Di kehidupan yang lain, aku akan menemukanmu lebih dulu. Diam-diam menjadi pengamat senyum dan mata teduhmu; untuk diriku sendiri saja, kau tak perlu tahu.
Akhirnya aku memaafkan diriku yang terlalu membencimu; aku yang benci karena harus mengenangmu sendiri dalam lamunku.
Sedang kau telah lama berlalu, tanpa menyisakan apa pun untuk mengingatku.
Jika terlahir kembali, aku tetap ingin menjadi kekasihmu. Meski bebal-cuek-dingin, selalu kutemukan hangat di sela jemarimu, yang tidak lelah menenangkan punggungku.
Sementara orang-orang di luar sana berucap mesra pada kekasihnya di sosial media, penyair itu hanya butuh kata-kata dan kesendiriannya.
"Biarlah hanya aku yang tahu betapa aku mencintaimu, katanya pada selembar foto di pigura."
bentuk cinta itu kini berupa teh hangat pukul satu pagi untuk menenangkan batukmu yang gelisah; atau pijatan lembut tanpa kenal waktu, setiap badanmu pegal.
tak semua, nyala dan padam perkara lampu. sebab ada seseorang yang tak bisa melihat, tapi mengenali cintanya dari bunyi sepatu di depan pintu. - @amoyindie_
hai hujan, apa kabar?
kenapa tak jua berkunjung ke kotaku?
aku tak akan marah, aku janji. walaupun aku telah menunggumu lama sekali.
datanglah bersama gelap malam bila kau enggan terlihat olehku. bawa serta kawan angin dan rekan petir.
kutunggu ya, semoga rindu ini segera lunas.