Kalau ilmuwan itu Tuhan dan arwana itu kita, maka apa yang terjadi pada kita setelah di uji berkali?
Perhatikan diri sendiri, baru orang lain disekitar.
Kita tidak lebih dari seorang arwana dalam bertahan hidup di dunia.
Ada rasa takut, tapi mulai saja dulu.
Seorang wanita mencintai pasangannya bukan karena dia yg terkuat, paling tampan, atau paling kaya, tetapi karena dia apa adanya dgn kelemahan dan kekuatannya. Cinta bukanlah pertunjukan kekuatan, melainkan energi pemberian yg hangat dan berkelanjutan.
—Ahmad Khalid Taufiq
Amarah melemahkan hati, duka cita melemahkan paru-paru, kesedihan melemahkan lambung, stres membebani jantung dan otak. sedangkan rasa takut melemahkan ginjal. Jika emosi-emosi ini meningkat dan terjadi terus-menerus di dalam tubuh, maka organ tersebut akan jatuh sakit
Ibnu Sina
Hal yg paling menguras energi seseorang adlh terus-menerus menjelaskan diri kpd orang2 yg sejak awal tdk ingin memahami mereka. Kedewasaan sejati dimulai ktika kau tahu kapan harus diam, kapan harus menarik diri, & kapan harus memprioritaskan kedamaian batinmu di atas segalanya.
عظموا أقداركم بالتغافل.
Muliakan harga diri mu dengan bersikap bodoh amat(terhadap sesuatu yang bukan menjadi tanggung jawabmu).
-imam ja'far as-shodiq ra
Kalau kalian beli kambing untuk kurban Iduladha, lalu spontan ngomong "ini kurban saya", maka kalian baru saja mengubah hukumnya.
Dari sunnah, jadi wajib.
Konsekuensinya: haram bagi kalian dan keluarga inti memakan satu suap pun dagingnya.
[UTAS] ⤵️
https://t.co/DpM3VODAxE
Storage HP Android lo penuh.
Lo hapus foto, hapus video, hapus app. Masih penuh.
Karena yang makan storage lo bukan file yang keliatan. Yang kebanyakan makan storage itu sampah TERSEMBUNYI yang Android gak pernah kasih tau ke lo.
Gue bersihin punya gue kemarin dapet 23GB balik tanpa hapus satu foto pun.
Gini caranya:
ليس الرجل الكامل من حيى فى نفسه، إنما الجل الكامل من حيى به غيره
Laki laki yang sempurna dia tidak hidup untuk dirinya sendiri , tetapi dia menjadi sebab orang lain hidup karenanya.
كُلَما ارتفع الوعي، قلَّ الإنتماء العاطفي لأيّ شيء
Seseorang ketika semakin tinggi tingkat kesadarannya, akan semakin sedikit keterikatan emosionalnya terhadap apa pun.”
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
...
الْعِلْمُ حَرْبُ لِلفَتَى الْمُتَعَالِي كَالسَّيْلِ حَرْبُ لِلْمَكَانِ الْعَالِي
Ilmu tidak akan bertemu orang yang sombong, sebagaimana aliran air tidak mengalir ke tempat yang tinggi
Pesan hari ini:
Janganlah kamu terlalu membebani diri sendiri dgn berusaha memperbaiki citramu dimata orang lain; krn kamu akan jd biasa saja bagi mreka yg tdk mengenalmu, sombong bagi mereka yg membencimu, diterima oleh mereka yg mengenalmu, & istimewa bg mereka yg mencintaimu.
HP Android lo bukan lemot karena tua dan udah waktunya diganti.
Samsung, Xiaomi, Oppo, mereka install 30+ bloatware (app sampah dari pabrik) yang ga bisa di-delete.
Jalan terus di background. Makan RAM dan bikin boros baterai.
Lo pikir HP lo udah waktunya ganti. Padahal belum.
Gue bikin Redmi Note 10 yang udah 3 tahun kerasa kayak baru lagi pake cara simpel ini:
لا تُعلِّمْنِي الصَّبْرَ..
فقد شاركتُ في الضَّحِكِ حينَ سُخِرَ من نَقْصِي
“Jangan ajari aku bersabar…
Aku pernah ikut tertawa disaat kekuranganku ditertawakan.”
Pernahkan Bapak/Ibu memandu anak untuk mengerjakan soal matematika/fisika dengan metode *diketahui*, *ditanya*, *jawab*?
Jika ya, pertahankan! Karena dengan metode seperti itu, anak menggunakan dasar *berpikir komputasional* atau *computational thinking/CT*.
CT adalah cara berpikir (a way of thinking) yang biasa digunakan oleh ilmuwan komputer untuk memecahkan masalah.
Mari kita bedah coretan pada gambar terlampir berdasarkan 4 fondasi utama Computational Thinking:
1. Dekomposisi (Decomposition)
Siswa tidak mencoba memecahkan masalah besar (menghitung volume bangun gabungan yang kompleks) sekaligus. Ia memecah masalah tersebut menjadi beberapa sub-masalah yang lebih kecil dan mudah dikelola:
Sub-masalah 1: Mencari tinggi limas yang belum diketahui.
Sub-masalah 2: Menghitung volume bagian limas.
Sub-masalah 3: Menghitung volume bagian kubus.
Sub-masalah 4: Menjumlahkan semuanya.
2. Pengenalan Pola (Pattern Recognition)
Siswa mengenali pola-pola yang ada di dalam gambar tersebut:
Ia menyadari bahwa bangun tersebut memiliki bentuk simetris, yaitu limas di atas dan di bawah ukurannya sama. Oleh karena itu, ia menerapkan pengenalan pola dengan tidak menghitung limas satu per satu, melainkan langsung menggunakan pengali dua V 2 limas = 2 x (...).
Ia juga mengenali pola segitiga siku-siku di dalam potongan limas, sehingga memicunya untuk menggunakan Teorema Pythagoras untuk mencari tinggi
3. Abstraksi (Abstraction)
Siswa menyaring informasi yang tidak penting dan hanya mengambil data yang esensial. Ia menerjemahkan gambar visual 3D tersebut ke dalam bentuk variabel-variabel inti yang dibutuhkan untuk perhitungan, yaitu tinggi segitiga, alas limas, dan rusuk kubus. Ia mengabaikan detail lain dari gambar dan hanya fokus pada model geometrisnya.
4. Berpikir Algoritmik (Algorithmic Thinking)
Siswa menyusun langkah-langkah penyelesaian (algoritma) yang sangat terstruktur, jelas, dan berurutan dari atas ke bawah.
Inisialisasi variabel: Menuliskan diketahui dan ditanya.
Proses 1: Cari dulu tinggi limas (proses ini seperti memanggil fungsi pembantu/ helper function sebelum masuk ke fungsi utama).
Proses 2: Menghitung Volume limas.
Proses 3: Menghitung Volume kubus.
Output: Menjumlahkan hasil proses 2 dan 3 ke dalam Volume Gabungan.
*Konsep Debugging*
Sebagai pendidik, gambar ini juga memberikan momen untuk mengajarkan konsep CT kelima, yaitu Debugging.
Jika diperhatikan pada bagian Volume kubus, kerangka algoritmanya sudah sangat benar, tetapi ada "logical error" atau bug pada rumus yang dimasukkan. Siswa menggunakan rumus Luas Permukaan Kubus, padahal yang dibutuhkan adalah rumus Volume.
Menganalisis jawaban ini di kelas bisa melatih anak-anak untuk tidak hanya peduli pada "hasil akhir", tetapi juga melacak bug baris-demi-baris pada sebuah sistem yang secara alur sudah logis, namun outputnya keliru.
Ada satu setting rahasia di HP Android yang bisa bikin hampir semua iklan di HP lo HILANG.
Iklan di app. Iklan di game. Iklan di browser. Semua ilang.
Ga perlu download app dan ga perlu root.
Cukup 1 setting dan ini 100% gratis!
Gini caranya: