ada yg nge-kolase foto-foto kopdes di lokasi2 ajaibnya wkwk
yg di gunung itu mau ngapain coba
ini bukan jujur janggal, tapi udah ga masuk akal
silakan di-save😂
Update: This "Super El Niño" will be perhaps the strongest in 500 to 1000 years, and could legitimately be the most extreme global weather or climate event experienced by humanity since the invention of the printing press. Only more extreme situation is a volcanic winter.
Laporan analisis terbaru Harian Kompas melempar alarm ekonomi paling mengerikan tahun ini: Setelah fenomena "MANTAP" (Makan Tabungan), kini masyarakat kelas menengah-bawah meluncur ke fase "MATANG" (Makan Utang) hanya demi mencukupi kebutuhan perut sehari-hari.
Ketika Istana sibuk mengklaim "fundamental ekonomi bagus" & pertumbuhan di atas 5%, data OJK & Bank Indonesia per Mei 2026 justru membongkar kenyataan berdarah-darah di lapangan.
1. Pinjaman Konsumtif Meroket Rp160,7 Triliun.
Total saldo utang dari Pinjol (Pindar), Kartu Kredit, dan Paylater melonjak 26,4% (YoY) menembus Rp160,7 Triliun. Pinjol memegang porsi terbesar hingga Rp103 Triliun, sementara pembiayaan Paylater tumbuh paling liar mencapai 42,04%.
2. Pegadaian Kebanjiran Warga yang Gadai Barang.
Pembiayaan industri Pegadaian meledak 57,97% (YoY) menjadi Rp131,2 triliun, di mana 84% di antaranya adalah rakyat yang terpaksa menggadaikan barang berharga demi bertahan hidup.
3. Tsunami PHK Sektor Riil
Sebab utamanya dibeberkan oleh CELIOS (Nailul Huda): badai PHK sektor riil kian tak terkendali. Data Kemnaker per Juni 2026 mencatat korban PHK melonjak 23 kali lipat dalam sebulan (dari 829 orang di Mei menjadi 19.530 orang di Juni).
4. Konsumsi Semu Hasil Numpuk Cicilan
Guru Besar FEB Unand (Prof. Syarifuddin Karimi) menegaskan: tingginya angka belanja warga hari ini bukan karena pendapatan riil naik, melainkan ditopang utang berulang . Warga terjebak lingkaran setan cicilan yang siap meledak menjadi krisis kredit macet (NPL) dan pemicu kriminalitas sosial.
Inilah dampak nyata dari kebijakan fiskal ugal-ugalan: APBN dibakar ratusan triliun untuk proyek pemborosan non-produktif, sementara sektor riil dibiarkan sekarat, BBM dinaikkan, dan daya beli rakyat dihancurkan. Mengelola negara itu menggunakan rasio ekonomi riil, bukan modal omon-omon klaim statistik di atas kertas.
Video ; kompas tv
Minimal 21 kali ejakulasi per bulan menurunkan risiko kanker prostat hingga 31% lebih rendah pada laki-laki.
Ejakulasi meliputi saat berhubungan intim, mimpi basah, dan masturb*s*
Rutin ejakulasi diduga membantu mengeluarkan zat-zat yang memicu terjadinya kanker prostat.
Semoga bermanfat!
Sumber Ilmiah:
Ejaculation Frequency and Risk of Prostate Cancer: Updated Results with an Additional Decade of Follow-up
For real. Sampe sekarang aku masih inget perlakuan suamiku ketika aku lahiran anak pertama.
Ga akan bosan aku sebut, malam pertama di RS sampe kelar cuti, suamiku selalu tidur sama aku. Aku tau ini NORMAL, tapi engga di keluarga besarku. Di mana biasanya abis lahiran itu ...
🗣️ Zlatan Ibrahimović:
“I’m going to be honest here. Even as someone who loves Messi, this World Cup has looked like a tournament prepared for Argentina to win. When I watch other matches and then watch Argentina’s games, it makes me wonder whether the rules are different for Argentina’s players. They don’t play like a team that came to play football; they play as if it’s a karate competition. Yet despite all of that, the referees don’t give them cards.
I have seen so many challenges that deserved yellow or red cards, but the referees refused to show them. For Argentina’s second goal, Messi stepped on Spence, and VAR didn’t review it. Yet against Egypt, VAR disallowed Egypt’s goal for the exact same reason. The same thing has happened in other matches they have played.
I don’t think it’s fair to say this World Cup has been fair because everything points to the fact that they want Argentina to win so badly. It’s very shameful that FIFA has not looked into all of this.”