Dalam kerangka Gilles Deleuze & Félix Guattari, rhizome menggambarkan sesuatu yang tumbuh tanpa pusat, menjalar horizontal, dan bisa muncul serentak di berbagai titik.
https://t.co/GyaHy8NKSz
Narasi “operasi bayangan” yang digaungkan akun @adebhakti dan sejumlah akun lain, jelas merugikan masyarakat dan presiden sekaligus. Ia menutup ruang kritik, mendeligitimasi keresahan rakyat, dan mengalihkan perhatian dari substansi masalah.
https://t.co/eckF7vNVqv
Ahmad Sahroni dengan gagah berani menyebut pengkritik DPR sebagai “tolol se-dunia”. Kalimat itu mungkin dimaksudkan sebagai punchline, tapi hasilnya justru jadi bahan bakar mobilisasi massa.
https://t.co/LhFGc6t5vQ
Lembaga Survei Indonesia (2024) juga mencatat persepsi bahwa Polri adalah “institusi paling korup” di Indonesia bersama DPR. Artinya, luka kepercayaan publik ini bukan insiden oknum, melainkan krisis struktural.
https://t.co/gy9xP2awG4
Di sisi lain, Antonio Gramsci yang Markis menyebut hegemoni sebagai cara elite menguasai rakyat, bukan dengan kekerasan semata, tetapi lewat konsensus palsu.
https://t.co/CSUiSupKnY
Propaganda digital akan selalu ada, selama ada anggaran iklan dan ambisi kekuasaan. Tapi algoritma yang paling kuat tetap akal sehat publik.
https://t.co/AjD5yPVjay