kampungnya buat dikubur disana, temen sy yg tukang bikin peti yg mahal itu jg butuh uang, krn gk ada yg mau sentuh, mandiin langsung masukin peti. ditunggu ya temen2 boti, kebetulan aku mau upgrade motor nih, gaskeun maksiatnya 🤣
komentar akun: zahniar2009
Ya Allah boleh request ga orang2 biadab ini dikasih hukumannya kontan di dunia juga, jangan di akhirat aja🙏
Sanksi hukum, hukumnya dipelintir
Sanksi sosial, udah pada tebel muka
Syua Adana Edih (8) dan Shanum Alia Edih (6) harus kehilangan kedua orang tuanya setelah Ridanti Amalia dan Edih meninggal akibat kecelakaan yang melibatkan taksi di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, pada 6 Mei 2026.
Menurut keluarga, saat itu Edih yang bekerja sebagai kurir sedang mengantarkan barang bersama istrinya ketika kendaraan mereka ditabrak. Ridanti meninggal di lokasi kejadian karena terlindas, sementara Edih menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Bethsaida.
Paman korban, Reza Irawan, mengenang Edih sebagai sosok pekerja keras. Motor yang selama ini digunakan untuk bekerja juga rusak parah akibat kecelakaan tersebut, sehingga tidak ada harta yang bisa diwariskan kepada kedua anaknya.
Kini Syua dan Alia tinggal bersama nenek mereka. Keluarga menyebut kondisi ekonomi kedua anak itu cukup sulit karena sang nenek menjadi satu-satunya tumpuan setelah kepergian orang tua mereka.
Keluarga juga mengaku menolak bantuan Rp 50 juta yang ditawarkan pihak taksi. Mereka berharap ada jaminan pendidikan dan biaya hidup bagi kedua anak tersebut setidaknya hingga usia 21 tahun.
📸: Dok. Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R120 | E073 | E103 | V157
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Hi darling @ToniKroos
You spent months criticizing Qatar and talking about every possible issue before and during the 2022 World Cup, yet it turned out to be one of the best-organized tournaments in history. Public transportation was free, fans could travel easily between stadiums some fans saw 4 matches in the stadium in same day, and the overall organization was praised by millions of visitors.
Now, when concerns are being raised about visa delays, strict entry procedures, and travel difficulties surrounding tournaments in the United States, we don't hear the same level of criticism from you. There have also been complaints about organizational decisions and match arrangements that many fans consider unnecessary or difficult, yet your voice is nowhere near as loud as it was when Qatar hosted the World Cup.
If your criticism is truly based on principles, then the same standards should apply to everyone. But when Qatar receives endless criticism while similar concerns elsewhere are met with silence, people are naturally going to question whether your issue was really about organization at all.
Fuck you.
Kedatangannya di massa aksi cuma nongol, foto yang keren cekrek, cabut, redam situasi di medsos, upload foto lagi nongol tadi, “duh anjing foto gw nongol di massa aksi ini keren banget udah bisa dianggap sekelas Munir”
Masalahnya elu kaga blunder, elu itu tiba tiba nuduh orang.
Asal tuduh, setelah lo sadar tuduhan lo ga berdasar lalu klarifikasi sendiri, anggap clear sendiri, bahkan lo ga minta maaf sebelum dikonfrontasi.
Bahaya banget orang kek elu tuh, paham ga si?
Kenapa gue bilang bio lo keberatan? psychology? researcher?
Menuduh atau mendiagnosis seseorang secara asal (termasuk melabeli seseorang) adalah tindakan yang tidak etis dan dilarang dalam profesi psikologi.
Dan lo bahkan ga research apapun sebelum nuduh nuduh orang.
Jadi aktifis harusnya ga membuat jarimu jadi mudah menunjuk orang lain.
Last tweet dari saya, anggap kita ga pernah kenal dan interaksi. You can block me if you want.
Selamat malam.
Semoga cepet mati kelindes kereta para pelaku pelecehan seksual di kereta @CommuterLine , demi Allah sesek bgt sakit hati gua ajg. Gabisa langsung liat cctv utk nemuin pelaku, harus ke polisi utk minta surat izin check cctvnya, idk udh gaada tenaga...
The Senegalese 🇸🇳 delegation gets this treatment on arrival in the USA. Full tarmac searches, shoes off, bags turned inside out like criminals.
This is straight up humiliation and a disgrace. They’d never put white boys through the same.