if you’re zionist, queerphobic, misogynist, racist, classist, sexist, ableist, and a privileged person who’s proud to be a 02 voter, DNI DNF. save us both the time and just unfollow/block me. thank you!
yang straight jangan terlalu seneng soal witch hunt ini. you could be the victims too because the line between heterosexuals and homosexuals is blurry. none of us are safe here.
Kalo lu mikir skena musik punk, metal, atau every underground music tuh bikin lu keliatan jantan dan maskulin trs ngebuat lu diskriminatif sama feminity berarti lu karbit
using religion as an excuse to bully or assault lgbtq+ people is one of the biggest contradictions i’ve ever seen.
you claim to defend your faith while abandoning the very compassion it’s supposed to teach. Tuhan jg bingung keknya lihat kelakuaan iblis lu smua
Gegara presidennya nih, so soan menetapkan ancaman non militer. Jadinya hal tersebut seakan melegitimasi masyarakat untuk berbuat sewenang-wenang, kan. Emang gila ya, lagi-lagi gue akan selalu ingat dosa 02 voters yang buat sebab semua kisruh di negeri ini terjadi.
Menyerang teman-teman trans dalam kondisi sedang menafkahi hidup, kejam. Disaat lo semua lagi ribet ngurus seksualitas, hak-hak hidup lo lagi dirampas sama elit-elit tuh.
Y'all disgusting and evil. Ngelakuin kekerasan ke orang yang menurut lu lebih berdosa dari lu ga bikin tuhan lu masukin lu ke SURGA btw. Ur religion fucking tell you to RESPECT each other. At first place pun lu ga punya agama harusnya bisa memanusiakan manusia.
good morning helloooo so ^__^ learning SOGIESC is understanding yourself + others bcs human is a complex being and i think it's important for us to know SOGIESC 101 first before consuming or even making queer media (fanfics and aus are considered queer media despite all)
i need the international media to help us cover our people's struggle & voices, multiple indonesian trans women were beaten & doused with urine when they were just trying to earn a living
"as a woman I have so much empathy for my mother, but as a daughter I have so much anger"
resonated deep to me karena memang hubungan ibu-anak perempuan memang kompleks sekali, rasa sayang, rasa marah, rasa ingin memperbaiki, rasa ingin pergi jauh.. tumpah ruah jadi satu
ngerti knp banyak yang marah emang belajar gender dan feminism tuh susah bgt bikin mau muntah mulu karena ya kita kan internalizing patriarchal values and to overthrow it butuh melawan diri sendiri dulu
Alasan yang sama kenapa ilmu sosial humaniora masih dipandang "gak guna, ngabisin waktu, sia-sia" karena menurut mereka kalau gak ada hasil yang bisa dilihat pakai mata, it's useless
Textbook choice feminism. Reducing feminism to "let women choose" empties it of its politics. Feminism isn't in the business of rubber-stamping choices; it's in the business of questioning the structures that shape them—and, often, the illusion of choice itself.
mungkin org org harus segera belajar to not putting anyone on a pedestal, dengan begitu kita bisa punya ruang buat ngasi kritik dan saran ke orang yg kita kagumi tsb
karena banyak orang ga dibiasain buat melihat kritik sebagai sesuatu yg netral. dari kecil kita sering diajarin buat nyari jawaban yg benar, bukan mempertanyakan KENAPA sesuatu bisa dianggap benar