Persib Equity ‼️
Beberapa momen yg baru terjadi, perkenalan pemain, atau kita tarik lebih ke belakang saat konvoi atau rush beli merchandise asli, semakin menguatkan equity dr Persib.
Ada sebuah framework Fan - Social - Road Equity dr entitas olahraga yg ditulis oleh Mike Lewis, seorang profesor di Emory Goizueta (top-25 business school US, publikasi jurnalnya jg ada di Marketing Science & JMR).
Definisinya lebih kurang begini:
Fan Equity, willingness to pay fans ke klub (tiket, jersey resmi, dll), dikontrol dari performa tim & besar market.
Social Equity, kekuatan follower medsos klub, jg dikontrol faktor yg sama.
Road Equity, passion fans di luar market lokal, keliatan dr seberapa rame away game ditonton. Cek aja antusiasme tour away ke berbagai negara di Asia musim lalu.
What's next for Persib?
Mangga weh teman" yg lebih berkepentingan di manajemen. Good luck!
PS:
Mangga yg mau pakai infografis ini utk berbagai kepentingan.
PS - bukan pak presiden, ya.
Kenapa nomor 9 identik dengan striker?
Atau, kenapa nomor 10 terasa identik dengan pemain spesial?
Lebih jauh, kenapa nomor 6, 7, 8, 9, 10 punya gambaran posisi yang identik di kepala kita?
Jawabannya ternyata dimulai dari formasi yang sekarang bahkan terdengar asing:
2-3-5.
✍️🧵
Kemarin seharian ngulik bikin website, akhirnya lahirlah ini. So far udah bisa bikin formasi dan coret-coret anotasi untuk gambar. Lebih nyaman di laptop tapi bisa juga di mobile.
Monggo yang mau coba, ditunggu juga feedbacknya: https://t.co/pYvLo005Fr
"no dreams are too big!"
okay, go talk to people who are so done with kerja keras demi cita-cita tapi masih harus nebus empat resep obat or bayar ina inu on daily basis.
i really wanna see if you're still able to say that again with a broken jaw.
"yaampun kapan punya anak?"
"sekarang tante"
seketika kami bersenggama di hadapan keluarga besar—di atas karpet dan sempat kesenggol toples sagu keju yang ga laku