Karna mulai banyak yg nanya via dm mengenai galbay, jadi aku pinned thread ini yaa. Semoga membantu kalian yg sdg galbay supaya bisa lebih kuat buat hadapinya 💪🏻
Nungguin The Love of Hypnosis kayaknya udah lebih dari 6 tahun sejak exited nunggu project ini tayang dan sampe sekarang blm ada info lanjutannya, ini kalo diibaratkan anak SD keburu lulus 😭😭
#JingBoran#LiuYifei
Aku pernah baca, menurut psikologi, cewek yang sering dibentak, dimaki, atau dipermaluin dari kecil bisa tumbuh dengan pola yang beda pas dewasa.
Ada yang tumbuh jadi people pleaser.
Dia belajar baca suasana, jaga omongan, hindarin konflik, dan berusaha bikin semua orang ssenang
Bukan karena dia terlalu baik, tapi karena dari kecil dia belajar bahwa kesalahan kecil bisa berakhir marah.
Akhirnya dia terbiasa mikir:
"Jangan bikin orang marah."
"Jangan merepotin."
"Lebih baik aku yang ngalah."
Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah ini termasuk mega-korupsi dan cukup seru diikutin karena berhubungan sama antarinstansi (Kejaksaan, Polri, TNI)
Intinya nih insiden udah ada dari Mei 2024 waktu itu Febrie diuntit di Cipete. Singkat cerita, ketauan deh kalo yg nguntit ternyata oknum Densus 88 Antiteror Polri yg coba profiling aktivitas beliau (mungkin ini jg yg bisa nemuin brankas emas & dollar itu di suatu cafe di Cipete, wallahualam)
Sehari setelah penguntitan itu, Kejagung minta pengamanan resmi ke TNI buat jaga kompleks kejagung yg berhubungan sama Jampidsus. Jadi sebenernya, rumah si Febrie dijaga nih udah cukup lama
Alesannya sih, karena Febrie selaku Jampidsus udah nanganin kasus2 korupsi yg familiar di telinga kita kayak Asabri, Jiwasraya, Krakatau Steel, Timah yg Harvey Moeis, sampe kasus yg baru itu dugaan korupsi pasokan batu bara di PLN yg pemadaman listrik bergilir kemaren
Makanya, pihak Kejagung bilang masih wajar dan legal minta penjagaan ke TNI demi memperlancar proses pemeriksaan, biar si Febrie gak kenapa2 karena kasusnya banyak melibatkan orang2 gede apalagi kalo udah berurusan sama ‘pertambangan gelap’
Skrg lagi rame ini kasus disebut ‘sabung politisi’. Seru sih, dari gw masih jadi jurnalis sampai sekarang jadi rakyat biasa, kasus2 kayak gini bikin pengen gw pantau terus sambil nyemilin popcorn 🍿 wkwkwkwk
Dalam situasi ini, bbrp analis politik bilang bisa jadi ada proxy war (perang pengaruh), di mana antar-aparat penegak hukum saling mengintai titik lemah masing2
Pendapat Ahok soal demo mahasiswa:
- Tidak perlu takut demo hadapi langsung, tanya maunya apa
- Tuntutan mahasiswa wajar, soal penghematan
- Sarankan bubarkan BGN, ganti voucher digital
- Sindir e-KTP yang tidak dimanfaatkan untuk subsidi langsung
- Tantang pemerintah buka anggaran sampai satuan ketiga
- Sindir tuduhan under invoicing yang asal tanpa bukti jelas
- Kritik keras pengerahan pasukan cadangan hadapi demo (TNI dan komcad
- Saran terima mahasiswa dan siarkan langsung biar transparan
"Demo kok kenapa harus ditakutin
kalau berjiwa laki laki temui,hadapi dan bicarakan"
anda (presiden) laki laki atau tidak ? (tambahin admin)
List keanehan pemerintahan yang akan hilang,
jika 02 tidak menang :
- ADA IBU NEGARA
- ga gabung BOP, Board of Piece
- Seskab pasti bukan Teddy
- Menlu bukan Sugiyono.
-Ahli serangga jadi ahli Gizi
-Anomali Tedy tidak terungkap
-kebohongan bahlil ganteng tidak viral
-tidak ada teriakan "Hidup Jokowi"
-pigai playboy
-tembok ratapan solo
-mens rea panji
-keracunan MBG
-Gibran ngantuk ya?
Apalagi guys?
guys lu pada tau kan hari ini
prabowo, bahlil dan teddy ada pidato
tapi tak satu pun dari mereka
menyinggung tentang kenaikan pertamax
kenapa dan bagaiamana nya lohh
Masih inget ga, dulu SBY mau naikin harga bensin 400 perak aja sampai pidato live di TV, minta maaf berkali-kali dengan wajah yang beneran sedih.
bahkan ada pengumuman seminggu
sebelum dinaikkan
Beliau punya banyak kekurangan tapi momen itu susah dilupain.
Pas Tsunami Aceh, beliau stay di lokasi bencana dan turun langsung. Bukan sekadar konferensi pers dari Jakarta.
Itu bukan hal yang luar biasa sebetulnya itu memang standar minimum seorang pemimpin. Tapi terasa luar biasa karena sekarang jadi langka.
Karena yang rakyat butuhkan dari seorang pemimpin di saat krisis sebenarnya sederhana:
Diakui. Ditemani. Dan kalau terpaksa ada kebijakan yang menyakitkan minimal dikasih penjelasan yang jujur, bukan denial.
Guys, ada satu laporan dari media keuangan internasional yang menurut gue paling telak menggambarkan bagaimana dunia melihat Indonesia sekarang.
IHSG turun 36% tahun ini.
Satu angka.
Satu fakta.
Dan itu menjadikan Indonesia pasar saham dengan performa terburuk di seluruh dunia.
Bukan terburuk di Asia.
Bukan terburuk di Asia Tenggara.
Terburuk di dunia.
paling buruk di galaksi bima sakti
Dan ini yang paling menyakitkan bukan karena ekonominya jelek:
Edward Agusty fund manager global yang pernah bekerja langsung dengan Sri Mulyani menyampaikan sesuatu yang sangat penting.
Investor tidak mempermasalahkan niat Prabowo.
Tidak mempermasalahkan ambisinya mau industrialisasi, mau tumbuh 8%, mau Indonesia naik kelas.
Yang mereka permasalahkan hanya satu:
apakah orang-orang yang dipasang di sana punya kemampuan untuk mengeksekusi semua itu?
Jawaban pasar sudah jelas.
Modal keluar.
Rupiah jatuh.
IHSG hancur.
Dan ini daftar kebijakan yang satu per satu menghancurkan kepercayaan investor:
Obligasi patriot dijual di bawah harga pasar ke konglomerat untuk mendanai Danantara transparansinya tidak jelas sampai sekarang.
Tambang emas Martabe di Sumatera disita sampai sekarang belum ada kepastian hukumnya.
Investor langsung berpikir:
kalau aset bisa diambil sepihak aman enggak taruh uang di sini?
MSCI mengancam turunkan Indonesia dari emerging market ke frontier market kalau sampai terjadi ratusan manajer investasi global terpaksa jual semua saham Indonesia serentak.
Dan yang paling terbaru dan paling merusak:
DPR mengesahkan undang-undang yang memberi mereka kewenangan memberikan rekomendasi mengikat kepada Bank Indonesia.
Independensi bank sentral yang selama 25 tahun jadi fondasi kepercayaan investor kini dipertanyakan.
Dan ini analogi yang paling tepat:
Edward menggunakan satu perbandingan yang langsung nancep:
"Investor bertanya apakah BI masih penjaga gawang yang sesungguhnya?
Atau pemerintah sedang menyuruh penjaga gawang maju ke depan ikut mencetak gol?
Bisa berhasil sesekali tapi kalau penjaga gawang ikut menyerang, siapa yang jaga gawangnya?"
BI sekarang sudah memegang 27% dari total utang pemerintah.
Dan dengan undang-undang baru ini independensinya bisa diintervensi DPR kapan saja. Investor melihat ini sebagai alarm merah.
Dan ini tentang Sri Mulyani yang kepergiannya mengubah segalanya:
Sri Mulyani bukan sekadar menteri keuangan. Dia adalah satu-satunya wajah yang dipercaya investor global untuk menjamin disiplin fiskal Indonesia.
Selama dia ada pasar tenang.
Begitu dia pergi dan caranya pergi yang terkesan terburu-buru dan tidak terkelola dengan baik pasar langsung kehilangan jangkar.
Sinyalnya sangat keras:
kalau orang yang paling dipercaya pasar pun tidak bisa bertahan di kabinet ini siapa lagi yang bisa dipercaya?
Dan ini yang paling fundamental:
25 tahun sejak krisis 1998 Indonesia membangun reputasi sebagai ekonomi berbasis pasar.
Reformasi keras pasca-98 menghasilkan bank sentral yang independen dan kepastian kebijakan yang menarik modal asing dalam jumlah besar.
Sekarang semua itu sedang dipertaruhkan.
Danantara tidak transparan.
BI tidak lagi sepenuhnya independen. Kebijakan berubah-ubah.
Dan tidak ada lagi satu pun wajah di pemerintahan yang bisa meyakinkan investor bahwa disiplin fiskal masih dijaga.
"25 tahun reformasi pasar yang dibangun dengan sangat susah payah
sekarang dipertanyakan apakah semua itu sedang dipertaruhkan."
Target 8% tidak akan pernah tercapai dengan kondisi seperti ini. Untuk tumbuh 8% butuh investasi swasta masif.
Investasi swasta tidak akan datang ke negara yang kepastian hukumnya goyah, bank sentralnya bisa diintervensi, dan kebijakannya tidak konsisten.
Sekarang Indonesia tumbuh 5% dan Bank Dunia sudah merevisi proyeksinya ke 4,7%.
Investor tidak lari panik. Mereka menunggu dan mengamati. Tapi selama tidak ada sinyal nyata bahwa kepercayaan dipulihkan modal akan terus keluar, rupiah akan terus tertekan, dan IHSG akan terus jadi yang terburuk di dunia.
Dan rakyat biasa yang tabungannya menipis, cicilannya naik, dan harga barang terus naik merekalah yang paling merasakan akibatnya. Bukan para pejabat yang membuat kebijakan itu.
guys lu pada tau gk nih
prabowo pulang pulang dari perancis
langsung umumkan kenaikan pajak
untuk pt dan cv sebesar 22% dari omset
gambaran kalo usaha kamu punya
laba bersih 100 juta
maka 22 juta wajib lu setor ke negara
indonesia emang anehh
kaya dengan sumber daya alam
hampir penghasil nomor 1-5
nikel emas timah sawit dlll
tapi penghasilnya 80 % dari hasil
mempajaki rakyatnya sendiri
kasarannya uang hasil pajak
itu di pake buat biayain kunker prabowo
untuk MBG dan Kopdes
dari data terbaru ada 65,5 juta UMKM
di indonesia
maka siap siap bakal ada badai PHK
akibat kenaikan pajak ini
mau gamau owner mikir 2x biar bisa
tetap sustain
Setelah nikah baru sadar kalo pernikahan itu kayak lotre Tadi ke mcd, aku lagi makan sendirian sementara anakku lagi di suapin papinya di playground. Di meja sebelahku ada 1 keluarga (2anak), mreka pesen paket 2 ayam 2 nasi.
Bapaknya sibuk makan seporsi sendiri meanwhile istrinya seporsi bagi bertiga & riweh suapin 2 anaknya. Slese makan bapaknya keluar buat mer*kok & anaknya main playground. Istrinya ? Makan sisa makanan anak anaknya
Aku pesenin istrinya 1 paket + aku beliin mcflurry sambil ngomong “dimakan ya kak, habisin sendiri gausah di bagi bagi”. Dari jauh aku liat dia makan sambil sesenggukan
sakittt bangett liatnyaa
cc:threadvalensiapriska
Indonesian authorities have shut down several screenings of a new documentary on alleged human rights abuses in Papua, including Indigenous land seizures. Rights groups and international media still face restricted access to the region.
Al Jazeera’s @JesWashington reports.
lu pada udah tahu guys?
dinasti sultan jogja lagi kena dilema
tradisi yang sudah jalan 270 tahun
sekarang berada di ujung tanduk
karena sultan tidak punya putra
untuk meneruskan kesultanan
sultan ini putri nya menggantikan dia
tapi banyak di tentnag oleh adiknya
apakah akan terjadi
untuk pertama kalinya kesultanan jogja
di pimpin seorang perempuan?
Guys, Benix baru sharing sesuatu langsung dari Wall Street New York yang menurut gue paling menampar muka kita sebagai bangsa dalam waktu belakangan ini.
Bukan soal rupiah.
Bukan soal IHSG.
Tapi soal sesuatu yang lebih fundamental:
Indonesia kehilangan ribuan triliun investasi bukan karena tidak ada yang mau masuk.
Tapi karena kita sendiri yang mengusir mereka.
Tiga negara yang mengadu dan ini memalukan:
Swiss:
Duta besar Swiss untuk Indonesia
Olivier Zender secara terbuka komplain.
Ada lebih dari 150 perusahaan Swiss yang beroperasi di Indonesia dan mau ekspansi.
Mau invest di sawit, pabrik pengolahan susu, keju, petrochemical, farmasi.
Sampai sekarang tidak bisa.
Gara-gara perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa tidak kunjung diimplementasikan.
"Ini momen yang memalukan.
Duta besar negara lain membela pengusahanya supaya bisa invest di negara kita
sementara duta besar kita tidak pernah terlihat bela pengusaha Indonesia di luar negeri."
Prancis:
Duta besar Prancis Muhammad Omar sudah 4 tahun bertugas di Indonesia.
Ada 11 perusahaan Prancis yang sudah siap invest.
Sampai sekarang masih pending semua.
Alasannya satu: tidak ada kepastian regulasi.
Hari ini bebas pajak.
Besok tidak.
Hari ini satu aturan.
Besok aturan berubah.
Tidak ada yang bisa diprediksi.
Uni Emirat Arab:
Ini yang paling brutal.
Hampir Rp800 triliun gagal masuk ke Indonesia.
Ada satu investor Arab yang sudah siap bawa Rp85 triliun 5 miliar dolar.
Di saat yang sama dia juga lihat peluang di Amerika Serikat. Karena proses izin di Indonesia tidak jelas-jelas selesai dia akhirnya buka pabrik di Amerika.
Sekarang pabriknya di Amerika sudah running.
Di Indonesia masih standby.
Dan Rp85 triliun itu pergi ke Amerika.
Dan keluhannya selalu sama dari dulu:
Benix bilang keluhan investor tidak berubah dari ribuan seminar yang sudah dibikin pemerintah.
Birokrasi berbelit-belit.
Izin tumpang tindih antara pusat dan daerah.
Tidak ada kepastian hukum.
Pungli dan premanisme merajalela.
Regulasi berubah-ubah tanpa pemberitahuan.
Pemerintah pusat bilang A.
Gubernur bilang B.
Bupati bilang C.
Walikota bilang D.
Kepala desa bilang E.
RT/RW bilang F.
Dan kalau tidak ikut semua lapisan gudangmu bisa dibakar, bisa didemo ormas.
Contoh yang paling gila:
BYD, Cherry, Wuling datang ke Indonesia.
Buka pabrik mobil listrik.
Lapangan kerja tercipta.
Impor BBM berkurang.
Semua pihak diuntungkan.
Tapi setelah pabrik berdiri insentif pajak yang dijanjikan tiba-tiba dihilangkan.
Hari ini bebas pajak.
Besok tidak bebas pajak.
Hari ini tidak bayar PPN.
Besok harus bayar.
Hari ini ada satu aturan.
Besok ada aturan baru lagi.
Siapa yang mau invest di negara seperti itu?
Itu bukan investasi. Itu perjudian.
Dan ini yang paling ironis:
Indonesia punya semua yang dibutuhkan investor:
280 juta penduduk pasar konsumen terbesar keempat di dunia.
Nikel terbesar di dunia.
Sawit terbesar di dunia.
Lokasi strategis di antara Samudra Hindia dan Pasifik. UMR yang kompetitif.
Tapi yang jadi pusat perdagangan Asia Tenggara bukan Indonesia. Singapura.
Negara kota yang luasnya tidak lebih besar dari sebagian Jakarta.
Negara yang menikmati posisi strategis Selat Malaka bukan Indonesia yang memilikinya tapi Singapura yang mengelolanya dengan benar.
Dan rupiah terus melemah ini bukan kebetulan:
Ketika investor tidak mau masuk dolar tidak mengalir masuk. Capital outflow terus terjadi. Rupiah makin tertekan.
Prabowo bilang: "Mau dolar berapa ribu kek."
Gubernur BI bilang: "Rupiah stabil volatilitasnya 5,4%."
Tapi kenyataannya: duta besar Swiss, Prancis, dan Uni Emirat Arab semua mengadu bahwa investasi mereka tidak bisa masuk.
Rp800 triliun dari UEA saja gagal masuk. Berapa total yang sudah gagal selama bertahun-tahun?
Masalah Indonesia bukan kurang sumber daya alam. Bukan kurang potensi. Bukan kurang investor yang mau masuk.
Masalah Indonesia adalah sistem yang membuat orang yang mau masuk akhirnya memilih pergi.
Dan selama birokrasi berlapis-lapis, regulasi berubah-ubah, pungli dan premanisme tidak diberantas serius, serta izin bisa berbeda antara pusat dan daerah investor terbaik yang sudah siap bawa triliunan ke Indonesia akan terus memilih Vietnam, Thailand, atau Singapura.
Dan rupiah akan terus melemah.
Bukan karena faktor global semata.
Tapi karena kita sendiri yang membangun tembok untuk mengusir uang yang seharusnya bisa menciptakan lapangan kerja bagi rakyat kita.
@LambeSahamjja Sungguh jahat. Memelihara kebodohan demi mempertahankan kekuasaan. Menghamburkan uang begitu banyak untuk hal yg tidak ada urgensinya sama sekali. Entah dosa apa bangsa ini sampai harus hidup dengan pemerintahan yang rusak seperti sekarang.
@LambeSahamjja DANANTAR + MBG adalah biang dari lesuhnya Ekonomi Nasional. Uang hanya berputar di lingkaran itu itu saja, dengan orang yang sama. Kebawah uang TDK berputar
Guys, ini skenario yang menurut gua perlu dibahas dengan sangat serius dan sangat konkret karena bukan tidak mungkin terjadi.
jika Rupiah tembus Rp20.000 per dolar tahun ini
apakah yang akan terjadi untuk kaum menengah kebawah?
Yang paling terasa adalah dapur kita
kenapa begitu ??
Gandum seluruhnya impor.
Semua produk berbasis tepung terigu langsung naik. Roti.
Mie instan.
Biskuit.
Kue.
Mi ayam gerobak di depan rumah lo.
Kedelai mayoritas impor.
Tahu dan tempe yang selama ini jadi protein paling terjangkau bagi rakyat kecil harganya naik.
Ini bukan pertama kali terjadi kita sudah sering lihat demo perajin tahu tempe ketika rupiah melemah.
Beras dalam negeri tapi pupuknya banyak yang impor.
Harga pupuk naik berarti ongkos produksi petani naik berarti harga beras ikut naik.
Minyak goreng berbahan CPO tapi biaya produksi dan distribusinya pakai bahan bakar yang harganya mengikuti harga minyak global yang dibayar pakai dolar.
Gula mayoritas masih impor.
Daging sapi frozen sebagian besar impor dari Australia.
Estimasi kasar harga kebutuhan pokok bisa naik 10 sampai 20 persen dalam 3 sampai 6 bulan setelah rupiah tembus Rp20.000.
Untuk pekerja bergaji UMR.
UMR Jakarta sekarang Rp5,3 juta.
Dengan inflasi yang dipicu pelemahan rupiah daya beli riil mereka bisa turun 15 persen tanpa ada potongan di slip gaji.
Tidak ada notifikasi.
Tidak ada pengumuman.
Uang yang sama tapi bisa beli lebih sedikit.
Simulasinya begini.
Sebelumnya dengan Rp5,3 juta kamu bisa makan tiga kali sehari bayar kos naik transportasi masih ada sedikit sisa.
Setelah harga naik 15 persen dengan gaji yang sama kamu harus memilih kurangi makan atau nunggak kos atau berhenti bayar cicilan.
Dan kenaikan UMR tidak otomatis mengikuti inflasi. UMR ditetapkan setahun sekali.
Inflasi bisa terjadi kapan saja.
Artinya ada jeda antara harga yang naik dan gaji yang menyesuaikan dan selama jeda itu pekerja UMR yang menanggung selisihnya.
Yang paling parah adalah mereka yang sudah punya cicilan.
Cicilan KPR subsidi yang bunganya naik karena suku bunga acuan ikut naik untuk menjaga rupiah.
Cicilan motor yang tenor-nya masih panjang.
Cicilan pinjol yang sudah menumpuk sebelum rupiah lemah sekarang makin mencekik karena pengeluaran dasar sudah naik semua.
Yang kedua pelaku UMKM kecil.
Ini adalah kelompok yang paling tidak punya bantalan sama sekali.
Ambil contoh penjual gorengan.
Minyak goreng naik.
Tepung terigu naik.
Gas elpiji naik karena subsidi energi makin berat ditanggung negara.
Tiga komponen utama biaya produksinya naik sekaligus.
Kalau dia naikkan harga jual pelanggan berkurang karena daya beli mereka juga sedang turun.
Kalau dia tidak naikkan harga marginnya habis bahkan bisa rugi.
Solusinya yang biasa dilakukan UMKM kecil adalah shrinkflation porsinya dikecilkan tapi harganya sama. Tahu goreng yang tadinya besar jadi kecil
Mi ayam yang tadinya banyak isinya jadi sedikit.
Ini bukan solusi jangka panjang tapi pilihan yang paling mungkin dilakukan saat modal tidak ada dan akses kredit tidak tersedia.
UMKM yang sedikit lebih besar usaha konveksi kecil misalnya kena lebih parah.
Bahan baku kain dan benang sebagian besar impor atau menggunakan bahan baku yang harganya mengikuti kurs.
Mesin jahit yang rusak butuh suku cadang yang harganya naik.
Sementara order dari konsumen turun karena konsumen mereka sendiri juga sedang mengurangi pengeluaran.
Yang ketiga buruh pabrik.
Ini adalah kelompok yang ada di dua sisi masalah sekaligus.
Di satu sisi sebagai konsumen mereka kena dampak inflasi yang sama dengan semua orang di atas.
Di sisi lain sebagai pekerja di industri manufaktur mereka berhadapan dengan risiko PHK.
Karena ketika rupiah melemah signifikan pabrik yang bergantung pada bahan baku impor menghadapi dua pilihan naikkan harga jual atau potong biaya produksi.
Memotong biaya produksi artinya mengurangi jam kerja mengurangi shift atau mengurangi jumlah pekerja.
Buruh pabrik tekstil adalah yang paling rentan. Industri tekstil Indonesia sudah tertekan oleh serbuan produk tekstil murah dari China.
Rupiah yang melemah sebenarnya membuat produk ekspor tekstil Indonesia lebih kompetitif di pasar global tapi masalahnya bahan baku benang dan kain banyak yang juga impor sehingga efek kompetitifnya tidak sebesar yang diharapkan.
Yang kemungkinan besar terjadi adalah gelombang PHK lanjutan di sektor yang sudah PHK massal tekstil garmen sepatu elektronik.
Dan pekerja yang kena PHK tidak langsung dapat pekerjaan baru karena lapangan kerja formal juga sedang menyempit.
Yang keempat petani kecil.
Paradoks paling menyedihkan ada di sini.
Ketika rupiah melemah harga komoditas ekspor seperti beras CPO dan kopi secara teori naik dalam rupiah karena dibayar dolar.
Seharusnya petani untung.
Tapi yang terjadi di lapangan berbeda.
Pupuk naik.
Biaya angkut naik.
Bensin untuk pompa air naik.
Plastik untuk pembungkus dan pengemasan naik.
Dan petani kecil tidak punya daya tawar untuk menentukan harga jual yang menentukan adalah tengkulak atau koperasi atau pasar yang sering kali tidak serta-merta menaikkan harga beli dari petani secepat kenaikan harga jual di konsumen.
Artinya ongkos produksi naik tapi harga yang diterima petani tidak naik proporsional.
Marginnya semakin tipis.
Dan petani yang sudah bergantung pada utang untuk modal tanam semakin terjepit.
Yang kelima orang yang punya utang dalam dolar atau produk yang harganya mengikuti dolar.
Ini termasuk cicilan kendaraan dan elektronik yang spesifikasinya diimpor.
Smartphone yang baru.
Laptop.
Komputer.
Peralatan rumah tangga.
Semua yang komponen intinya impor harganya akan naik dalam rupiah.
Orang yang berencana membeli laptop Rp8 juta sekarang harus siapkan Rp9 sampai Rp10 juta.
Yang berencana beli smartphone Rp5 juta mungkin harus bayar Rp5,5 sampai Rp6 juta.
Soal apa yang terjadi dengan subsidi dan bagaimana itu memperparah fiskal negara.
Ini adalah lingkaran setan yang paling berbahaya.
Rupiah melemah berarti harga BBM impor dalam rupiah naik.
Tapi pemerintah tidak serta-merta naikkan harga BBM karena takut inflasi meledak dan gejolak sosial. Jadi subsidi energi yang harus dibayar negara makin membengkak.
Subsidi yang sudah jebol 266 persen
dari target di Q1 2026 akan semakin jebol.
Defisit APBN semakin lebar.
Dan untuk menutup defisit itu pemerintah harus meminjam lebih banyak atau mencetak uang keduanya menekan rupiah lebih jauh lagi.
Lingkaran itu berputar ke bawah.
Soal satu-satunya hal yang bisa dilakukan orang biasa untuk memproteksi diri.
Dalam kondisi rupiah melemah signifikan ada beberapa langkah yang bisa diambil secara individual meskipun semua punya trade-off.
Pertama untuk yang punya tabungan pertimbangkan sebagian kecil di emas atau dolar bukan spekulasi tapi sebagai lindung nilai. Nilai rupiah dari tabungan biasa akan tergerus inflasi.
Kedua untuk UMKM kurangi ketergantungan pada bahan baku impor sebisa mungkin. Cari substitusi lokal meski kualitasnya mungkin tidak identik.
Ketiga untuk semua orang ini waktu yang paling penting untuk tidak menambah utang konsumtif. Cicilan yang terasa ringan sekarang akan terasa lebih berat ketika harga barang kebutuhan pokok sudah naik semua.
Keempat untuk yang punya keahlian digital atau bisa bekerja dalam dolar ini adalah waktu terbaik untuk mencari klien atau pekerjaan yang dibayar dalam mata uang yang lebih kuat.
Rp20.000 per dolar bukan angka abstrak.
Itu adalah harga beras yang lebih mahal.
Tahu tempe yang lebih mahal.
Ongkos produksi UMKM yang lebih berat.
PHK di pabrik yang lebih banyak.
Dan gaji UMR yang nilainya riilnya makin kecil meski angkanya sama.
Yang paling tidak adil dari seluruh situasi ini adalah orang-orang yang paling tidak punya pilihan yang tidak bisa pindah ke investasi dolar tidak bisa raise harga tanpa kehilangan pelanggan tidak bisa nego cicilan dan tidak bisa nunggu kondisi lebih baik justru yang paling keras merasakan dampaknya.
Pinjol dan Judol menyedot dana dari masyarakat ratusan T per tahunnya. Saya yakin bila kita bisa menyelesaikan Judol dan Pinjol pertumbuhan daya beli dan kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah dicapai. 🙏🙏