Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Jadi paham kan kenapa Pak Ignasius Jonan dipecat dari menteri perhubungan oleh jokowi dan sampai sekarang ga dipakai lagi? Karena rezim jokowi dan rezim prabowo, gak suka orang bener dan pinter 🫣
Dengar nggak? Kalau menterinya minta anggaran Rp5 triliun, dia kasih Rp10 triliun.
Bangganya luar biasa ngomong begitu, seolah-olah itu uang dari kantong pribadi. Padahal itu uang rakyat. Heran, kok bisa merasa gagah saat menghambur-hamburkan uang yang bukan miliknya.
Kenapa menguat? KARENA FISKAL DIBENERIN, MBG DAN KOPDES DIPOTONG BUDGETNYA🤣🤣🤣🤣
MANA TUH ANGGOTA DEWAN DAN POOR-BYE-AH YANG MARAHIN BANK INDONESIA
🤣🤣🤣🤣🤣
Ketika Bank Indonesia dirangkul buat benerin Rupiah baru menguat. Penyakitnya ya pemerintah sendiri tapi gak sadar😂😂😂
Indonesia punya 56 juta "pengusaha."
Malaysia cuma 3 juta.
Kedengarannya bangga. Padahal itu alarm.
Malaysia 75% pekerjanya formal, bergaji, terserap sistem.
Indonesia? 38%.
Sisanya jadi "pedagang" bukan karena mau, tapi karena nggak ada pilihan lain.
Bukan wirausaha. Survival mode.
Selisih itu bukan bukti kita lebih entrepreneur.
Itu bukti sistem kerja kita gagal nyerap orang.
@atokdalangs4 Beberapa orang jualan bukan karena ingin kaya, tapi karena sedang berusaha bertahan 🥲
Untungnya masih banyak yang bukan cuma melihat dagangannya, tapi juga melihat perjuangannya🙏🏻
Semoga pudingnya laris dan rezeki Mbaknya makin lancar
prabowo: "kenapa saya ingin jadi presiden? karna saya sudah lihat dari tahun 90-an indonesia menuju arah yg salah"
sekarang malah tambah salah lagi wo 😭
Hal ini mengkonfirmasi betapa buruknya sirkulasi komunikasi Istana.
Ternyata valid banyak duta besar negara sahabat yang sampai menunggu berbulan-bulan belum diterima surat kredensial-nya oleh Presiden.
Bahkan harus di viral kan dulu baru Istana bikin agenda mendadak buat melantik para dubes padahal mereka udah nunggu sampai 8 bulan di Jakarta.
Lebih parahnya, aspirasi negara sahabat disampaikan melalui orang luar kekuasaan, eks Menlu yang di-diskreditkan cuman 3 bulan oleh Seskab.