What did Prabowo do
- ga pernah minta maaf sma korban bencana alam
- ga pernah minta maaf sma ortu&siswa yg keracunan MBG
- ga minta maaf sma rakyat yg hidupnya dipersulit
- ga minta maaf soal kinerja dia dan seluruh jajaran kabinetnya yg buruk
- ga pernah mau mengakui kesalahan
ya allah, aku mau jadi istri dan ibu... bukan sekedar punya pasangan atau anak, tapi punya rumah yang di dalamnya ada cinta, kasih sayang, ketenangan, rasa aman dan saling menjaga setiap hari. aamiin...
ya Allah, mau kerja yang halal dan tayyib, gajinya tinggi, lingkungannya oke, tetep bisa sholat, work life balance plus work aboard yaallahhhh Allahumma aamiin
Ya Allah, I'm struggling with my current situation, please grant me the ikhlas and patience i need, until i finally see why you arraged everything this way.🤍
Nikita was said : Kita tuh sering banget ibadah karena ada maunya (transaksional). Shalat karena mau bisnis lancar, umrah karena ingin dimudahkan rejeki, dan lainnya. Gimana caranya supaya tidak seperti itu, agar tetap mendapat keberkahan?
Jawaban Mr Faris ternyata bikin Niki terharu 😭🥺
Allah itu akan selalu membuat cara supaya hambaNya ingin selalu mendekat kepadaNya, termasuk dengan berbagai reward yang diberikan, dan itu itss okee bangeet...ketika hambaNya mengharapkan itu..
🏆 Pemenang Popularitas Solo Wanita di K-World Dream Awards setiap tahun:
2022: IU
2024: Jeon Yujin
2025: Jang Wonyoung
2026: #CARMEN
CARMEN secara resmi mencetak sejarah sebagai Artis Asia Tenggara PERTAMA dan Artis Generasi ke-5 PERTAMA yang memenangkan kategori ini!
Tadi sempat baca, cowo kalo jatuh cinta, rasa protect and provide-nya tebal banget. Gak ngerasa lengkap kalo gak bisa ngasih dengan cukup. Setiap hari dia bakal coba perbaiki diri biar lebih baik buat cewe-nya. Gue pas baca sampe netes air mata. Soalnya nyari cowo kayak gini susah banget. Udah nemu, bahkan cuma baca aja udah ngerasa terharu banget. Ini dia ciri-ciri lelaki green forest. Ambil aja dunia ini.. Lo emang layak jadi lelaki. Semoga selalu istiqamah mencintai istri lo.
aku adl tipikal lover girl yg menyayangi my laki sampe se-atom2 existence-nya. i can give my laki a full package of love languages, soalnya ternyata ak justru lebih mudah move-on (klo gagal) ketika ak mrasa udh doing my best, i could leave 💅 gracefully💅 (pengalaman).
Manifestasi ucapan adalah doa :
One day aku menikah dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku, menikah dengan restu, rezeki berlimpah, usaha yang sukses, punya aset dimanapun, hidup berkecukupan, dikaruniai anak shaleh dan shalehah, diberi kesehatan, bahagia sampai akhir menutup mata. Aamiin ya Allah.
Banyak banget, dan justru yang sering kelupaan malah topik yang paling penting 😭. Sebelum menikah, menurutku minimal ngobrolin:
Keuangan: penghasilan, utang/cicilan, tabungan, gaya hidup, rekening bersama, dan siapa yang menanggung apa.
Anak: mau punya anak atau tidak, jumlah, pola asuh, pendidikan, sampai pembagian tanggung jawab.
Tempat tinggal: tinggal sendiri, dekat orang tua, atau kemungkinan pindah kota/negara.
Karier: apakah dua-duanya tetap bekerja, bagaimana kalau salah satu harus pindah kerja, dan bagaimana mendukung karier pasangan.
Keluarga besar: batasan dengan mertua, seberapa sering berkunjung, bantuan finansial untuk keluarga, dan privasi rumah tangga.
Pembagian pekerjaan rumah: jangan cuma “nanti dibicarakan” bahas konkret siapa melakukan apa.
Konflik: kalau marah biasanya seperti apa, apa yang dianggap tidak bisa ditoleransi, dan bagaimana cara menyelesaikan masalah tanpa saling mengancam pisah.
Nilai dan prinsip hidup: agama, pendidikan, cara memandang kesetiaan, pergaulan, dan keputusan besar.
Komunikasi & kebutuhan emosional: butuh ruang seperti apa, cara menunjukkan kasih sayang, dan apa yang membuat masing-masing merasa aman.
Batasan dalam hubungan: teman lawan jenis, media sosial, privasi HP, flirting, dan hal-hal yang dianggap sebagai perselingkuhan.
Kesehatan dan kehidupan seksual: ekspektasi, batasan, kenyamanan, dan hal-hal yang perlu diketahui pasangan.
Rencana masa depan: target 5–10 tahun, gaya hidup yang diinginkan, rumah, perjalanan, karier, dan prioritas hidup.
Dan satu hal penting: jangan cuma bahas “kita mau punya kehidupan seperti apa”, tapi juga “kalau hidup kita gak berjalan sesuai rencana, kita akan menghadapi itu seperti apa?”
Karena menikah bukan cuma soal cocok saat semuanya baik-baik aja. Justru cara kalian menghadapi uang, konflik, keluarga, kegagalan, dan perubahan bakal jauh lebih menentukan.
Random thought at 3 am.
Cerai, gapapa.
Putus, gapapa.
Bilang engga, gapapa.
Mulai lagi dari nol, gapapa.
Berhenti dari sesuatu yang udah ga sehat, gapapa.
Bahkan memilih untuk tetap sendiri pun, harusnya gapapa.
Kita terlalu sering diajarkan bertahan mati-matian. Seolah-olah pergi berarti menyerah. Seolah-olah mengakhiri sesuatu berarti gagal.
Padahal keputusan yang paling berat justru sering kali adalah keputusan yang paling menyelamatkan.
Not everything is meant to last forever.
Ada hubungan yang emang harus selesai. Ada pertemanan yang cuma bertahan di satu fase kehidupan. Ada pekerjaan yang dulu diperjuangkan mati-matian, tapi akhirnya justru jadi alasan kehilangan diri sendiri. Ada tempat yang pernah terasa seperti rumah, tapi perlahan berubah jadi tempat yang paling ingin ditinggalkan.
Leaving doesn’t always mean you stopped caring. But sometimes walking away is simply the most honest way of choosing yourself.
Ga harus nunggu semuanya jadi terlalu buruk untuk punya alasan pergi. Ga harus nunggu dikhianati berkali-kali. Ga harus nunggu sampai benar-benar hancur.
Kalo sesuatu terus menerus mengambil ketenangan, harga diri, dan kebahagiaan, mungkin udah waktunya bertanya apa yang sebenarnya sedang dipertahankan.
Jangan lupa, selalu ada perbedaan besar antara memperjuangkan dan memaksakan sesuatu.
Memperjuangkan berarti masih ada ruang untuk tumbuh, memperbaiki, dan saling menjaga.
Sedangkan memaksakan berarti hanya satu orang yang terus berusaha. Sambil pelan-pelan dirinya sendiri perlahan habis.
The hardest thing isn't letting go.
It's admitting that staying is hurting you more than leaving ever could.
Yang paling menyedihkan adalah ketika udah terlalu lama bertahan sampai rasa sakit terasa normal.
Mulai terbiasa ga dihargai.
Terbiasa diabaikan.
Terbiasa meminta hal-hal sederhana yang seharusnya ga perlu diminta.
Terbiasa merasa sendirian hingga lupa bahwa dalam hubungan ga seharusnya selalu seperti perjuangan setiap hari.
Choosing to walk away doesn’t always make everything feel better right away, indeed.
Ada kehilangan. Ada sepi. Ada takut dan ragu. Ada malam-malam penuh pertanyaan tentang apakah keputusan dibuat dengan benar.
Akan ada saat-saat merindukan sesuatu yang sebenarnya dulu juga pernah sangat menyakiti.
But missing something doesn't always mean you made the wrong decision. We’re simply grieving something we once hoped would turn out beautifully.
Dan itu juga bagian dari proses melepaskan.
Jadi kalo suatu hari harus memilih antara terus bertahan atau akhirnya pergi, jangan cuma tanya udah berapa banyak yang diperjuangkan.
Tapi juga tanya, setelah semua yang terjadi, masih ada berapa banyak yang tersisa dari diri sendiri.
Because you deserve a life that doesn't require you to abandon yourself just to keep something alive.
Ga ada yang gagal hanya karena sesuatu berakhir.
Ga ada yang egois hanya karena memilih dirinya sendiri.
Some endings are not failures. Some endings are the beginning of finding yourself again.
Pergi ga selalu berarti kehilangan sesuatu, tapi kadang pergi adalah cara terakhir untuk pulang kembali pada diri sendiri 🤍
Sebelum menikah, jangan cuma tanya, “Kapan kita nikah?”
Tanya jg:
“Kita mau menjalani pernikahan seperti apa?”
Ada 25 topik penting yg sebaiknya dibahas sebelum akad. Karena nikah itu bukan cuma soal siap menikah, tapi siap menjalani hidup bersama selamanya.
Berikut daftarnya: