#obikaka ๐
"Eunghh.." Kakashi melenguh saat Obito mencubit salah satu putingnya. Kedua matanya terpejam erat, fokusnya terpecah dan otaknya kebingungan menerima rangsangan di tubuhnya. Bibirnya dilumat dengan kasar, kedua tangan besar Obito menggerayangi setiap lekuk tubuhnya serta sesekali meremasnya.
Bagaimana bisa mereka berdua sampai pada tahap ini? Mari kita mundur ke belakang sebentar.
Obito bosan. Ia menggeliat ke kanan dan ke kiri sambil memeluk erat guling di kedua kakinya. Saat ini ia sedang berada di kamar Kakashi. Si empunya kamar sedang fokus membaca bukunya, sedangkan Obito hanya bermalas-malasan padahal niatnya kemari adalah untuk belajar bersama.
"Kashi?" Panggil Obito yang dibalas dehaman. "Kakashi!" Serunya sedikit lebih keras.
"Apa sih?" Balas Kakashi yang mau tak mau mengalihkan perhatian dari bukunya.
"Gue mau nanya sesuatu tapi jangan tersinggung ya." Kata Obito sembari duduk dan menghadap Kakashi, menatap tepat ke kedua mata Kakashi yang membuat si tuan rumah deg-degan dan penasaran disaat yang bersamaan.
"Nanya apa?"
"Lo kan gay tuh, biasanya kalo anuan sesama cowok lu ngapain aja?" Tanya Obito yang membuat Kakashi tersedak ludahnya sendiri.
"Ehem.." Kakashi berdeham pelan lalu menutup buku di tangannya. Ia bangkit dari kursi dan berjalan ke arah ranjang tempat dimana Obito duduk masih dengan memeluk guling miliknya. "Gue gak tau." Kata Kakashi menjawab pertanyaan Obito tadi sembari duduk di sampingnya.
"Ck! Gimana sih masa lu belum pernah anu-anuan sama pacar?" Tanya Obito mencibir.
Kakashi refleks memutar kedua bola matanya dengan malas. "Ya lu lihat aja gue gak punya pacar. Cowok yang paling deket sama gue cuma lu seorang."
"Iya juga. Berarti lu sama sekali gak punya pengalaman dong?"
"Menurut lu aja deh. Lagian ngapain sih nanya-nanya gitu?"
"Ya gapapa sih. Tapi kali aja lu minat, gue mau kok jadi bahan percobaan biar suatu saat nanti lu gak kagok pas anuan beneran sama pacar lu." Kata Obito sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Lalu semuanya tampak buram. Kakashi tak mengingat apa yang terjadi selanjutnya. Siapa yang memulai duluan atau bagaimana ia bisa berada di bawah kukungan Obito sementara bibirnya dicium dan lidahnya dihisap seolah seperti mimpi yang akan sirna jika Obito menghentikan ciumannya.
Namun sepertinya semua yang terjadi bukanlah mimpi, karena Obito kini melepaskan bibirnya yang membengkak yang membuat Kakashi refleks menarik napasnya dalam-dalam seolah ia baru saja lari dikejar oleh salah satu anjing miliknya.
"Kakashi?"
Si empunya nama merinding seketika. Bukan karena ia baru saja melihat penampakan hantu, tetapi karena Kakashi tak ingat jika Obito bisa mengeluarkan suara rendah dan berat seperti itu. Yang menurutnya terkesan sensual apalagi melihat kondisi keduanya saat ini.
"Masih mau lanjut?" Sambung Obito sembari mengecup-ngecup pipi dan dagu Kakashi.
Kakashi menelan ludahnya dengan kasar. Kedua matanya yang berkaca-kaca menatap sayu namun juga penuh nafsu ke arah Obito. Ia mengangguk lemah mengiyakan yang dibalas senyuman sumringah oleh Obito.
๐ท: woii kalian lagi apa?๐ฃ๏ธ๐ข
๐: allahuakbarโฆ
โ๏ธ: berisiiiikk
๐: pulang pulang pulang
๐ท: PULANG PULANG EH PULANG TEMEN TEMEN PULANG HAYO PULANG YOK
๐: harris mana? pulaaang
๐ท: HARRIS PULAAANG
GAK EXPECT SEGEDE INI SUARA TOANYA di pov kk gin suaranya biasa aja ๐ญ๐ญ๐ญ
man i seriously dont care if you guys think those horror stories were cringe but making sexual jokes about woman without their consent is deadass insane, get a grip lah