🚨 NARASI “NADIEM DIKRIMINALISASI” ITU MAKIN TERLIHAT SEPERTI OPERASI SIMPATI.
Publik diajak percaya bahwa Nadiem Makarim adalah korban kriminalisasi.
Korban politik.
Korban ketidakadilan.
Korban sistem.
Tapi dokumen putusan ini bicara lain.
Di sana tertulis jelas soal kesengajaan langsung, konflik kepentingan, tindakan yang disebut direncanakan dan terstruktur lebih dari dua tahun, serta motif memperkuat relasi bisnis strategis dan menguntungkan ekosistem tertentu.
Ini bukan sekadar “kebijakan buruk”.
Ini bukan sekadar “menteri salah ambil keputusan”.
Ini bukan sekadar “orang baik yang sedang dizalimi”.
Kalau sejak persiapan sudah ada konflik kepentingan, kalau kebijakan diarahkan, kalau spesifikasi dikunci, kalau pejabat yang menolak disingkirkan, kalau rapat dibuat tertutup, kalau satu vendor diuntungkan, maka publik harus berhenti bertanya dengan polos:
“Apakah ada uang masuk rekening pribadi?”
Dalam white collar crime, korupsi tidak selalu datang dengan amplop cokelat atau koper uang. Kadang ia datang dengan bahasa inovasi, slide transformasi, regulasi yang tampak sah, dan jaringan bisnis yang rapi.
Justru di situlah bahayanya.
Narasi kriminalisasi politik bisa menjadi kabut asap untuk menutupi fakta paling mendasar: konflik kepentingan itu nyata, terstruktur, dan terbaca sejak awal.
Jangan biarkan publik yang tidak membaca detail persidangan dimanipulasi oleh drama simpati.
Pendidikan bukan panggung pencitraan.
APBN bukan modal ventura.
Guru bukan korban eksperimen.
Anak-anak Indonesia bukan pasar digital.
Kalau masa depan bangsa dirusak, maka pelakunya tidak layak diberi perlindungan politik. Ia harus mempertanggungjawabkan semuanya.
#NadiemMakarim #KorupsiPendidikan #ChromebookGate #WhiteCollarCrime #KonflikKepentingan #MerdekaBelajar #GoogleCloudGate #GuruIndonesia #APBNPendidikan #PendidikanIndonesia #SelamatkanPendidikanIndonesia #NegaraHukum
@msaid_didu jangan mau cuman sia², selama wowo masih mimpin dan banyak termul masih menduduki posisi penting, percuma, mending buat sodakoh masjid atau fakir miskin
@delphiyn@LambeSahamjja dari gestur raut muka kayaknya bukan cuman branding, si petani juga udah ngasih petunjuk tangga/plat buat jalan itu alat aja dipikul beberapa orang, masa gak nangkep sih
@CocoLatii@Tan_Mar3M kalo si plester masuk juga berarti ini persiapan penjarain roy suryo & tifa, supaya gak dibahas lagi sama pengacara roy dan gak ada keraguan lagi bagi kejaksaan karena gak ada alasan lagi tebang pilih
BPKB palsu sekarang bukan kaleng-kaleng.
Kertas mirip. Hologram mirip. Tanda tangan mirip.
Mata telanjang gak akan ketahuan.
Tapi ada 3 hal yang selalu ninggalin jejak:
1. Serat kertas.
BPKB asli kalau diterawang — ada benang merah dan biru di dalam kertas.
Palsu: polos. Atau seratnya dicetak, bukan tertanam.
Mereka mencuri rotimu.
Lalu memberimu remahnya.
Kemudian membuatmu berterima kasih atas kebaikan hati mereka.
- Ghassan Kanafani, Penulis Palestina, tentang Israel.
@cellaurent IKN mangkrak malah bagus kayak MBG mangkrak, bangun kota gak jelas belum lagi kalo operasionalnya biayanya pasti besar milyaran/hari, itu kota cuman buat nempatin pejabat2 biar gak didemo masyarakat karena jauh dari mana2