@Vyrn_King begini cara matiinnya ges. pilih "more settings", terus ke tab "other settings" dan pilih "language & region", terus ganti "results region" ke region selain indo. abis ini safesearch balik lagi bisa dapet opsi nyala atau mati
@txtdarikoridor4@ivanjayawan Semoga karbon aktifnya di karungin jd bisa diambil lg. Karena spent CA itu mlah nanti jd masalah, menggangu sedimen. Kalau sampai kemakan ke organisme lebih horor lg, krn kandungan polutan di spent CA lbh tinggi.
FYI nemu 1 jurnal biar ndak asbun https://t.co/zB1KbWbFaj
@BBCIndonesia Tunjangan kehormatan: dari 5,5 juta MALAH NAIK jadi 7,1 JUTA
Tunjangan komunikasi: ganti nama dan MALAH NAIK dari 15 JUTA ke 20 JUTAAN
Bantuan listrik dan asisten iye diapus 10 juta, tp peningkatan fungsi awalnya 3,75 juta NAIK JADI 24 JUTA.
Lu semua dianggep IDIOT sama DPR
🤯🤯BREAKING: temuan wartawan dibalik dalang penjarahan. 🤯🤯
Kesaksian oleh "paid actor" yg ketinggalan rombongan bernama Ahu:
-4 mobil konvoy berangkat bareng dari cimahi, terus lanjut jemput orang di bandung, bandung barat, sukabumi, cianjur sampai bogor rombongan 600 motor.
-Mampir ke tanggerang dulu, kamis nyampe senayan lemparin molotov.
-Sebelum berangkat, diperintshkan membuat dulu bom molotov. “Ada 160 botol dibuat,” isinya minyak tanah.
-Botol itu kemudian diangkut ke kendaraan minibus putih. “Macam Alphard tapi bukan, saya lupa namanya,” kayaknya hiace ya?
-Di DPR ketemu rombongan lain yang direkrut dengan cara yang sama dari daerah jawa & bekasi.
-Sebagian kelompok beraksi di DPR, rekan-rekan Ahu yang lain membakari halte-halte Transjakarta.
“Itu pakai molotov yang dibuat di kampung,”
-Sebagian dari anggota rombongan, kata dia, ditugaskan mengunggah siaran live di TikTok.
-Dapet brief penjarahan ke 4 rumah, Pimpinan rombongan memberi tahu ada empat rumah yang bakal dijarah dan lokasinya mulai dari priuk. tapi ga berangkat karena kepencar dari rombongan.
-Saat diperlihatkan video penjarahan sama wartawan Ahu mendaku mengenali sebagian penjarah. “Itu yang baju biru juga rombongan saya, Bang”
https://t.co/tKRvWuNz0M
Kapolri Jenderal Listyo Sigit disorot usai meminta anggotanya bertindak tegas jika Mako Brimob diserang massa. Pernyataan itu disampaikan dalam video conference terkait situasi kericuhan belakangan. Dalam video ini, Listyo didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada.
“Kalau sampai masuk ke asrama tembak dulu, rekan-rekan punya peluru karet tembak paling tidak kakinya, tidak usah ragu-ragu, kalau ada yang menyalahkan, laporin. Listyo Sigit siap dicopot,” katanya.
Dihubungi terpisah, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membenarkan arahan itu. Ia mengaku juga memberi arahan yang sama. "Perusuh harus diambil tindakan tegas. Kalau Polri runtuh maka negara akan runtuh. Mari sama-sama kita jaga persatuan, kesatuan dan kedamaian untuk Indonesia. Negara tidak boleh kalah dengan perusuh yang merusak Mako Polri," ujarnya.
Pesan redaksi: Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.
📸: Dok. Istimewa.
Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik https://t.co/LTFgN0m78w di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu.
#focus #demoricuh #news #svt #demo #demoindonesia #demoDPR #unjukrasa #transum #fasilitasumum #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan
Indonesia’s President Prabowo Subianto has called for calm after police ran over and killed a man during anti-gov't protests.
Demonstrators took to the streets of Jakarta after finding out lawmakers receive benefits totalling almost 20 times the average monthly salary.
Three people died and five were injured after protesters, angry over lawmakers' pay, set fire to a regional parliament building in Indonesia https://t.co/3wzRreYocb
‼️‼️
URGENT: Democracy is in peril in Indonesia. This is a terrifying step towards authoritarianism & a crackdown on civil liberties. We urge the international community, human rights organizations, and global media to shine a light on this situation. The world must be watching.