Klasik banget.
Ketika gak bisa nyelesaiin masalah riil kayak korupsi, judi online, program cacat, yang disasar malah kelompok rentan dan minoritas.
Perpres ini cuma pengalihan isu murahan buat nutupin ketidakmampuan pemerintah. Musuh imajiner sengaja diciptain biar rakyat hilang fokus dari bobroknya sistem dan ujung-ujungnya apa?
Benar,
Konflik horizontal.
Kabar duka datang dari dunia kesehatan😔🏥
Turut berdukacita atas meninggalnya senior dr. Adrian Rantung (FK Unsrat 2010, yang saat ini tengah menjalani PPDS Anestesi FK Unsrat).
Beliau ditemukan tak bernyawa di kamar kostnya. Dugaan kuat, beliau mengalami perundungan..
sc: in frame
Ingat nama ibu Papua ini:
Melkiana Duwitau, ibu hamil 31 tahun, tewas dibunuh peluru tentara saat sedang hamil 32 minggu akibat operasi militer
Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya
Never forget, never forgive
"sebagai anak psikologi malu ngeliat bem psikologi ui"
kalau gua sih malu sebagai kampus yang ga bisa didik mahasiswanya untuk mahamin 1 ayat sesimpel ini😆
atau malu jadi orang tua yang udah sekolahin anaknya kurang lebih 18 tahun tapi kemampuan bacanya masih setara anak sd 😆
Bupati Purwakarta SEKSIS & MISOGINIS! @DiskominfoPWK
Saepul Bahri Binzei bikin & nyanyikan lagu seksis, vulgar, melecehkan & merendahkan martabat perempuan. Jijik & marah banget 🤮🤬
Dia jadikan payudara, bra, & haid lelucon murahan. Mereduksi perempuan hanya soal organ seksual & reproduksi, objektifikasi seksual atas tubuh perempuan.
Dia gambarkan perempuan sebagai makhluk yang ga bisa kontrol hasrat seksual, gampang hamil, gampang aborsi. Sangat slut shaming & stigmatisasi pengalaman reproduksi perempuan ini.
Pengalaman reproduksi perempuan jadi bahan olok2, padahal keguguran itu pengalaman sangat traumatis.
Dia menghina perempuan yang merawat diri, seolah perempuan yang dandan itu palsu atau cuma untuk menyenangkan laki2.
Dan dia berulang2 narasikan kalau jadi laki2 itu berkah tertinggi, sementara jadi perempuan itu kutukan yang penuh masalah (hamil, haid, dandanan, dll). Najis & norak banget ini superioritas laki2 toxic.
(1)
🇮🇩 Pajak buku di Indonesia : 12%
🇲🇾 Pajak buku di Malaysia : 0%
🇬🇧 Pajak buku di Inggris : 0%
🇮🇳 Pajak buku di India : 0%
Di mana bumi dipijak, di situ rakyat dipalak 🙏🏻
Masih ingat kasus residen anestesi yang bunuh diri akibat bullying dan hazing kakak kelas di tahun 2024. Sekarang ada kasus dokter bunuh diri setelah diintimidasi oleh keluarga pasien dengan power.
Dipikir-pikir, jadi dokter tanpa status spesialis ini rentan banget yah di area kerjanya. Diomelin senior, kena bully kakak kelas, sampe intimidasi pasien juga. Entah apalagi yang harus mereka alami hanya untuk belajar dan bekerja.
Semoga bisa diberesin yah sistemnya baik yang dalam proses pendidikan dan dalam proses memberikan layanan. Bunuh diri bukan cuma masalah individu yang rentan depresi dan lemah iman/karakternya, seringkali jika sudah beberapa kali terjadi pada satu kelompok, bunuh diri adalah penunjuk kehadiran masalah sistemik yang terus menerus dibiarkan hingga menjadi puncaknya meledak pada individu yang malang.
funfactnya adalah dr. Icha sudah melapor sejak 14 Juni. ke Badan Kehormatan DPRD, ke Dinkes TTU dan ke IDI.
semua jalur resmi sudah ditempuh. tapi yang membuat kasus ini akhirnya "bergerak cepat" bukan laporan itu, melainkan "kematiannya"
dinkes TTU memang sudah menyatakan keprihatinan sejak awal. tapi keprihatinan saja tidak menghentikan apa pun. tidak ada tindakan tegas dan konkret yang membuat dr. Icha merasa lebih aman untuk kembali bertugas.
RS Leona baru menemui Bupati untuk minta maaf, setelah dr. Icha meninggal dan kasusnya ramai di media, setelah izin operasionalnya terancam. bukan saat dokternya "masih hidup dan ketakutan" untuk kembali bekerja.
"dimana perlindungan RS terhadap dokternya??"
Golkar baru menugaskan pemanggilan kadernya hari ini. PKB baru berencana tabayun. Semua "akan", dan "baru menugaskan", serta baru "berencana".
kata- kata kerja masa depan, padahal kasusnya sudah berlangsung dua minggu sebelum dr. Icha menghadap yang kuasa.
sungguh miris "kepedulian itu baru muncul" setelah ada yang harus meninggal lebih dulu.
"apakah harus ada nyawa melayang dulu baru peduli?"
Ini pola yang lazim dan sering kita lihat di negeri ini. Institusi bergerak cepat untuk pemulihan citra, tetapi lambat untuk pencegahan.
surat keprihatinan dikirim cepat. izin RS dibekukan cepat. tapi perlindungan nyata, yang seharusnya hadir SEBELUM seseorang putus asa, "datang terlambat."
dr. Icha sudah melakukan semua yang seharusnya. Melapor lewat jalur resmi, mengikuti SOP, mencari pendapat dari yang lebih ahli, berusaha bertahan. sistem yang gagal menjaganya bahkan di tengah ia berusaha menjaga dirinya sendiri. beliau menjadi korban.
RS gagal melindungi karyawannya, dinkes gagal melindungi tenaga kesehatannya, IDI gagal melindungi anggotanya, badan kehormatan DPRD gagal membina anggotanya. MIRIS
Gimana dokter mau bertugas di daerah. Berkerja dengan profesional saja malah diintimidasi dua orang oknum anggota DPRD. Dua orang yang keahliannya bukan di bidang kesehatan. Tapi malah mengintimidasi seorang ahli kesehatan yang sedang berjuang menyelamatkan nyawa keponakannya. Tidak bisa berkata-kata. Hanya bisa mendoakan semoga Allah menyadarkan dua orang wakil rakyat yg terhormat ini.