Pernyataan Yenny Wahid menguliti absurdnya hukum di Indonesia yang bahkan bikin heran ekspatriat & pengamat luar negeri : "Ijazah SMA tak ditemukan MK, tapi kok tetap bisa jadi Wakil Presiden?"
Penjelasan Yenny sangat gamblang:
1. MK mengunci fakta: Bukti kehadiran (attendance) TIDAK SAMA dengan bukti kelulusan (graduation)
2. MK tidak mendiskualifikasi murni karena terbentur tenggat rezim Pemilu pasca-pelantikan.
3. MK sengaja mengunci temuan fakta ini & menunjukkan "Pintu Konstitusi" lain: DPR/MPR via Pasal 7A UUD 1945.
Ketika dunia luar saja terheran-heran melihat kontradiksi ini, DPR kita malah pura-pura buta dan tuli. Malu-maluin.
Saudi Arabia walks into Burkina Faso with a suitcase full of money.
Saudi Arabia We would like to build 200 mosques.
Captain Ibrahim Traoré looks at the proposal, looks around the country, then looks back. Two hundred? Brother... we already know where Mecca is. What we are looking for are electricity companies where Burkinabès can work.
Saudi Arabia: But this is a generous religious investment, Captain Traoré.
Traoré: Excellent. Now make sure the next investment comes with roads, factories, hospitals, irrigation systems, and universities that don't just teach another man's language, but show Burkinabès how to manufacture—and maybe even a power plant.
Then, he allegedly hits them with the African development version of:
You invest billions in America, the UK, Canada, Australia, and Switzerland, where they already have skyscrapers. But you come to Afrika just to build mosques? How many mosques did you build in America, Canada, Japan, Australia, Switzerland, or the UK?"
Program prioritas presiden urusan pendidikan harusnya menjadi daya dukung dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan, bukan sebaliknya. Maka hasilnya akan terbalik.
Siswa SR dengan fasilitas yang baik, malah banyak yang kabur, dan MBG bukannya menjadi daya dukung nutrisi malah jadi keracunan masal yang terus menerus terjadi.
Nabi Muhammad jatuh dari kuda di Madinah, terbanting ke pangkal pohon kurma. Kakinya terkilir.
Sahabat Jabir dan kawan-kawan datang menjenguk. Beliau sedang salat sunah sambil duduk di kamar atas milik Aisyah. Mereka berdiri di belakang beliau, dan beliau diam saja.
Lain hari mereka datang lagi. Kali ini beliau salat wajib sambil duduk, dan mereka kembali berdiri. Beliau memberi isyarat, mereka pun duduk.
Selesai salat beliau bersabda: kalau imam salat duduk, salatlah duduk, dan jangan berbuat seperti orang Persia terhadap para pembesarnya.
Kata Imam al-Zaila'i, dalam salat sunah ada hal yang dimaklumi, yang tidak dimaklumi dalam salat wajib.
Meski begitu, ulama mazhabnya sendiri menganggap perintah salat duduk di belakang imam yang duduk itu sudah dinasakh, dihapus hukumnya.
Sumber: Nashb al-Rayah
Sebutir kurma tergeletak di jalan, tidak jelas punya siapa. Boleh dipungut?
Sahabat Anas bercerita, Nabi Muhammad pernah melewati kurma seperti itu. Tidak ada yang menahan beliau dari mengambilnya, selain khawatir kurma itu berasal dari sedekah.
Cuma khawatir, bukan yakin kurma itu sedekah.
Kata Imam al-Khattabi, inilah pokok wara': apa pun yang tidak jelas halal sepenuhnya buat dirimu, kamu jauhi dan kamu tinggalkan.
Tapi kurma atau makanan sejenis yang tercecer di jalan, tegasnya, tetap boleh dipungut dan dimakan kalau mau. Itu bukan barang temuan yang harus ditahan dan diumumkan.
Sumber: Ma'alim al-Sunan
Diriwayatkan, Ukaidir, penguasa Dumatul Jandal, menghadiahkan sebuah jubah sutra kepada Nabi Muhammad.
"Pakailah, wahai Rasulullah," kata Sayidina Umar. "Buat salat, dan buat menemui para utusan yang datang."
Beliau pun salat memakainya. Lalu beliau lupa, sampai salat Zuhur tujuh rakaat.
Selesai salat, jubah itu beliau lepas. "Aku memandanginya, dan ia melalaikanku." Pakaian seperti ini, sabda beliau, cuma dipakai orang yang tidak punya bagian di akhirat.
"Kamilah yang memaksamu, wahai Rasulullah," kata Sayidina Umar.
Imam Ibn al-Qaysarani menaruh riwayat ini di bab orang yang menanggung denda kalau keputusannya atas saudaranya ternyata berbalik dari kenyataan.
Tobatnya, kata Sayidina Umar, memerdekakan seorang budak atau bersedekah seratus uqiyah.
Sumber: Shafwat al-Tashawwuf
“Kosongkan lisanmu, kecuali untuk berzikir. Kosongkan hatimu, kecuali untuk bersyukur. Kosongkan tubuhmu, kecuali untuk bekerja keras. Jika engkau melakukan itu semua, engkau termasuk orang saleh.”
— Syekh Abu Hasan Syadzili
Dalam kasus kuota haji, kan, ada tersangka (dan sekarang sudah jadi terdakwa persidangan).
Singkatnya, yang dituduhkan ada dua:
1. Memperkaya diri, orang lain, atau korporasi,
2. Penyalahgunaan wewenang yang menguntungkan diri sendiri.
Salah satu yang jadi tersangka, selain Gus Yaqut, adalah Isfah Abidal Aziz yang dikenal dengan Gus Alex yang menurut dakwaan "diperkaya" oleh kebijakan Gus Yaqut.
Diperkaya berapa? USD5.233.800 dan Rp330.000.000,00.
Nah, dari mana sumber informasi bahwa Gus Alex mendapatkan kekayakan jutaan dollar ini? Ternyata dari BAP saksi yang hanya mendengar dari obrolan orang.
Nah, kebetulan di persidangan Gus Alex mengkonfrontasi saksi yang menulis BAP tersebut.
Apa hasilnya?
Silakan lihat sendiri.
Mungkin perlu dipertegas lagi, Kurikulum merdeka memang didesain supaya siswa otomatis naik kelas. Itu tertulis dalam panduannya (2022) yang direvisi jadi (2024), dan direvisi pak Muti (2025).
Dampaknya siswa terus naik walau belum mencapai kompetensi. Itu juga tertulis di panduannya, meski belum mencapai kompetensi tetap bisa naik kelas. Dipertegas bahwa *OTOMATIS NAIK KELAS.*
Dari mana? Dari fase. Bahkan dokumen panduan menyatakan *Fase sengaja dibuat supaya siswa tetap naik*
Nah ini pendukung kurikulum merdeka tidak mau mengakui ini. Saya udah bedah 3 dokumen panduannya. Dan tertulis jelas disitu. Kenapa tidak mau mengakui? Karena dengan demikian akan ketahuan, fenomena siswa SMP tidak bisa baca karena waktu SD belum mencapai kopetensi, diharuskan tetap naik oleh karena desain fase kurikulum merdeka.
Silahkan cuci tangan, sejarah akan tetap merekamnya.
Menjelang pernikahan, nasihat dari orang tua dan para sesepuh menjadi bekal yang berharga.
Umamah binti al-Harits pernah menyampaikan sepuluh nasihat kepada putrinya yang hendak menikah.
Apa saja nasihatnya? Simak selengkapnya dalam utas berikut.
Imam Ali naik mimbar.
"Tidak, demi Allah. Kami tidak punya kitab yang kami baca selain Kitab Allah dan isi lembaran ini."
Ia bentangkan lembaran itu. Isinya soal umur-umur unta dan beberapa hal tentang luka.
Menurut Ibn Hubairah, Imam Ali naik mimbar karena menangkap bisik-bisik orang: katanya Imam Ali menyimpan wasiat rahasia dari Nabi Muhammad. Imam Ali membuka kebenarannya di depan umum, dan bersumpah atasnya.
Dari situ Ibn Hubairah menarik pelajaran: kalau orang menyangka sesuatu yang tidak benar, sementara pemimpin atau ulama punya jalan keluar dan kepastian soal itu, ia menyatakannya terang-terangan. Orang tidak dibiarkan bertahan di atas sangkaan yang keliru.
Sumber: al-Ifshah an Ma'ani al-Shihah
Rp500 ribu untuk 4 bulan kerja. Itu bukan gaji, itu penghinaan. ABK KM Maulana 23 pulang dengan luka dan uang Rp500 ribu setelah 4 bulan melaut. Padahal di awal dijanjikan bagi hasil sekitar Rp10 juta. Uang muka Rp5 juta yang dijanjikan juga tidak sesuai, hanya ratusan ribu yang mereka terima sebelum berangkat. Kasus ini memperlihatkan betapa rentannya posisi ABK perikanan. Begitu masuk kapal, mereka hampir tidak punya daya tawar.
Kalian perlu tahu perkembangan sidang Gus Yaqut yang satu ini.
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat memutuskan menghadirkan penyidik KPK sebagai saksi verbalisan, yaitu penyidik yang menyusun BAP (Berita Acara Pemeriksaan) para saksi.
Kenapa sampai begitu?
Karena banyak keterangan dalam BAP yang dicabut atau dikoreksi oleh saksinya sendiri di persidangan.
Salah satunya Ahmad Taufiq. Ia mengaku terpaksa mengoreksi BAP karena informasi yang ia berikan sebenarnya hanya berdasarkan cerita orang lain. Ia tidak melihat langsung, tapi keterangan itu tetap dimasukkan penyidik ke dalam materi penyidikan.
Ada pula saksi yang di bawah sumpah mengaku tidak pernah memberi keterangan seperti yang tertulis di BAP. Katanya, "Yang saya tahu, keterangan itu SUDAH TERTULIS berulang-ulang di BAP. Jadi, sudah OTOMATIS ADA DI BAP seperti itu!"
Lha, kalau keterangannya sudah tertulis duluan, saksinya datang buat apa?
Kuasa hukum Gus Yaqut, Mbak Mellisa Anggraini, menyebut ada pola: di BAP sudah selalu muncul nama Yaqut dan 50:50 seperti template, padahal saksinya tidak pernah menerangkan seperti itu.
Gus Yaqut sendiri menanggapinya pendek saja: "Untuk kesekian kalinya saksi mencabut BAP-nya. Fitnah sudah ke mana-mana."
Contoh lain datang dari Ketua Himpuh, Budi Darmawan. Di persidangan ia menyebut Rizky Fisa Abadi sebagai orang yang disebut-sebut kepercayaan Gus Yaqut. Namun Budi mengakui informasi itu hanya didengarnya dari publik.
Kuasa hukum juga menyayangkan banyaknya materi BAP selevel "gosip" atau desas-desus yang dijadikan landasan dakwaan, sementara Gus Yaqut sudah ditahan lebih dari enam bulan.
Nanti, ketika verbalisan duduk di kursi saksi, saya kira pertanyaannya sederhana saja.
Nama Gus Yaqut dan angka 50:50 di BAP itu ditulis dari mulut saksi, atau sudah ada di draf sebelum saksinya datang?
Oiya, di sidang kemarin ada yang ricuh ketika Gus Alex mengkonfrontasi saksi. Besok akan saya unggah. Ini penting karena kalian perlu melihat "kualitas" saksi dari KPK.
"Empat hal yang mengangkat manusia ke derajat tinggi meski amal dan ilmunnya sedikit: kesabaran, kesederhanaan, kemurahan hati, dan akhlak yang baik."
Imam Junaid al-Baghdadi
TAJWID & OTAK: Kenapa Tilawah Bikin Tenang & Super Fokus?
RAHASIA NEUROSAINS TILAWAH
BACAAN QUR'AN ADALAH SYIFA INI BUKTI OTAKNYA
Bukan sekadar pahala. Tajwid teratur bikin jantung tenang, otak fokus, gelombang alpha naik. Ini sains di balik Syifa-nya Qur'an.