BERITA INI ANYEP KARENA YANG PUNYA HAJAT SUAMI ISTRI POLISI 😕
jadi di hari minggu tanggal 27 kemarin, di daerah kalibata dekat stasiun, ada mbak2 habis lari dan gym, lewat depan hajatan terus dituduh maling amplop perkara pakai baju item. mbaknya diamanin, dianiaya, ditarik-tarik sampe jilbabnya lepas. dan pas dicek cctv, ternyata malingnya saudara dari yang punya hajat sendiri.
ini video klarifikasinya yang punya hajat. suami istri parcok jadi berhak buat mukulin warga 😟
@fz_riady@arupadato@swarnadiva11@sayid__machmoed Berarti pembagian tauhid dimulai oleh Syaikh Ibn Taymiyyah, ya. Dan beliau bulan salaf krn hidup abad ke-7. Jadi fix, pembagian tauhid menjadi 3 bukan dr salaf, ya.
@swarnadiva11@arupadato@fz_riady@sayid__machmoed Kutipan lara ulama di artikel tidak ada yg mengatakan bahwa 'Tauhid terbagi menjadi 3 ......dst". Yang ada penulis artikel mencocok-cocokkan perkataan ulama seolah2 itu menjadi dasar pembagian tauhid
Mari kita bahas dugaan pungli di Samsat Manyar Surabaya buat kalian yang mau perpanjang plat nomor 5 tahunan.
Kalau plat kendaraan kalian rusak atau bahkan tinggal secuil bagian besinya, mungkin sebaiknya dilengkapin dulu. 😭
Kronologinya begini.
Gue datang ke Samsat Manyar buat mutasi keluar sekaligus perpanjang plat. Kebetulan plat belakang gue hilang waktu berangkat kerja di Gresik. Semua surat-surat lengkap.
Pas antre cek fisik, awalnya aman-aman aja. Petugasnya juga melakukan gosok nomor rangka/mesin seperti biasa.
Setelah selesai, orang yang ngecek malah bilang,
“Seikhlase ae, Mas.”
Karena menurut gue itu termasuk pungutan, ya gue nggak kasih.
Pas gue mau pergi, tiba-tiba gue diteriaki, dicegat, terus plat kendaraan gue difoto.
“Plat belakang mana?”
Padahal dari awal dia sudah lihat kalau plat belakang gue memang nggak ada. Gue udah feeling bakal dipersulit gara-gara nggak ngasih uang tadi.
Gue jawab, “Hilang, Pak. Jatuh di jalan waktu berangkat kerja. Udah saya cari lagi tapi nggak ketemu.”
Dari situ gue makin ngerasa bakal ada masalah.
Gue juga sempat tanya ke petugas cek fisik, “Sebelum saya tadi ada orang yang platnya cuma separuh, nggak kelihatan L XXX. Itu bisa lolos, gimana, Pak?”
Dia cuma diem sambil foto kendaraan gue.
Setelah itu gue menuju loket. Sebelum masuk loket, kita diarahkan antre dulu ke dua security buat dicek kelengkapan surat.
Gue tanya ke security soal pungutan tadi.
Jawabannya,
“Emang seikhlasnya aja, Mas.”
Gue tanya lagi, “Kalau nggak dikasih gapapa kan, Pak?”
Dijawab, “Ya lihat aja nanti, Mas, diverifikasi.”
Akhirnya gue tunggu sampai nomor antrean gue dipanggil.
Di loket, surat gue dikasih catatan “plat belakang hilang”. Gue jelasin lagi kondisinya sekaligus nanya soal pungutan tadi.
Petugas loket cuma diem, lalu tanya ke temannya. Temannya malah nyuruh tanya ke loket verifikasi sebelumnya.
Intinya nggak ada yang mau jawab soal pungutan tadi. 😭
Mereka kemudian nyuruh gue ke tukang plat buat pasang plat belakang.
Gue jawab,
“Lah, mending saya ke tukang plat, pasang dua-duanya sekalian, nggak usah bayar pajak ginian.”
Mereka diem.
Gue mikir, buat apa gue harus ke tukang plat dulu, pasang plat lama, balik lagi ke Samsat buat dapet plat baru, terus pasang lagi? Ribet banget.
Gue tanya lagi,
“Memang ada aturannya, Pak? Kalau plat hilang, sudah dicari tapi nggak ketemu, harus bikin baru di tukang plat dulu supaya bisa perpanjang?”
Niat gue sebenarnya cuma mau tahu aturannya, bahkan kalau ada aturan tertulisnya gue mau foto supaya orang lain juga bisa ngerti sebelum datang ke Samsat.
Tapi mereka tetap kekeh nyuruh gue ke bagian verifikasi.
Karena udah kesel, akhirnya gue cabut semua berkas dari map, terus pergi sambil nguntel-nguntel formulir di dalam Samsat. 😭
Akhirnya gue pulang.
Pemberontakan PKI Pimpinan Muso dan Amir Syarifudin di Madiun pada September, 1948.
Orang-orang yang dianggap berseberangan dengan PKI diculik lalu dibunuh kemudian korban dibuang kedalam sumur, diantara sumur PKI yang masyhur adalah sumur kresek di madiun dan sumur soco di magetan.
Ketika situasi Madiun memanas dan pasukan PKI mulai bergerak ke Ponorogo, pimpinan Pondok Gontor mengambil keputusan strategis demi keselamatan. Dua dari tiga pendiri Gontor (Trimurti), yaitu KH Ahmad Sahal dan KH Imam Zarkasyi, memimpin evakuasi ratusan santri mengungsi ke arah timur menuju wilayah Sooko hingga Kediri. Peristiwa penyelamatan diri ini kemudian dikenal dalam sejarah Gontor sebagai Napak Tilas Sooko.
Di kompleks pondok, yang saat itu bangunannya masih sangat sederhana (sebagian besar dari bambu/gedek), hanya tersisa beberapa pengurus. Di antaranya adalah KH. Syoiman Lukman Nyoman (Lurah Pondok saat itu) dan KH. Rahmat Soekarto (Kepala Desa Gontor).
Pasukan PKI kemudian menyerbu dan mengobrak-abrik kompleks pesantren. Berdasarkan kesaksian sejarah, gerombolan PKI merusak fasilitas, mengancam sisa pengurus yang ada dengan senjata tajam, dan mencari para kiai yang menjadi target penculikan mereka.
Aksi PKI di Pondok Gontor tidak berlangsung lama karena respons cepat dari militer dan milisi pro-pemerintah. Pasukan Siliwangi bersama Lasykar Hizbullah (salah satunya dipimpin oleh KH Yusuf Hasyim) datang merangsek ke Ponorogo. Serangan balasan ini berhasil mendesak mundur dan mengusir gerombolan PKI dari kawasan Gontor, sehingga pondok berhasil diselamatkan dari kehancuran total.
Tolong diusut pondok pesantren mana @Poldametrojaya_ karena ini namanya ekspolitasi, apalagi itu anak masih di bawah umur. Investigasi, cabut izinnya.
Anak mondok biar dapat ilmu, malah jadi babu. Kontol
guys, ini logika yang bikin geleng-geleng kepala
manager pln up3 kendari buka suara soal tiang listrik yang berdiri di atas tanah warga katanya, tiang itu emang bisa dipindahin
tapi ada tapinya biaya pemindahannya dibebanin ke pemilik tanah
jadi gini logikanya tiang pln numpang berdiri di tanah warga, terus kalau warga keberatan dan minta dipindah, yang harus bayar malah pemilik tanahnya sendiri
alasannya karena permintaan itu sifatnya insidentil, di luar rencana awal pln