Momen retorika tingkat tinggi.
Kiai Hasan menggunakan kepiawaian berbahasa untuk menyisipkan kritik sosial yang tajam namun dibalut humor segar.
Kalau kritikan seperti ini tetap diabaikan para pejabat..
Fix...
Mereka tak tahu malu dan tak tahu diri.
NAHH INI ORANG CERDAS NIH!!
emang bener Omara di negara ini kan emang gasuka sama orang pintar makanya dikasih stigma "saking pinternya jadi gblk", ya itu karna kalo pinter pasti bisa buka mata klo rezim ini bener bener udah kacauuu..
bayangin dah pakar² yg pintar itu dikatain g0blok sama orang yg 10+6=17😅
mirisssss....
lebih miris lagi masih banyak yg belain si wowo ini hahahaa ntahlah apa yg ada dipikiran mereka
lucu ya, kalo rakyat mengkritisi wajib etis, berintelektualitas, sopan dan beradab. salah ngomong dikit, salah ketik dikit, bisa terancam pidana, diblokir komdgi. tapi giliran kepala negaranya, bebas goblok2in orang. mana ditepokin, disorakin pula.
WKWKKWK yg counter emg harus internasional gini.
Bahkan Muhammadiyah pun ketuanya ga berani giniin Prabs.
Ini Gontor coy. Cabangnya dimana2, umurnya ratusan tahun, relasinya ke negara2 Islam ga main2.
Kalopun misal Pak Kyai ini "diserang", alumni sama relasinya ga bakal diem aja.
What did Prabowo do
- ga pernah minta maaf sma korban bencana alam
- ga pernah minta maaf sma ortu&siswa yg keracunan MBG
- ga minta maaf sma rakyat yg hidupnya dipersulit
- ga minta maaf soal kinerja dia dan seluruh jajaran kabinetnya yg buruk
- ga pernah mau mengakui kesalahan
Presiden Korsel minta maaf karena banyak rakyat tak puas dengan kinerjanya
Meanwhile Presiden Indonesia "TERSERAH PAKAR YG MENGANGGAP DIRINYA PAKAR, SAKING PINTERNYA JADI GOBLOK"
Ga pernah merasa ada dititik serendah ini sbg WNI. Seorang pemimpin ngatain rakyatnya gblk
Surat yang dibacakan di depan muka beliau.
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh.” (QS Al Ahzab: 72)
Ini namanya mulai muak dan ditelanjangi dgn elegan ya gaes. Biang keroknya diundang, "dilulu" sampai puas. Disuruh dulu membadut sampai semua kebodohan itu keluar. Bicara ttg antek asing sampai bicara sawit.
Kemudian di depan mukanya bilang sesuatu yg maknanya "kowe ki goblok"
lu bayangin, pakar dan para ahli kuliah sampe S3, memahami seluk beluknya, tapi dikatain bego sama jenderal yang dipecat. kapsitas lu bahkan engga ada seujung kukunya para pakar buat berlaga kaya gini. sakit lu.
pernah dikasih tau kalo melatih empati itu dimulai dari regulasi emosi sendiri, misal kalo waktunya sedih ya rasain sedihnya. try to sit with those unpleasant emotions, dengan acknowledging those emotions kita bisa noticing > understanding > responding
(meninggal di pengungsian) ini jg bentuk kegagalan pemerintah dlm penanganan pasca bencana.
"kan pemerintah udh kirim bantuan," bare minimum. ga boleh berhenti sampe menyalurkan bantuan aja, pemerintah wajib memastikan proses pemulihan berjalan baik, sampe daerah tsb benar2 pulih
Tolong hukum seberat beratnya adili pelaku yang membakar hutan, menebangi hutan ilegal, jangan hilangkan rumah bagi mereka mahluk hidup yang hanya punya tempat tinggal satu satunya, cukup kami rakyat saja yang sengsara, jangan hewan yang tidak bersalah ikut sengsara